Sacrifice

Sacrifice
kisah airin(kedua istri)



**hay guys, jangan lupa like vote comen and share ya... kasih tip juga boleh.. klik tombol favorit nya juga ya 😍😘


lope you....


happy reading guys**..


weekend yang di janjikan pun tiba, airin , sandra serta edward sedang berkeliling di salah satu mall terbesar di kota New York, lebih tepatnya mall milik edward, mereka mulai berbelanja dari baju tas sepatu make up hingga perhiasan, berkali kali airin mencoba menolak pemberian sandra dengan halus , tapi sandra tetap memaksa dan akhirnya pun dengan terpaksa ia menerima semua barang itu..


mungkin sandra merasa lelah berkeliling mall itu, memutuskan untuk makan di salah satu restoran di lantai atas mall. sebenarnya airin sudah lelah sedari tadi, tapi ia tak berani mengeluh takut menyinggung perasaan sandra, begitu pun edward, ia pun tak kalah lelahnya dengan airin, tapi apa lah daya demi istri tercinta apapun ia lakukan,.


saat mereka tengah menikmati makanan mereka masing masing sandra pun membika pembicaraan..


"airin, em kamu udah capek belom?".. tanya sandra.. sedangkan edward memperhatikan kedua wanita itu, penasaran apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya..


"tidak mrs. kenapa memangnya?".


"berhentilah memanggilku mrs. panggil saja sandra".ucap sandra.


"oke sandra,ada apa?".


"di dekat sini ada vila milik ed, kita kesana dulu ya kebetulan vila itu di pesisir pantai, jadi kita bisa nikmatin sama sama".


"boleh ko, tapi...".jawab airin bingung


"tapi kenapa?".


"aku takut pulang sendirian sandra, apalagi kalau hari sudah gelap"..


seketika edward yang sedari tadi memperhatikan percakapan kedua wanita itu pun tertawa...


"honey, kau kenapa tiba tiba tertawa?*.". tanya sandra kepada suaminya..


"mana mungkin dia akan pulang sendiri, otomatis kau akan menyuruhku mengantarnya bukan honey?". ucap edward sambil tersenyum ke arah istrinya..


"tentu saja, bukan kah kau akan melakukan apapun untuk ku?".


"apapun untukmu honey, menyebrangi lautan pun aku sanggup jika untuk membuatmu senang".


"jadi kalau soal kemauanku yang waktu itu bagaimana?".


"oh no,, aku seperti obat nyamuk di sini melihat kalian bermesraan , jiwa jomblo ku meronta tau". ucap airin asal yang langsung membuat edward dan sandra tertawa..


"wah kalian memang benar benar pasangan serasi, menertawakan penderitaan ku pun bersamaan, tapi sungguh entah siapa yang paling beruntung diantara kalian berdua mendapatkan masing masing dari kalian".


"kau benar airin, aku memang sangat beruntung mendapatkan pria sebaik edward, di tambah dia begitu menyayangiku meski dia tau aku ....." ucapan nya tak terselesaikan lagi karna edward sudah memotong ucapan nya..


"honey... justru aku lah di sini yang sangat beruntung dapat memiliki wanita secantik dan sebaik dirimu". ucap Edward sambil membelai rambut sang istri..


"benar benar serasi, betapa beruntungnya aku menyaksikan keharmonisan kalian berdua"..


"baiklah berhenti membicarakan kami,, bagaimana airin , kamu mau kan ke vila suami ku setelah ini?". tanya sandra..


"baiklah aku mau"..


sesekali edward memperhatikan wajah dan tingkah airin, ia terlihat sederhana , cantik anggun dan apa adanya..


setelah selesai makan mereka langsung bergesas menuju mobil sambil membawa barang belanjaan mereka yang di bantu oleh edward, di dalam mobil sesekali mereka bercengkrama satu sama lain, tak ada suasan mencekam seperti yang orang orang di sekitar edward rasakan..


vila milik edward benar benar indah , pemandangan nya asri suasananya menenangkan, di depan pintu berdiri seorang laki laki , dia penjaga vila tersebut.. pasalnya edward sudang mengatakan padanya bahwa ia dan istrinya akan datang kesana,


awalnya penjaga vila itu kaget, karna sang tuan membawa dua wanita cantik sek vila itu, yang di kata akan kesana bersama istrinya,mungkin itu istri kedua bosnya, pikir penjaga vila begitu..


