
Kurir yang mengantarkan pesanan bubur yang dipesan oleh Mike datang, Bibi langsung saja menyajikannya pada semua anggota keluarga.
"Ini Tuan Nyonya, buburnya." Ucap Bibi menyajikannya.
"Makasih ya Bi, itu yang sisanya dibagi bagi aja." Ucap Mike.
"Iya Tuan, makasih." Ucap Bibi langsung kembali kedapur.
"Nyonya, buburnya udah diruang keluarga." Ucap Bibi pada Siska yang membutakan bubur untuk Audrey.
"Iya Bi, Bibi makan duluan aja." Ucap Siska.
"Iya, Nyah."
Setelah Siska selesai membuatkan bubur untuk Audrey, ia langsung memberikannya pada Audrey.
"Ini Dek, buburnya." Ucap Siska memberikan semangkuk bubur bayi pada Audrey.
"Makasih, Kak." Audrey mengambil buburnya dengan senang hati.
Siska langsung duduk disamping Rava.
"Kamu makan aja buburnya, biar Drian sama aku dulu." Ucap Rava.
"Enggak ah, berdua aja." Ucap Siska menyuapkan bubur ketan hitam pada Rava, dengan senang hati Rava membuka mulutnya disuapi oleh Siska.
"Emmm enak." Ucap Audrey yang menikmati bubur bayi.
"Emang rasanya gimana?" Tanya Mike yang tiba tiba penasaran.
"Enak, kalo mau nih aaaaaa." Audrey memajukan sendoknya kedepan mulut Mike. Mike langsung memakan buburnya, namun saat ia menelannya, rasanya ingin sekali dia memundurkan waktu agar mulutnya tidak menerim bubur tersebut.
"Enak dari mananya, kayak makan tepung." Ucap Mike langsung memakan bubur ketan hitamnya agar sisa rasa dari bubur bayi yang baru saja masuk dengan tidak permisi kedalam mulutnya hilang.
"Lah gimana sih, orang enak gini." Audrey merasakan bubur yang ia makan rasanya enak.
"Aneh lu." Cibir Rava.
"Hust, makan dulu, baru ngomong." Ucap Siska mengingatkan Rava agar menelan makanannya dulu baru berbicara.
"Iya iya." Rava langsung menelan makanannya.
Setelah semua selesai memakan bubur masing masing, Rava mulai bermain dengan Drian kembali, tentu saja bersama dengan Siska dan yang lain.
Saat ditengah tengah candaan, tiba tiba Audrey yang tidak ada angin tidak ada hujan, langsung berlari ke kamar mandi dengan cepatnya. Mike yang melihat langsung saja menyusul Audrey.
Hoek, hoek, hoek.
Audrey memuntahkan semua isi perutnya.
Mike dengan sigapnya langsung memijit kecil tengkuk Audrey.
"Kenapa? kamu sakit?" Tanya Mike yang khawatir.
"Nggak tahu, tiba tiba mual." Jawab Audrey membasuh mulutnya.
"Dek, kenapa?" Tanya Siska yang datang menghampiri Audrey.
"Nggak tahu Kak, mual aja rasanya." Jawab Audrey yang masih merasakan perutnya yang diputar putar.
"Mike, kamu ajak Audrey duduk aja, aku buatin teh hangat dulu." Suruh Siska.
"Iya, Kak."
Mike langsung membawa Audrey duduk kembali.
"Kenapa? kamu sakit?" Tanya Allice.
"Nggak Ma, cuman mual aja." Jawab Audrey.
"Mual? hamidun lu jangan jangan." Celetuk Rava.
"Iya, mana tadi minta bubur bayi, random banget." Ucap Austin.
"Kaga dah kayaknya, palingan tadi makan bubur bayi kebanyakan." Sambung Audrey menduga.
"Panggil dokter." Suruh Allice pada Austin.
"Eh Ma, nggak perlu." Seru Audrey cepat.
"Diam lah, diperiksa saja, mana tahu benar apa yang dikatakan Kakakmu, dia juga sudah punya istri." Ucap Allice.
Siska datang membawa segelas teh hangat.
"Minum Dek, biar mualnya mendingan." Ucap Siska memberikan gelasnya. Audrey langsung meminum dengan perlahan lahan.
"Kak gimana rasanya waktu pertama kali hamil?" Tanya Audrey.
"Pusing, mual, kayak kamu sekarang ini." Jawab Siska.
"Apa mungkin aku...."
"Mungkin saja, kan kamu udah punya suami." Jawab Siska tahu apa yang dipikirkan Audrey.
"Kamu ke kamar dulu, tunggu dokternya datang." Suruh Allice.
"Iya, Ma."
Mike langsung membawa Audrey masuk kedalam kamar, menunggu dokter yang dipanggil oleh Austin datang.
Saat dokter datang, ia langsung memeriksa Audrey dengan seksama, ia juga meminta Audrey untuk melakukan tes menggunakan test pack.
"Selamat Nyonya, Anda hamil." Ucap Dokter memberikan kabar yang sangat baik, dan ditunggu tunggu oleh Audrey sendiri juga Mike tentunya.
"Beneran?!" Kaget Audrey.
"Iya Nyonya, Anda hamil, mohon dijaga agar kandungannya sehat ya."
"Untuk Tuan Mike, agar siap siaga menjaga Nyonya Audrey, karena dalam awal awal kehamilan Nyonya Audrey akan rentan." Pesan Dokter.
"Pasti, Dokter." Ucap Mike yang sungguh senang, ia langsung mendekati Audrey dan memeluknya dengan senang.
"Untuk obat dan vitamin, bisa langsung ditebus di apotek." Ucap Dokter memberikan secarik kertas.
"Makasih Dok, saya antar." Ucap Austin lalu mengantarkan Dokter keluar.
"Selamat Sayang, kamu akan jadi ibu." Ucap Allice senang melihat Audrey yang akan menjadi Ibu.
"Iya Ma, makasih."
"Apa gw bilang, hamidun kan lu, maen terus si." Ucap Rava.
"Ravaaaa." Tegur Siska.
"Hehe, iya." Cengir Rava.
"Selamat ya, Dek." Ucap Siska ikut senang.
"Makasih, Kak." Ucap Audrey yang sudah berkaca kaca.
"Sudah ayo, kita keluar, biarkan mereka merasa bahagia." Ucap Allice.
"Siyap, Nenek." Jawab Rava yang masih menggendong Baby Drian.
***************************************
Like
Komen
Vote
Tambahkan favorite 💜
AUTHOR SAYANG KALIAN💕