RAVA & SISKA

RAVA & SISKA
R&S#22



Pagi harinya, seperti biasa Siska bangun terlebih dahulu, ia langsung menyelesaikan urusannya, setelahnya ia memasak sarapan untuknya dan Rava.


Ia membuat nasi goreng yang simpel namun lezat.


Rava yang mencium bau masakan yang sangat harum dan menyengat langsung terbangun dan membuka matanya, mengendus endus baunya.


"Hmmm, pagi pagi udah masak, mana baunya enak banget lagi, bikin laper aja." Gumam Rava mengucek matanya. Ia langsung membereskan bantal dan selimutnya, setelahnya ia langsung menuju kedapur menyusul Siska.


"Masak apa?" Tanya Rava masih dengan suara serak bangun tidur.


"Eh, sudah bangun." Kaget Siska menoleh kearah Rava yang sedang menuangkan air ke gelas.


"Ini masak nasi goreng aja." Ucap Siska.


"Udah mateng belum? laper nih." Ucap Rava mengintip kearah wajan.


"Sebentar lagi." Jawab Siska.


"Nggak mandi dulu? mendingan mandi dulu." Ucap Siska memberikan saran, karna ia melihat wajah Rava yang masih muka muka bangun tidur.


"Nggak ah, nanti aja, lagian aku hari ini kuliah siang." Ucap Rava.


"Yaudah." Ucap Siska langsung mematikan kompornya, karena ia rasa masakannya sudah matang, ia langsung menyajikannya diatas piring dan memberikannya untuk Rava.


"Selamat makan." Ucap Siska.


Sedangkan Rava langsung menyantap nasi goreng buatan Siska dengan semangat.


Rava dan Siska menghabiskan sarapan mereka.


Setelahnya Siska berpamitan untuk kekampus, ia tak lupa mencium punggung tangan Rava.


"Taxinya sudah didepan." Ucap Rava yang sudah memesankan taxi untuk Siska.


"Baiklah, aku berangkat dulu." Pamit Siska mencium punggung tangan Rava.


Siska langsung keluar dari apartemen, namun Rava yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Siska, ia juga keluar untuk mengantar nya hingga masuk kedalam taxi.


"Pak, antarkan dengan selamat." Pesan Rava yang terdengar seperti nada yang mengancam.


"Baik, Tuan." Ucap driver taxi yang tak lain tak bukan adalah driver yang kemarin mengantarkan Siska, entah kebetulan atau sudah kehendak Tuhan.


"Mari, Nyonya." Ucap Driver membukakan pintu untuk Siska.


"Sampai jumpa dikampus." Ucap Rava melambaikan tangannya.


"Iya, jangan terlambat ya nanti." Pesan Siska, ia tak mau jika nanti Rava datang terlambat terus menerus kekampus.


Siska langsung pergi dengan taxinya, sedangkan Rava langsung masuk kedalam apartemen nya kembali, ia tidak langsung bersiap siap, melainkan bersantai dan merebahkan tubuhnya dikasur empuk kamarnya yang sudah lama menunggunya.


"Adohhh enak banget nih kasur." Ucap Rava setelah berbaring.


"Eh kok wangi." Ucapnya lagi menghirup aroma bantal yang baisa digunakan oleh Siska.


"Bini gw harum tiap hari." Ucap Rava tersenyum dengan memeluk bantal tersebut.


Tanpa ia sadari ia tertidur kembali menggunakan bantal wangi rambut Siska tersebut.


Sementara dikampus Wati yang sudah melancarkan aksinya, ia tersenyum bahagia dikelas mendengar semua pembicaraan yang sedang booming di kampusnya. Ia terlihat sangat amat bahagia, entah apa yang sudah dilakukannya.


"Gila ya ternyata dia kayak gitu."


"Gw juga nggak nyangka."


"Mana kelihatan baik baik aja lagi."


"Eh tapi kita nggak boleh percaya berita yang kayak gitu dulu."


"Iya gw setuju, mana tahu itu cuman hoax."


"Iya, kali kan ada yang nggak suka sama dia."


"Heleh berita udah kesebar mana bisa dia ngelak."


"Udah lu pada percaya aja."


"Tapi bener juga."


"Rasain lu, udah nggak punya harga diri lagi disini, gw jamin setelah ini, lu bakal keluar dari kampus ini." Batin Wati senang, karena rencana yang ia buat berhasil.


***************************************


Like


Komen


Vote


Tambahkan favorite 💜


AUTHOR SAYANG KALIAN💕