"panggil saja airin pak,". ucapnya sambil tersenyum.


"baik mrs.airin"...."suatu kehormatan bagi saya, pemilik vila ini berkunjung kembali ke sini bersama kedua istri anda mr.edward". airin yang mendengar hal itu langsung merasa tidak enak hati dan meralat ucapan penjaga vila tersebut.


"maaf pak saya bukan istri kedua mr.edward , saya hanya teman bagi sandra".


"oh maaf mrs.airin, maafkan perkataan saya". ucap penjaga vila itu merasa tak enak hati.. namun ia juga bingung, pasalnya wajah edward terlihat biasa saja ,tidak marah sama sekali akan kesalahan nya, dan begitu pun dengan istrinya malah tersenyum saat dia mengatakan kedua istrinya..


setelah itu mereka bertiga menghempasskan badan mereka di sofa ruang santai, niat mereka menang hanya bersantai bukan untuk menginap,,


sedangkan airin dan sandra nampak begitu akrab , mereka membicarakan segala hal dengan tertawa , edward pun heran, seorang sandra yang pendiam anggun bisa jadi sedikit bar bar ketika berbicara dengan airin.


"kenapa aku malah ngerasa sedang berlibur dengan kedua istriku yang terlihat begitu akur, ck,, kenapa aku malah ngomong gitu sih, mana mungkin aku menghianati sandra, tapi airin itu memang cantik, berbeda dengan wanita wanita lain di luar sana,, ck aku mikir apaan sih"ucap edward dalam hati..


tanpa edward sadari sandra melihat edward tengah memperhatikan airin, ia pun tersenyum senang , semoga keinginan nya menjodohkan airin dengan suaminya bisa tercapai sebelum ajal menjemputnya..


mereka pun keluar dari vila untuk menikmati sunset dari pinggir pantai.. sesekali edward melirik pada airin yang terlihat begitu menikmati suasana pantai..


"cantik kan sayang?". ucap sandra membuyarkan lamunan edward..


"lebih cantik dirimu bidadari ku, ". jawabnya sambil mencium kening istrinya itu..


karna jarak rumah edward lebih dekat dari vila di bandingkan rumah kontrakan airin, akhirnya edward mengantar istrinya pulang terlebih dahulu barulah dia mengantar airin pulang,


dalam perjalanan pulang setelah mengantar sandra, hanya keheningan yang menemani mereka, sampai akhirnya edward mulai membuka suaranya..


"rumah mu sebelah mana?".tanya edward


"setelah ini belok kanan terus lurus aja sampai pojok, rumah kecil warna biru dengan pagar kayu di depan nya". jelas airin..


"kamu di sini tinggal sama siapa airin?".


"aku sendiri, aku anak yatim piatu yang besar di sebuah panti asuhan, bisa kuliah di sini pun karna dapat beasiswa full, nah kalo untuk makan dan biaya kontrakan aku kerja paruh waktu seperti yang kamu liat tempo hari mr.edward".


"panggil saja aku edward, jangan terlalu formal dengan ku".


"baiklah, tapi kenapa tadi rafa tidak di ajak?".


"oh itu, rafa sedang tak ingin kemana mana, katanya mau main ribot robotan di rumah di temani beberapa bodyguard".


"oh begitu,,". tentu saja jawaban yang edward berikan itu suatu kebohongan, jelas jelas istrinya berniat menjodohkan dirinya dengan gadis cantik itu..


**aku kasih visualnya ya...


#airin



#**sandra



#edward**



**