
**jangan lupa like vote comen and share ya guys klik tombol favorit nya juga ya biar nggak ketinggalan episode nya...
makasihhhhh..
emuachhhhh
lope lope.you pokoknya lah .
happy reading guys**...
sesuai kesepakatan yang telah di buat oleh Edward dan anak anaknya. kali ini sang dady lah yang turun langsung untuk menemui sang pemilik perusahaan properti paling besar dan terkenal di kota itu dengan dalih untuk bisnis dan bekerja sama , padahal hanya untuk menanyakan putri serta istrinya . ck ck ck. benar benar berlebihan.,😂
dan di sini lah mereka berada , di salah satu private room restoran Asia , restoran yang paling terkenal di kalangan kelas atas. tidak sembarangan oranv bisa masuk dan makan di sana, hanya orang orang yang terdaftar sebagai orang penting dan deretan pengusaha yang bisa reservasi di sana.
bukan Edward yang memilih tempat itu untuk bertemu, melainkan itu merupakan pilihan Very, karna suatu kehormatan baginya seorang pemilik perusahaan properti paling besar di Indonesia ingin bertemu dan bekerja sama dengan nya. apalagi dari rumor yang beredar bahwa perusahaan yang ada di Indonesia hanyalah salah satu cabang dari ratusan anak cabang lain nya. dan pusatnya berada di Amerika serikat.
"permisi, reservasi atas nama Very Orlando". ucap Edward pada salah satu pelayan saat ia sudah memasuki restoran..
"oh iya tuan, mari ikut saya, tuan Very Orlando sudah menunggu di ruangan". jawab sang pelayan.
"dia sudah datang?". tanya Edward.
"iya tuan, baru beberapa menit yang lalu".
"berapa orang,?".tanya Edward sambil terus melangkah mengikuti sang pelayan
"hanya 3 orang tuan, dan ini ruangan nya, silahkan masuk". pelayan itu tepat berhenti di depan pintu salah satu private room.
"thank you". ucap Edward sambil menyodorkan selembar merah uang Indonesia.
"terimakasih banyak tuan, saya permisi".
setelah kepergian sang pelayang , kaki Edward gemetar, apa yang akan ia bicarakan kali ini, berulang kali ia menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk mengurangi kegundahan hatinya. akhirnya dengan sedikit ragu tapi tidak dia perlihatkan , ia membuka pintu itu dengan hati hati.
dan saat pria paruh baya itu masuk seorang diri, betapa terkejutnya wajah Tio Orlando yang tidak tau apa apa, ia hanya di beri tau oleh sang anak akan ada relasi bisnis besar datang menemuinya, dan menyarankan kalau sang ayah untuk ikut. tapi Tio Orlando benar benar tidak percaya, pria yang kini sudah berdiri di hadapan nya juga putra dan sekretaris putranya itu adalah orang yang sama, meski waktu 20 tahun telah berlalu, ia tak bisa melupakan wajah suami dari sahabatnya itu meski hanya pernah bertemu dan saling sapa beberapa kali ,
"apa kabarmu Tio Orlando?". tanya Edward yang langsung membuyarkan keterkejutan Tio.
"Ed.. Edward, ini kah kau?". bukannya menjawab tapi malah dia bertanya balik dengan terbata bata.
"wah ternyata kau masih mengingatku dengan baik, apa kita akan terus berdiri seperti ini?".
"maaf kan papa saya tuan Edward, mari duduk". Very dengan segera mengendalikan situasi.
"baiklah, sepertinya papamu masih terkejut dengan kehadiran ku". lalu Edward duduk tepat dihadapan Tio .
"sepertinya anda cukup mengenal papa saya tuan Edward". tebak Very karna melihat raut wajah keterkejutan sang papa yang masih juga belom hilang.
"aku cukup baik mengenal papa mu, apalagi istri ku, dia sangat mengenalnya".
"wah. seperti........" ucapan Very terhenti
"pa, maksudnya apaan sih, nggk sopan tau". bantah Very.
"diam kau".
