RAVA & SISKA

RAVA & SISKA
R&S#49



Keesokan harinya diruang makan.


"Dek, lu hamil, yang ngurus BDG siapa sekarang?" Tanya Rava.


"Lah iya, gw kaga kepikiran." Jawab Audrey.


"Gw aja, masih sanggup." Sambung Audrey.


"Nggak!" Larang Mike cepat. Ia tidak mau dalam kondisi Audrey yang sedang mengandung harus mengurus BDG.


"Enak aja, aku nggak akan izinin kamu ngurus BDG, ntar ada sesuatu sama kamu, imbasnya ke anak kita, aku nggak mau kejadian sesuatu sama kamu, apa lagi anak kita." Jelas Mike dengan tatapan tajam dan serius.


"Aku nggak mau kalau sampai anakku jadi sadis." Sambung Mike.


"I.. iya kaga." Ucap Audrey yang takut akan tatapan Mike.


"Lu aja gimana, Bang." Ucap Audrey pada Rava.


"Gw?" Tanya Rava menunjuk dirinya sendiri.


Siska mengamati dan menunggu apa yang akan terlontar dari mulut Rava, jawaban iya atau tidak.


"Iya lah elu, siapa lagi." Jawab Audrey serius.


"Gw? kaga lah gila, gw udah tobat ya, kaga mau gw ngurus urusan mafia lagi." Jawab Rava, Siska yang mendengar langsung lega, Rava masih mengingat janji yang ia berikan padanya.


"Non aktifkan saja." Suruh Allice.


"Lah bubar dong." Ucap Audrey yang tidak ingin BDG sampai bubar karena Queenya sendang mengandung.


"Non aktifkan, bukan dibubarkan." Ucap Austin.


"Lah nanti, mafioso gimana nasibnya?" Tanya Audrey.


"Gampang lah ogeb, kan mereka semua juga kerjanya diusaha milik keluarga kita, jadi aman aman aja, mereka nggak akan jadi pengangguran, lagian ada lebihnya juga, ntar kalo kita butuhin sewaktu waktu, mereka bisa langsung siap." Ucap Rava menjelaskan.


"Bener juga." Ucap Audrey mengangguk mengerti.


"Nanti gw ke markas bentar, umumin." Sambung Audrey.


"Nggak, nanti aku yang ke markas, kamu di rumah, jangan kemana mana." Ucap Mike.


"Lah udah kaya burung aja gw, kesana nggak boleh, kesini nggak boleh." Kesal Audrey.


"Itu sama seperti aku dulu, saat mengandung Drian, tidak boleh kesana kemari sama Rava." Ucap Siska.


"Tapi itu juga kebaikan, jadi kamu harus nurut, Mike juga pasti mikirin kebaikan kamu sama anak kamu." Sambung Siska.


"Biar anak gw imut, lucu kayak Drian." Lanjutnya mencolek pipi Drian.


...****************...


Beberapa bulan kemudian, Audrey sudah melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan. Mike dan Audrey menamai anaknya Angelica Putri Mike Lexandra.


Semua keluarga berbahagia akan hal itu, begitu juga Rava dan Siska yang ikut berbahagia dengan kebahagaian yang dirasakan oleh adik nya.


Kini semua keluarga sudah berkumpul di mansion utama keluarga Faraqueen. Merayakan lahirnya Baby Angel juga hari kelahiran Baby Drian. Usia Drian kini sudah menginjak 1 tahun, entah kenapa hari kelahirannya sama dengan adiknya.


Abah juga Umi datang dengan membawa beberapa hadiah untuk cucunya Drian juga beberapa hadiah untuk cucu barunya Angel.


Rava dan Siska yang melihat Drian senang dan selalu berusaha mendekati Angel yang berada dipangkuan Audrey merasa lucu juga gemas.


"Anak mu itu sangat lucu." Ucap Rava pada Siska.


"Anak mu juga, sangat senang memiliki adik." Balas Siska.


"Entah jangan jangan Angel dikira boneka." Sambung Siska.


"Hahah, mana ada, kalo dikira boneka pasti udah diremet, tapi dia engga, malah disayang dicium cium." Ucap Rava.


"Bagaimana jika kita berikan adik untuknya."


"Jangan mengada ngada, Drian belum cukup besar untuk itu." Tolak Siska.


"Iye deh iye, kaga."


Rava dan Siska mengurus anaknya dengan telaten hingga Drian tumbuh menjadi anak yang sangat baik, pengertian, juga lembut. Namun ada kelebihan yang Drian memiliki, dan itu hanya orang tua dan keluarganya yang tahu, apa lagi kalau bukan kelebihan yang dimiliki oleh Ayah dan Tantenya. Bisa mendengar suara batin orang orang yang ada disekitarnya.


Drian tumbuh bersamaan dengan Angel yang selalu bermain main dengannya


Rava dan Siska sangat menyayangi anak dan keponakannya, begitu juga Audrey dan Mike yang menyayangi Angel juga Drian.


Dari pernihakan yang dipaksakan, yang dijalani dengan penuh kasih juga keihklasan hati, maka rasa cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya.


THE END


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author memutuskan untuk menamatkan cerita ini, karena Author udah buntu, nggak tahu lagi harus digimanain.


Semoga kalian nggak kecewa sama endingnya. Thank you so much guys, yang udah selalu dukung dan support karya karya Author yang penuh dengan kekurangan ini.


I hope you guys enjoy it, thank you so much, and see you on the next novel. ( ◜‿◝ )♡