Sacrifice

Sacrifice
kisah airin (ciuman).



**jangan lupa like vote comen and share ya guys 😍😘.. klik juga tombol favorit nya... kasih tip juga boleh kok..


makasihhh,,,.. lope lope you...


happy reading guys 😍😘**......


semakin hari antara edward dan airin semakin dekat, mereka hampir setiap hari bertemu, entah apa lah alasan nya. Mungkin edward mulai sedikit tertarik akan diri airin.. tapi tak mau di pungkiri bahwa ia juga merasa tak enak hati pada istrinya. meski hal itu adalah keinginan istrinya..


seperti hari ini istrinya meminta dirinya untuk mengantar kue buatan sandra ke rumah airin. meski edward tau itu hanya alasan , tapi ia tetap menuruti keinginan sang istri.. hari itu adalah weekend jadi airin pun tidak berangkat ke kampus, sedangkan kerjanya sift sore . seperti biasa ia akan bersantai ria di dalam rumahnya..


namun tiba tiba ia mendengar suara pintu di ketuk seseorang. saat membukakan pintu tersebut ia menyerngit bingung "edward?".


"kau mau membiarkan aku berdiri disini terus atau akan kau suruh masuk"...


"oh sory, aku hanya terlalu kaget , sepagi ini kau berada di rumah ku, mari masuk"..


setelah mempersilahkan edward duduk ia pun membuatkan minuman kesukaan edward kopi hitam dengan sedikit gula, ia tau hal itu karna memang sandra yang memberi tahunya..


"minumnya ed,,,"..


"thank you".


"ada apa kau kemari sepagi ini, ini weekend Edward, seharusnya kau tengah berada bersama keluargamu untuk menghabiskan waktu bersama".ucap airin


"sandra yang menyuruh ku membawakan ini untuk mu, dia yang membuatnya sendiri". ucap edward sambil menyodorkan bawaan yang ia pegang tadi..


"wah kue brownis khas indonesia, aku sungguh merindukan makanan dari sana.. sampaikan terimakasih ku kepadanya ed".


"tentu, em apa kau hari ini ada waktu?".


"ada kalau sampai jam 2 siang nanti, kenapa?"..


"aku hanya ingin mengajakmu keluar sebentar".


"boleh, kau tunggu lah sebentar, aku bersiap siap terlebih dahulu.. tapi apa sandra tak marah?"..


"dia tak akan marah kalau aku perginya dengan mu".


"baik lah.".setelah itu airin mengganti pakaian nya dan merias diri hanya dengan lipglos agar sedikit berwarna..


"aku sudah siap, mari".. ajak airin setelah keluar dari kamarnya..


saat di dalam mobil sesekali edward melirik airin yang begitu menawan dengan tampilan sederhananya.. kini ruang hatinya mulai sedikit terisi oleh nama airin di sana..


mereka pergi ke sebuah restoran yang memiliki private room namun terkesan elegan ..


"kau mau makan apa?" tanya edward saat pelayan datang untuk menanyakan pesanan..


"pasta and hot Chocolat"..


"samakan saja, ". ucap edward singkat pada pelayan itu..


"baiklah mr and mrs dua porsi pasta and hot Chocolat, harap di tunggu".. lalu pelayan itu pergi dan menutup private room itu..


setelah selesai makan edward hanya tersenyum melihat ada bekas makanan di bawah bibir airin.


"why?"""..


"ada sisa makanan di bawah bibirmu.".


"benarkah?". tangan nya mulai meraba bibirnya tapi tak kunjung menemukannya..


lalu dengan nalurinya edward mengusap lembur bibir airin dengan jarinya, tanpa sadar ia mendekatkan bibirnya menyentuh bibir airin. tak ada penolakan, ia pun ******* bibir itu perlahan, entah terbuai atau bagaimana airin pun membalas lumatan kecil edward,, hingga lumatan itu semakin menuntut, memperdalam ciuman mereka masing masing.. hingga tangan airin menepuk nepuk dada bidang edward karna ia kehabisan nafas..akhirnya ciuman itu pun terlepas


"sory". ucap edward yang masih menatap airin..


