RAVA & SISKA

RAVA & SISKA
R&S#39



Sudah beberapa hari Siska dan Audrey dirawat dirumah sakit, mulanya Audrey lah yang diizinkan untuk pulang, namun selang beberapa hari Siska diperbolehkan pulang dengan membawa Baby Drian bersama dengan semua keluarga Rava.


"Kondisi Nyonya Siska sudah membaik, untuk itu diperbolehkan untuk pulang." Ucap Dokter yang menangani persalinan Siska, ia menjelaskan bahwa Siska diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah sangat membaik.


"Anak saya?" Tanya Rava.


"Untuk Baby Drian juga diperbolehkan untuk dibawa pulang, karena kondisinya yang cukup baik, meski dia prematur, namun kondisinya sungguh sehat, itu karena Nyonya Siska saat mengandung memberlakukan pola hidup sehat pada dirinya." Tutur Dokter panjang lebar, ia mengizinkan Baby Drian untuk dibawa pulang.


"Makasih, Dokter." Ucap Siska tersenyum senang.


"Sama sama, saya permisi." Pamit Dokter langsung keluar dari ruangan Siska.


Tak lama Audrey dan Mike datang untuk menjenguk Siska.


"Pagi semuanya." Sapa Audrey saat masuk.


"Pagi, Aunty." Sapa balik Siska.


Audrey langsung mendekati Siska yang sedang memangku baby Drian.


"Ucucucu ponakan Aunty, imut banget sih, coba aja gede udah gulung gulung kayaknya." Ucap Audrey, mencolek colek pipi gembul baby Drian.


"Enak aja lu, gulung gulung, anak lu itu ntar, sadis kayak emaknya." Bantah Rava dengan nada mencibir Audrey sang adik.


"Iya, ntar kalo gw punya anak, orang pertama yang dijadiin sasaran tembak elu." Balas Audrey yang tak mau kalah.


Saat Rava ingin menjawab Audrey lagi, tiba tiba Baby Drian menangis.


"Eh, kenapa kok nangis." Ucap Audrey yang kaget dan bingung.


"Pasti karna lu nih Bang, dia tuh ngebelain gw tau lu." Lanjut Audrey yang menyalahkan Rava.


"Apaan lu, pede amat jadi orang, anak gw ya pasti belain gw lah." Balas Rava yang tetap saja tidak mau kalah.


"Kalian ini, udah pada gede tetep aja berantem." Ucap Siska yang sedang menenangkan Baby Drian.


"Haus mungkin, Kak." Ucap Mike yang berdiri disamping Rava.


Siska yang hendak menyusui baby Drian merasa tidak nyaman karena ada Mike disana. Rava yang menyadari langsung menyuruh Mike untuk keluar ruangan sebentar.


Siska langsung saja menyusui Baby Drian, dengan Baby Drian yang sangat semangat menyusu pada Siska.


"Haus banget tuh kayaknya, Kak." Ucap Audrey yang menganati baby Drian yang sedang semangat menyusu.


"Iya." Jawab Siska tersenyum senang.


"Aku beresin barang barang kamu dulu." Ucap Rava yang langung mengambil tas dan measukkan baju baju yang yang dibawa untuk Siska selama ia dirumah sakit.


"Mau kemana?" Tanya Audrey.


"Pulang." Jawab Siska.


"Lhoh, udah boleh pulang?" Tanya Audrey.


"Udah, barusan dokternya yang bilang." Jawab Siska.


"Bagus dah, bisa main tiap hari sama baby Drian kalo gini." Ucap Audrey senang, ia sangat senang malihat baby Drian yang begitu lucu, rasanya ia ingin mempunyai anak sendiri.


"Nggak, nggak boleh, anak gw nggak gw bolehin main sama lu, bisa bisa baru masuk SD udah langsung bunuh orang." Ucap Rava yang tidak ingin anaknya sama seperti dengannya dulu.


"Lah bagus dong, bisa nurunin keahlian papa sama tantenya yang cantik ini." Balas Audrey.


"Kaga, gw nggak mau anak gw kaya gw, cukup gw sama lu aja, nggak anak gw." Ucap Rava menolak mentah mentah. Siska yang mendengar hanya bisa tersenyum senang, ia sangat senang bisa melihat dan mendengar suaminya mengatakan hal yang sama sekali ia tidak duga.


Audrey yang mengerti juga hanya bisa mengangguk, ia juga mengerti apa yang dikhawatirkan oleh Rava, jika anak anaknya sama dengannya dulu.


***************************************


Like


Komen


Vote


Tambahkan favorite 💜


AUTHOR SAYANG KALIAN💕