RAVA & SISKA

RAVA & SISKA
R&S#24



Namun belum Siska menghubungi Rava, Dosen sudah datang terlebih dahulu, memanggil Siska untuk ikut dengannya kedalam ruang dekan.


"Siska." Panggil Dosen menyebutkan nama Siska.


Siska yang mendengar langsung saja menoleh dan memasukkan kembali handphone nya kedalam saku.


"Saya, Pak." Ucap Siska langsung berdiri.


"Kamu ikut saya sekarang." Ucap Dosen langsung pergi dari ruang kelas Siska.


"Heh rasain lu." Batin Wati tersenyum senang.


"Sis, semangat, jelasin semuanya." Ucap Aqila menyemangati Siska.


"Makasih, Qila." Ucap Siska langsung menyusul sang dosen.


"Gw hubungin aja si Rava." Batin Aqila langsung mengetikkan pesan untuk Rava, ia juga menelponnya, namun tidak ada jawaban dari Rava.


"Aduh si Rava kemana sih." Gumam Aqila yang mulai kesal.


"Gw ikutin aja dulu Siskanya." Ucap Aqila langsung menyusul Siska keruang rektor.


Didepan ruang rektor ternyata sudah banyak mahasiswa yang berkerumun, Aqila mencoba membuka jalan untuk dirinya sendiri, namun ia tak bisa, jadi ia menghubungi Rava lagi.


"Aduh bangkek nih si Rava." Umpat Aqila yang sudah emosi.


"Roni." Ucap Aqila mengingat Roni, ia menelpon Roni agar Roni bisa menghubungi Rava.


"Beip, kamu ada sama Rava?" Tanya Aqila.


"Enggak tuh, kenapa?"


Tanya Roni disebrang sana.


"Tolong kamu sekarang susulin si Rava ke apartemen sekarang juga, suruh dia ke kampus secepatnya." Ucap Aqila ngerap.


"Ada apa sih? kenapa?"


Tanya Roni yang sangat penasaran.


"Udah deh, sekarang kamu susulin Rava, ini soal Siska, nanti aku jelasin kronologinya pake voice note." Ucap Aqila langsung mematikan panggilannya.


Aqila langsung menjauh dari kerumunan untuk mengirimkan voice note kepada Roni.



Disebrang sana Roni yang mendengar voice note dari Aqila langsung bergegas menuju apartemen Rava dengan kecepatan tinggi, karena ia merasa ini adalah masalah yang harus segera diatasi.


Saat Roni sudah sampai didepan apartemen milik Rava, ia langsung mengetuk pintunya dengan keras agar Rava bisa langsung keluar, karna ia yakin kalau Rava ada didalam, karna sebelum masuk ia sudah melihat mobil Rava yang masih terparkir.


Roni mengetuk pintunya dengan sangat keras dan kasar.


"Rav! rava! buka! buruan!" Teriak Roni menggedor gedor, ia tak perduli dengan pandangan manusia yang lain.


Rava yang mendengar ketukan pintu begitu keras, langsung saja membuka matanya.


"Apaan sih ah?!" Kesalnya langsung membuka pintu.


"Apa?!" Tanya Rava yang kelas.


"Lu sekarang ikut gw ke kampus." Ucap Roni.


"Ngapain? orang masih lama juga." Ucap Rava santuy.


"Iya gw tahu kita masuk masih lama, tapi ini menyangkut masa depan bini lu." Ucap Roni ngerap.


"Kenapa?!" Tanya Rava yang mulai khawatir dan panik.


"Nih lu dengerin." Ucap Roni langsung menunjukkan voice note dari Aqila. Rava yang mendengar langsung menyambar hodienya dan langsung mengambil kunci mobilnya.


Ia sudah tidak memikirkan Roni lagi, ia langsung bergegas ke kampus melihat dan mengatasi masalah yang terjadi pada Siska.


"Buset gw ditinggalin." Gumam Roni.


"Woy Rav, nih pintu gimana?" Tanya Roni yang berteriak, karna Rava meninggalkan apartemen nya tanpa dikunci terlebih dahulu.


Namun Rava yang sudah jauh, tidak dapat mendengar teriakan Roni, Roni langsung saja menutup pintunya, tanpa menguncinya, toh ada cctv batinnya.


Roni langsung saja menyusul Rava ke kampus, juga untuk melihat keadaan kampus. Bagaimana riuhnya gosip yang beredar.


Dimobil Rava memanggil seseorang.


"Kau cari siapa yang menyebarkan gosip dikampus, cari secepatnya dan kirimkan foto pelaku pada ku." Ucap Rava, langsung mematikan panggilannya sepihak.


***************************************


Like


Komen


Vote


Tambahkan favorite 💜


AUTHOR SAYANG KALIAN💕