"Edward, jawab dengan jujur apa mau mu ". tanya Tio tanpa basa basi..
Edward langsung tersenyum , sepertinya situasi cukup mendukung, dia tak perlu susah payah menjelaskan terhadap orang di depan nya..
"Tio, kau memang tak pernah berubah, dulu saat aku menikahi Airin kau mengancam ku jika aku menyakitinya barang sedikit saja , kali ini pun kau masih sama, masih melindungi istri dan putri ku"
"akhirnya kau sadar juga , jika yang terbakar itu bukan istri dan putri mu". ucap Tio dengan lega."kemana saja kau selama ini, hah , bertahun tahun mereka menderita kau tak juga hadir". tambah Tio lagi
"tunggu tunggu tunggu, ini maksudnya, kenapa bawa bawa tante Airin sih,maksudnya gimana? aku nggk ngerti situasi nih". Very benar benar belom bisa mencerna setiap kata kata yang keluar dari mulut ke dua orang rua itu..
"Very Orlando, perkenalkan, nama ku, Edward Brown. suami dari Airin dan ayah dari Aina Kyara Brown". ucap Edward dengan mantap.
"jadi tujuan anda........."
"ya , tebakan mu benar Very, tujuan ku ingin bertemu istri dan putri ku, aku merindukan mereka berdua, sangat merindukan mereka, bahkan asal kau tau saja, kami sudah mencarinya ke Jakarta, ke Jogja dan sampai kesini, bahkan kami menginap di hotel milik kalian yang tidak jauh dari sini". jelas Edward panjang lebar.
"kami? siapa saja maksudmu?". tanya Tio.
"aku dan ketiga putraku, bahkan salah satu dari mereka menyewa intelegen terbaik dari Amerika untuk membantu ku".
"maksudmu, putra Sandra dan wanita iblis itu?". tanya Tio lagi..
"ya, Rafa, Adiva dan Devanka ada di sini, tapi kau tenang saja, Laura sudah ku amankan, dia tak akan bisa melukai siapapun lagi,".
"kau benar benar mencari istri dan putri mu?" tanya Tio yang masih sangat ragu dengan Edward.
"kau meragukan cintaku ? bagaimana aku membuktikan nya agar kau percaya dan mau memberitau ku di mana Airin dan Kyara berada".
"kita makan dulu, lalu kita pergi ke rumah ku, kita bicarakan lagi di sana, jangan lupa ke tiga putramu , suruh mereka datang, akan ku beritahu alamatnya". pungkas Tio.
setelah mereka makan, kali ini sang sekretaris tak ikut , dia lebih memilih untuk pulang, dan sekarang di sini lah mereka, ketika dua mobil hendak memasuki gerbang , di depan nya sudah ada dua buah mobil lain nya yang sudah menunggu sedari tadi tak peduli panas teriknya matahari yang sangat menyengat kali ini.
Edward yang mengetahui kalau mobil yang sudah menunggu di depan gerbang itu milik putranya, dia membuka kaca mobil dan mengisyaratkan untuk ikut masuk kedalam.
sedikit perbincangan di antara mereka bertujuh, Edward Rafa Adiva Devanka Tio Liana dan juga Very sudah berkumpul di ruang tamu.
awalnya Liana sangat kaget , sama seperti halnya Tio saat melihat kedatangan Edward secara tiba tiba, tapi setelah mendengar penjelasan dari sang suami akhirnya dia pun sedikit mengerti akan situasi yang ada.
sadari tadi mata Rafa menangkap sebuah foto yang cukup besar tertempel di dinding, seperti mengenal gadis yang ada di dalam foto itu, tapi siapa, bayangan nya pun belom bisa terjangkau oleh pikiran nya, "siapa gadis yang bersama mereka di dalam gambar itu, wajahnya seperti aku pernah melihatnya".
"sekarang katakan pada kami, dimana Airin dan putri ku?". tanya Edward yang sudha tidak sabar.
dengan begitu gugup dan sedikit tegang Tio mengatakan "sebenarnya Airin......."