
**hay jumpa lagi.. jangan lupa like vote comen and share ya guys klik tombol favorit nya juga ya biar nggak ketinggalan episode nya..
maap nih kemaren nggk bisa up karna signal nya trouble terus , nggk tau tuh kenapa, ya jadinya bikin kalian yang nungguin kecewa. tapi tenang aja , aku hari ini insyaallah bakal crazy up kok kak.
sekali lagi maap ya
lope lope you
makasihhh
emuachhhhhh..
happy reading guys**...
Devan yang kali ini sudah berada indonesia mulai melancarkan aksi pencarian nya. Devan merupakan salah satu pengusaha yang memiliki hubungan erat dengan salah satu jaringan hitam di Amerika, bahkan sampai ke beberapa negara sekitarnya. jadi bukan hal sulit untuk nya bertindak cepat dengan bantuan para teman teman nya.
selain untuk mencari momy dan adiknya, dia juga sedikit melakukan pekerjaan di perusahaan cabang otomotif miliknya di beberapa kota di Indonesia.
siang itu Devan yang berada di kantor nya tiba tiba di datangi oleh 2 orang yang dia suruh untuk mencari tau secara detail seorang yang bernama Liana Angle di jakarta.
tok tok.. "pak, ada yang mau bertemu, katanya sudah membuat janji". ucap sekertaris nya saat pintu terbuka..
"bawa masuk". yah Devan di mana pun berada tetap dengan nada dingin nya..
setelah mempersilahkan 2 orang yang ingin bertemu bosnya , ia di beri perintah untuk membuatkan kopi bagi para tamu nya.
"bagaimana?". tanya Devan saat dua orang itu sudah duduk di hadapan nya..
"ini bos, kami menemukan beberapa orang yang bernama Liana Angle yang berhubungan dengan New York sekitar 25 sampai 20 tahun yang lalu".ucap salah satu orang itu sambil menyodorkan sebuah amplop yang berisikan foto foto sekaligus alamat remah mereka dan data data lain nya..
"permisi pak, ini kopi nya". sekretarisnya membawa dua cangkir kopi sesuai permintaan bosnya itu .
Devan mengibaskan tangan nya tanda untuk pergi bagi sekretaris nya setelah meletakkan kopi di atas meja.. setelah sekretaris nya pergi..
"minumlah dulu, selanjutnya akan ku tanyan terlebih dahulu pada dady, dia pasti mengenal teman momy, dan semoga ada dia di salah satu foto ini.".
"baik bos". jawab patuh ke duanya
"kalian sementara bisa istirahat satu hari, aku tau kalian lelah".
"terima kasih bos, ". setelah mengucapkan itu , keduanya pun pergi, mereka tak mau menyia nyiakan kesempatan berlibur, bukan hal biasa bagi mereka yang sedang membantu Devan jika di liburkan barang sehari saja. bahkan pernah dulu salah satu dari mereka mendapat tugas dari ketua mereka untuk membantu Devan dalam sebuah masalah, bukan main, tanpa ampun Devan menggemblengnya untuk menyelasiakan pekerjaan secepatnya tanpa istirahat. jadi ini adalah kesempatan baik untuk mereka meski hanya satu hari saja...
tut tut.. "hallo dad!". ucap Devan saat panggilan telepon terhubung..
"(kenapa?)".
"cek data yang ku kirim kan lewat email dad. jika salah satu benar maka semua akan cepat selesai".
"(maksudmu, ?)".
"dad. mencari orang dengan bekal nama Liana Angle di jakarta itu sulit. banyak orang menggunakan nama itu dad. come on, bantu aku menemukan nya".
"oke dad , secepatnya kirim pada ku" . ucap Devan mengahiri panggilan telepon..
"mom, adik kecil, dimnana sebenarnya kalian, kenapa sulit sekali menemukan kalian". ucap devan dalam hati sambil terus memandangi amplop yang ia terima tadi..
sedangkan di London, edward tengah bersemangat untuk memeriksa satu per satu data di email nya. hingga membuat ke dua anak nya yang baru pulang bekerja itu heran.
"dad, apa yang kau lakukan malam malam begini?". tanya Adiva saat melihat dady nya masih sibuk dengan laptop di depan nya..
"kemari lah kalian berdua, ". setelah mereka duduk bertiga barulah dady edward menjelaskan tentang yang di perintah Devan..
"lihat lah, beberapa data ini membuat ku pusing, ini data orang yang bernama Liana Angle di jakarta,".
"what,!? kau gila dad, nama orang itu banyak, Devan pola , bodoh sekali dirinya. akan ada berapa nama Liana Angle yang akan kau periksa.". ucap Rafa yang sangat heran dengan hal itu
"hey , kau pikir aku bodoh, ini nama Liana Angle yang berhubungan dengan New York sekitar 25 tahun yang lalu". elak edward karna tidak terima jika di salahkan oleh ke dua putranya itu .
"oh". ke dua putranya pun hanya ber oh ria tanpa melihat raut wajah dady yang sudah menahan geram.
namun tiba tiba, mata Edward kembali fokus pada layar laptop di depan nya, membacanya dengan teliti . lalu tersenyum menandakan kepuasan..
"why dad? kau tersenyum?". tanya Rafa..
"akhirnya ketemu juga, aku pernah melihat Liana sebelumnya dan masih cukup ingat dengan wanita itu, dia cukupb baik dengan momy Airin juga momy Sandra, bahkan dulu saat dia menikah pun dia mengundang kami sekeluarga untuk hadir, tapi karna kesehatan momy Sandra yang tak memungkinkan, akhirnya hanya momy Airin yang datang".
"kau yakin dad?".. yang di tanya pun hanya menganggukkan kepala..
tanpa menunggu lama, Edward langsung mengirim kembali data yang sudah dia pilih ke Devan melalui email kembali, dia juga mengetik pesan lewat ponselnya agar Devan cepat kembali bergerak setelah menerima email itu..
"huft. semoga kalian cepat di temukan, sayang aku merindukan mu, sangat merindu kan mu". ucap Edward dengan nada lirih namun masih bisa di dengar oleh ke dua putra nya itu..
"tunggulah sebentar lagi dad, kita pasti akan kembali berkumpul". ucap Rafa yang berusaha menenangkan dady nya itu..
"yes dad, kau tenang saja, Devan bisa di andalkan". timpal Adiva kali ini.
tanpa sepengetahuan mereka, seorang wanita telah kabur dari sel tahanan. wanita yang cukup berbahaya bagi keselamatan mereka se keluarga..
keesokan harinya saat sarapan pagi bunyi telepon rumah terus menggema di kediaman Edward, hingga salah satu maid di sana pun mengangkatnya. setelah itu, dengan langkah tergopoh menghampiri ke tiga majikan nya di meja makan..
"maaf mr. mengganggu, telepon dari pihak kepolisian memberi tahukan kalau mrs. Laura melarikan diri dari penjara ".
seketika ketiga majikan itu menghentikan acara makan mereka lalu menatap orang yang memberi laporan itu dengan sangat tajam..
"maaf mr. tapi pihak polisi mengatakan seperti itu".
Edward mengisyaratkan untuk pergi.
"dad? bagaimana ini?".
"kita ke kantor polisi sekarang".