
**jangan lupa like vote comen and share ya guys klik tombol favorit nya juga ya biar nggak ketinggalan episode nya..
lope lope you..
makasih....
emuachhhhjh..
happy reading guys**....
berkali kali Kyara menimang HP nya , bimbang antara menghubungi nomor yang di ia catat, atau tidak, berkali kali pula dia membolak balikkan tubuhnya di atas kasur. ia tak bisa istirahat dengan tenang. pikiran nya kalut entah kemana. khawatir sudah jelas. dia ingin memastikan apa Edward brown yang ini adalah dady nya atau bukan, tapi kalau dia tak percaya bagaimana. iya kalau cuman nggk percaya , kalau ternyata dia salah orang?
dia juga sudah di beri alamat lama dady nya , tapi entah itu masih tempati atau tidak dia tak tau, mengingat saat momynya menceritakan kalau rumah itu terbakar habis saat momy nya pergi dari sana.
bagaimana cara memastikan nya, haruskah dia datangi alamat itu, tapi.... laura? .. ah, menyebalkan. entahlah.
akhirnya setelah cukup lama di atas tempat tidur. kyara pun akhirnya bisa memejamkan matanya dan beralih ke dunia mimpi yang indah. namun lagi lagi mimpi tentang sang momy membayanginya. kali ini berbeda dengan sebelumnya.
momy airin tengah mendekapnya di sebuah taman yang sangat indah. membelai rambutnya, menyuapi makanan yang ada di sekitarnya. hingga momy Airin berkata " sayang, sedikit lagi kau akan bertemu dengan dady mu, janga takut , hadapi yang ada di depan mu, jangan jadi pengecut seperti momy yang malah melarikan diri untukmu, temui dady mu, dia menyayangimu, sangat menyayangimu". setelah berkata demikian tiba tiba secara perlahan bayangan momy Airin memudar lalu menghilang begitu saja tanpa jejak. kyara pun berteriak memanggil manggil nama momy , momy. momy. hingga dia terbangun dari mimpinya..
masih di kota New York.di malam yang sunyi itu, akhirnya para anak buah Edward berhasil menangkap buronan incaran mereka yang telah berani kabur dari tahanan.
wanita yang awalnya sedang merehatkan tubuhnya di gubug kecil tak terpakai oleh penduduk sekitar. tiba tiba di sergap oleh beberapa orang berbaju hitam lengkap dengan kaos tangan dan masker. membius wanita itu dengan sebuah sapu tangan yang telah di beri obat tidur. lalu membawa nya pergi begitu saja. pergerakan yang bersih tanpa jejak.
saat wanita itu terbangun, keadaan nya sudah di ikat kaki juga tangan nya, menyadari hal itu pun dia langsung berteriak meminta tolong dengan sangat kencang, dia tak tau kalau ruangan itu adalah ruangan kedap suara, jadi percuma saja berteriak ,tak akan ada yang mendengarnya, lagi pula ruangan itu terletak di ruang bawah tanah kediaman lama Edward Brown .alias rumah yang dulu terbakar itu sudah ia bangun lagi meski tak di tempati oleh dirinya
Edward yang memperkirakan Laura telah sadar dari pingsan nya, ia pun turun untuk memastikan. dan ternyata benar , Laura sedang berusaha melepaskan ikatan nya dari 2 tiang yang mengapitnya itu. di ikat dengan posisi berdiri membuatnya cukup merasa tersiksa, pegal karna terlalu lama berdiri.
"kurang ajar kau Edward, lepaskan aku".teriak laura dengan sangat kencang..
"lepas?. tidak akan pernah, salah kau sendiri. lebih baik kau di penjara oleh pemerintah dari pada di penjara oleh diri ku , tapi kau sendiri yang memilih kabur. jadi jangan salahkan aku jika aku menyiksamu dengan sangat kejam".
"heh. putra ku tak akan mungkin membiarkan ku mati di tangan mu Edward, kau jangan lupa darah lebih kental dari pada air. sebenci apapun putra putra ku ,mereka tak mungkin membunuh ibunya sendiri. bahkan mereka tak memukulku waktu itu, karna apa, mereka putra ku" . jawab laura masih dengan suara teriakan nya yang nyaris habis.
"sayangilah tenggorokan mu itu, karna yah, aku akan memberi mu makan dan minum hanya se kali dalam sehari, bahkan selama putri ku dan airin belom ketemu, aku akan terus menyikasamu tanpa ampun, dan soal putra putra mu, kau tenang saja, tak ada yang tau tempat ini kecuali aku, bahkan tak akan ada yang pernah menyangka bahwa tempat ini ada. kau mengerti?. jadi nikmati masa tahanan mu di sini". setelah mengucapkan itu, Edward langsung pergi dari sana dengan senyuman puas di bibirnya..
anak anak maupun polisi tak perlu tau kalau dia sudah berhasil menangkap Laura , biar saja semua berjalan dengan semestinya. biar mereka menganggap Laura telah kabur jauh dan tak akan bisa di temukan lagi,
di Indonesia sendiri. Devan dengan ke dua orang bayaran nya itu sedang menaiki mobil yang mereka sewa dengan seorang driver dari agen penyewaan mobil agar mereka tak terhimpit masalah . mereka tengah berada dalam perjalanan menuju bandara untuk pergi ke tanah Bali.
meski sedikit informasi mengenai Tio Orlando, itu sudah cukup untuk membantu. meski bukan alamat rumahnya yang ia dapat tapi alamat kantor dan beberapa biodata kecil mengenai Tio Orlando membuatnya merasa yakin akan dengan mudah menemukan keberadaan Kyara dan momy Airin..
singkat cerita. setelah sampai di Bali, ke tiga orang itu langsung mendatangi hotel yang sudah mereka pesan, hotel yang sudah masuk ke jajaran hotel bintang 5 dan termasuk hotel dengan fasilitas terbaik dan terlengkap, kalau soal harga jangan di tanya lagi, satu kamarnya per malam pun di hitung 10 juta rupiah, (cuy satu malem buat satu orang cuy, duit segitu kalo buat aku mah udah buat beli keperluan , belanja ini itu paling lengkap. jiwa misqin aqu meronta guys).
dan ternyata hotel itu termasuk salah satu aset Milik Tio Orlando. bukan satu kebetulan sih memang, itu sudah di rencanakan oleh Devan untuk menginap di hotel milik Tio Orlando agar bisa lebih mudah mendapatkan informasi lebih banyak lagi..
namun tak ada yang tau kan kalau hotel itu tidak di kelola langsung oleh Tio maupun Very sang anak, mereka hanya kadang kadang saja berada di sana untuk mengecek kondisi hotel. itu pun tak tentu pasti jadawalnya kapan, kadang seminggu sekali, dua minggu sekali bahkan hanya sebulan sekali, suka suka yang punya lah.😂😜
namun rencana yang sudah Devan buat dengan matang matang harus terhenti sementara waktu karna tiba tiba Devan jatuh pingsan tepat di depan pintu kamar saat hendak masuk ke dalam.
ke dua orang bayaran nya itu pun langsung menggendong nya masuk lalu meminta bantuan pihak resepsionis hotel untuk menelfon kan dokter terdekat.
setelah di periksa dokter, ternyata kondisi Devan hanya kecapean dan kurang teratur makan nya, jadilah drop seperti ini. jadi saran dokter Devan untuk tetap off dulu dari beberapa kegiatan dan fokus untuk istirahat selama dua hari.