"ini salah ed, aku tak mungkin menyakiti sandra, ia terlalu baik untuk ku"..


setelah kejadian itu suasana canggung antara keduanya pun tak kunjung mencair hingga edward pergi setelah mengantar airin pulang..


bahkan setelah berhari hari pun airin begitu menghindari edward juga sandra, hal itu yang membuat sandra terheran heran, mengapa sikap airin berubah, seakan menjauhinya.. hingga saat ia tengah bersama putra dan suaminya ia memberanikan diri bertanya..


"apa yang kau lakukan hingga membuat airin menjauhiku?". tanya sandra pada suaminya.. edward sedikit kaget, ia tak menyangka kalau gadis itu juga menjauhi istrinya..


"apa dia juga menjauhimu?"..


"juga? apa maksud mu juga"..


"semenjak????? apa ed?"..


"semenjak aku menciumnya di restoran setelah mengantar kue buatan mu untuk nya". bukan nya marah , sandra malah tertawa..


"jadi itu sebabnya..." . masih di selingi dengan tawanya..


"kau tak marah honey?".


"marah? untuk apa? ini yang aku mau, biar besok ku temui dirinya, kau mulai tertarik kan ed dengan gadis itu?"..


"ayolah , jangan bahas hal itu"...


"jujur donk honey, kau mulai tertarik pada nya bukan?"..


"iya, sedikit, tapi.....".


"baguslah, apa dia menerima ciuman mu honey?". tanya sandra menyelidik


sebenarnya edward enggan menjawab pertanyaan istrinya itu, tapi mau bagai mana lagi, ia tak bisa menolak apapun keinginan istrinya..


"dia bukan hanya menerima ciuman itu tapi dia juga membalasnya, puas?"..


"sangat". senyum sumringah tercetak di wajahnya..


"apa kau begitu menginginkan nya hingga kau terlihat sangat bahagia?". tanya edward


"aku bahagia sayang, aku hanya ingin airin lah yang menjadi ibu dari putra kita, tidak wanita lain,". ucap sandra sambil mengecup dahi rafa yang tengah bermain di hadapan nya.. "rafa sayang , mau kan kalo tante airin jadi momy nya rafa".


"tante airin mom? berarti rafa punya dua momy?"..


"yes honey".


"rafa mau mom , tante airin sayang sama rafa dia juga kaya momy suka cium cium rafa,". ucapan polosnya membuat edward begitu kaget.anak sekecil dia bisa merasakan kasih sayang yang tulus dari wanita yang bukan ibu kandungnya sendiri..


"kau lihat sendiri bukan, putra mu pun begitu antusias menerima nya".


"baiklah, besok kita temui airin bersama dan membicarakan tujuan kita, tapi dengar honey, kau tak bisa memaksanya jika ia ingin menolak".


"baiklah aku tak akan memaksa nya, tapi boleh kan kalo aku memohon padanya, sungguh aku ingin putra ku di rawat wanita baik baik ed".pinta sandra dan edward pun hanya mengangguk..


keesokan hari nya pun , saat airin keluar dari kelasnya ia berpapasan dengan sandra, ingin menghindar tapi tak bisa..


"sampai kapan kau akan menjauhiku airin?"..


"sorry mrs. ". dia hanya mampu tertunduk..


"ikut aku , kita bicarakan hal itu". lalu sandra berjalan menggandeng tangan airin. dalam hati airin berkecamuk bagaimana kalau sandra tau dan marah padanya, ia tak bermaksud menyakitinya,, tapi dia hanya mampu pasrah mengikuti kemana sandra membawanya...


sebuah vila yang pernah ia kunjungi bersama sandra dan edward.


"sory mrs. saya harus bekerja setengah jam lagi".


"kau tenang saja , aku sudah meminta izin pada manager mu hari ini kau tak berangkat".


"tapi mrs."...


"berhenti memanggilku seperti itu"..


"sandra"...


"duduk dulu, aku akan segera kembali"..


akhirnya airin pun menuruti kemauan sandra, ia duduk , dan tidak lama keluarlah sandra dengan suaminya.. ia benar benar merasa gugup..


"jangan gugup seperti itu airin, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu , duduk lah kembali".


"maaf sandra, hari itu aku lancang mencium suami mu".


"tak apa airin, duduk lah kembali". ucap sandra. lalu mereka bertiga duduk bersama . sandra menyenggol lengan edward supaya membuka suara..


"airin mau kah kau menikah dengan ku". suara Edward seperti petir yang menyambar di siang bolong..


"apa???"............