
Dikamar Rava dan Siska, Rava menaruh Baby Drian kedalam tempat tidurnya sendiri disamping tempat tidur Rava dan Siska.
"Sudah kamu tidur saja, pasti lelah, baru juga keluar dari rumah sakit, harus banyak istirahat." Ucap Rava pada Siska. Siska juga langsung naik keatas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya.
"Kamu tidak tidur?" Tanya Siska pada Rava yang masih mengamati Baby Drian yang tidur dengan sangat lucu.
"Tidur, nanti dulu, aku masih belum puas memandang wajah imutnya." Jawab Rava setia memandang wajah putranya.
"Ada ada saja kamu ini, kalau kamu tidak segera tidur, Drian nanti akan bangun saat kamu hendak tidur, begadang deh semalaman jadinya." Ucap Siska yang sudah mulai membiasakan dirinya bangun tengah malam menemani Baby Drian yang selalu mengajak begadang.
"Iya juga, mari kita tidur." Ajak Rava cepat, ia langsung naik keatas tempat tidur, dan langsung merebahkan tubuhnya disamping Siska.
"Aku jadi kepikiran, bagaimana jika punya satu anak lagi?" Tanya Rava sembari memiringkan tubuhnya menghadap Siska.
"Ha? secepat ini? Drian saja masih kecil, masa mau dibuatkan adik." Kaget Siska.
"Tentu tidak sekarang, satu tahun lagi saja, saat Drian sudah bisa berjalan, juga Audrey yang mengandung, pasti seru, istri dan adikku mengandung bersamaan." Tutur Rava membayangkan.
"Untung saja." Ucap Siska bernafas lega.
"Untung? apa?" Tanya Rava yang tidak mengerti.
"Ah, tidak, tidak ada."
Rava yang tidak puas akan jawaban Siska, berpikir dengan sendirinya apa yang dimaksud oleh Siska, saat ia sudah menemukan jawabannya ia langsung tersenyum, mendapati pikiran Siska.
"Kamu ini, aku juga tidak akan menyakitimu, masa iya bekas jahitan masih belum sembuh sepenuhnya mau melakukan itu." Ucap Rava tersenyum pada Siska.
"Iya, makannya aku bernafas lega."
"Hahah, tidur saja, nanti Drian bangun." Ucap Rava memposisikan tubuhnya kembali dengan nyaman.
Tengah malam, tiba tiba Rava terbangun dengan sendirinya, ia langsung melihat Siska yang masih tertidur lelap, juga Drian yang masih tidur.
Ia mengambil gelas berisi air di nakas, samping tempat tidurnya dan meminum airnya.
Namun saat ia meminumnya telinganya menyadari sebuah bunyi yang terus berirama samar samar namun pasti. Ia tahu suara siapa dan kenapa dengan pemilik suara tersebut.
"Tapi ga papa dah, biar cepet nyusul juga." Lanjutnya bergumam.
"Kenapa?" Tanya Siska hang yang juga tiba tiba terbangun.
"Loh, kenapa bangun? tidur aja lagi, Drian masih tidur." Ucap Rava.
Siska juga menyadari suara yang didengar Rava tadi.
"Suara apa itu?" Tanya Siska.
"Eh, engga usah didenger, tidur aja lagi." Ucap Rava cepat, ia langsung menutup telinga Siska agar ia tidur kembali dan tidak mendengar suara itu lagi.
"Kamu aneh ih, aku juga tahu kali, itu suara apa." Ucap Siska.
"Lah tahu toh, kalo tahu, tetep aja jangan didenger, pura pura aja nggak denger, ok?"
"Ok."
"Yaudah tidur aja lagi." Ucap Rava memeluk Siska dan langsung menutup matanya, begitu juga Siska.
"Emang yah, nggak ada akhlak, sampe bini gw kebangun, untung anak gw masih nyenyak, besok gw pasang peredam suara ditiap kamar." Batin Rava sebelum benar benar tertidur kembali.
***************************************
Like
Komen
Vote
Tambahkan favorite 💜
AUTHOR SAYANG KALIAN💕