Sacrifice

Sacrifice
kisah airin(pergi)



**hallo guys.. jangan lupa like vote comen and share ya guys . kasih tip juga boleh kok sekalian klik tombol favorit nya juga ya biar nggak ketinggalan episode nya...


maaf nih baru bisa up soalnya baru sempet juga sih jangan bosen bosen ya sama ceritanya...


lope lope you..


muacchhh.


maacihhhhh...


happy reading guys**....


setelah 2 hari berada do rumah sakit selesai melahirkan, airin sudah di perbolehkan pulang ke rumahnya karna memang kondisinya dan bayinya sudah sangat membaik.


laura yang mendengar airin telah melahirkan seorang anak membuat ia geram apalagi ke dua putranya bertambah sayang pada airin, edward pun begitu, ia tak pernah memperhatikan laura barang sedetik saja.


hingga pada siang itu ke 3 putranya tengah bersekolah dan edward juga pergi bekerja, hingga hanya tinggal beberapa pengawal untuk menjaga airin dan bayi nya, dan juga beberapa maid di rumah utama,


laura yang tak ingin menyia nyiakan kesempatan itu, langsung melancarkan aksinya, ia memberi gas obat tidur yang ia dapat dari seorang rekan nya pada setiap sudut rumah utama hingga semua orang yang berjaga juga termasuk para maid pun ikut tak sadarkan diri.


airin tak menyadari hal itu karena ia sendiri tengah berada di dalam kamar putrinya yang tengah tertidur itu. hingga ada seorang dengan kasar membuka pintu yang dari awal tak terkunci. orang itu adalah laura.


laura memasuki kamar kyara dengan tatapan membunuh..


"laura, apa maksudnya ini?". airin yang ketakutan langsung menggendong tubuh putrinya itu..


"kau mengambil semua kebahagiaan ku, tapi kali ini kau akan mati bersama putri mu".


"tolong laura, jangan habisi kami, putri ku masih terlalu kecil , dia masih bayi, ku mohon". airin berusaha untuk menyelamatkan putri nya itu dari wanita jahat ..


"baiklah , karna aku masih punya hati, aku beri kau pilihan, mati sekrang bersama putri mu, atau pergi menjauh dari edward kalau perlu pergi dari negara ini, jangan sampai kau kembali , "


"oke oke, aku akan pergi bersama putri ku, tapi kalau aku pergi, pasti edward akan mencari ku, dan pasti nantinya aku akan kembali bersama nya".ucap airin..


"kau tenang saja, semua sudah aku rencanakan, tapi ingat kalau sampai kamu kembali aku tak akan segan segan menghabisi ku juga anak mu". ancaman laura benar benar membuat airin takut, bukan takut akan kematian tapi yang ia takutkan adalah keselamatan putrinya yang baru beberapa hari lahir ke dunia..


"tapi bagaimana aku bisa pergi, pasti para penjaga akan mengetahuinya, ".


"kau tak perlu khawatir, mereka semua aman, karang juga kau pergi dari sini, aku akan menunggu mu di bawah, di depan rumah sudah ada mobil yang aku siapkan kau bisa memakainya, pergi sejauh mungkin, hingga lupa jalan untuk kembali hahahhaa". lalu laura pergi meninggalkan airin..


melihat laura telah pergi ia langsung mengemasi barang barang nya dan juga milik putri nya, serta beberapa perhiasan mahal yang bisa ia jual nantinya,


setelah selesai membereskan semua keperluan nya ia langsung bergegas turun dari kamarnya, ia melihat kesekeliling terlihat para maid juga bodyguard nya telah terbaring tak sadarkan diri. entah mereka mati atau tertidur airin pun tak tau, yang penting sekarang dia harus keluar dari rumah itu, secepat nya dari pada putrinya mati terbunuh.


setelah ia sampai di luar, memang benar ada sebuah mobil yang bukan miliknya terparkir di pinggir jalan dengan rapi, saat ia sudah menjalan kan mobil itu sedikit menjauh , ia menghentikan mobilnya lagi untuk melihat apa yang sebenarnya akan di lakukan oleh wanita iblis itu.


setelah melihat hal itu airin langsung menjalankan mobilnya kembali menuju pelabuhan, karna menurutnya jika ia menggunakan pesawat akan sangat mudah bagi edward maupun laura mengetahui kemana dirinya pergi membawa putrinya..


setelah membeli tiket untuk berlayar menuju indonesia tak lupa ia juga menjalankan beberapa pemeriksaan , entak kesehatan maupun berkas berkas dirinya juga putrinya akhirnya ia berlayar dengan hati gelisah.


gelisah memikirkan nasib dirinya dan putrinya setelah ini, hingga ia teringat dengan sahabatnya, tapi mereka dimana , di Bali atau di Jakarta airin pun tak tau..


ia berlayar di atas air hingga 10 hari lamanya agar bisa sampai ke jakarta, setelah sampai ia langsung pergi ke alamat di mana liana, sahabatnya dulu tinggal, namun ternyata mereka telah pindah 2 tahun yang lalu


airin tak ingin terlalu lama berada di jakarta hingga ia memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan nya menuju kota tempat ia di besarkan dulu, di sebuah panti asuhan kecil di kota Jogja, menggunakan pesawat terbang agar putrinya tak merasa kelelahan. meski sebenarnya ia sudah sangat lelah tapi demi putrinya apapun akan dia lakukan..


untung saja saat itu ada pesawat dari jakarta yang akan menuju ke jogja, jadi airin bisa dengan cepat naik pesawat tanpa harus menunggu terlalu lama,meski tiket yang ia gunakan merupakan tiket kelas ekonomi tapi bagi airin hal itu tak jadi masalah sama sekali.


setelah 45 menit setelah pesawat lepas landas dari bandara Soekarno Hatta. akhirnya pesawat yang di tumpangi airin pun landing dengan selamat di bandara Yogyakarta.


setelah turun ia langsung pergi ke panti asuhan tempat dia di besarkan dulu, di sana lah ia hidup bersama putrinya dengan tenang, meski airin telah lama meninggalkan tempat itu, namun pengasuh tempat itu pun dengan senang hati menerima airin juga putrinya yang baru 2 minggu lebih itu lahir..


hingga saat itu airin terlalu merindukan ke dua sahabatnya yang katanya telah memiliki seorang putra, ia memutuskan untuk menghubungi mereka, karna nomor liana sudah tidak aktif, ia pun menghubungi nomor rumah tio yang lama,


tak lama panggilan pun terhubung,


"hallo, ".sapa airin


"..........."


"saya airin, sahabatnya tio, tio nya ada?".


"...........".


"oh kalau begitu bisakah anda memberikan nomor telepon rumah tio yang baru?".


"........"


"sebentar saya ambil kertas dulu". ucap airin kemudian mencari selembar kertas dan sebuah bolpoin lalu mencatatnya nomor telepon yang di ucapkan oleh orang yang di seberang telvon..


"baiklah terima kasih banyak, ". lalu panggilan telepon pun terputus , .


airin yang begitu senang mendapatkan nomor telepon rumah tio yang baru karna nomor yang tadi dia hubungi adalah nomor rumah orang tua tio..


dengan cepat airin langsung memencet nomor nomor yang sama seperti yang tertera pada kertas tadi..


"hallo, ini aku airin". ucap airin saat panggilan telepon terhubung..