RAVA & SISKA

RAVA & SISKA
R&S#23



Siska yang baru saja turun dari taxi langsung masuk kedalam area kampus, disepanjang jalan ia terus dilihat oleh para mahasiswa yang melintas, ia juga tidak mengerti kenapa semua orang melihatnya dengan tatapan yang sulit ia artikan.


"Mereka pada kenapa? ada yang salah ya sama pakaian yang aku kenakan." Batin Siska melihat tubuhnya sendiri, ia merasa sangat tidak nyaman.


Namun ia terus melanjutkan langkahnya, berusaha untuk tidak memperdulikan orang orang yang melihatnya, namun disepanjang koridor kampus ia terus dilihat dan ducibir.


"Noh lihat tuh orangnya udah dateng."


"Masih punya harga diri kali."


"Mana nggak ada beban banget mukanya."


"Putus kali urat malunya."


Cibir para mahasiswa yang ada disepanjang koridor.


Siska yang mendengar cibiran demi cibiran yang melintas ditelinganya tanpa permisi, ia berusaha untuk berpikir positif, mungkin bukan dia yang mereka maksud.


"Mereka pada nyindir siapa sih, tau ah mending kekelas." Batin Siska terus berjalan menuju kelasnya yang sudah dekat.


Sampai dikelas ia masih saja mendengar ucapan ucapan para mahasiswa yang terus merujuk pada satu individu.


"Itu tuh lihat."


"Mana mana."


"Itu tuh, yang sok suci padahal enggak."


"Iya sok suci banget."


"Penampilannya aja udah kaya ustadzah tapi kelakuannya minus."


"Iya ternyata ******."


Gosip para mahasiswa yang terdengar ditelinga Siska.


"Kenapa mereka menyebutku begitu, aku bahkan tidak melakukan apapun yang tidak bermoral." Batin Siska menunduk berusaha tidak mendengar semua gosip ia, mengalihkannya dengan membaca buku.


Tak lama datanglah Aqila yang langsung berjalan cepat mendekat pada Siska.


"Siska." Panggil Aqila dengan nada yang cepat dan ngerap.


Siska yang kaget langsung menoleh kearah Aqila.


"Ada apa? kenapa kamu heboh sekali?" Tanya Siska yang melihat Aqila begitu panik dan ter engah engah. Ia langsung mengeluarkan botol minum dari tasnya dan memberikannya pada Aqila untuk ia minum.


"Makasih." Ucap Aqila mengambil botol tersebut dan meminum airnya dengan cepat.


"Lu udah denger apa belom?" Tanya Aqila.


"Denger apa? kalau suara kamu aku udah denger." Ucap Siska menutup botol minumnya dan memasukkannya kembali kedalam tasnya.


"Emang ada apa sih?" Tanya Siska, Aqila langsung menggeser kursinya agar mepet dengan Siska.


"Lu tahu, gosip tentang lu engga, udah kesebar diseluruh fakultas, dan gw nggak tahu siapa yang nyebarin." Ucap Aqila.


"Berita apa?" Tanya Siska serius.


"Gini, lu tadi oasri denger semua yang diucapin para mahasiswa disepanjang jalan, itu mereka dapet gosip kalau elu itu adalah wanita yang enggak bener, terus lu udah dipake sama orang." Tutur Aqila menjelaskan.


Siska yang mendengar dengan otomatis membulatkan matanya sempurna.


"Ba..bagaimana bisa?!" Kaget Siska dengan menutup mulutnya.


"Gw tahu lu bakal kaget, tapi ini yang gw denger denger, dan pas gw tanya sama salah satu dari mereka, mereka cuman bilang dapet dari seseorang yang engga dikenal." Jelas Aqila.


"Bagaimana ini, padahal aku tidak melakukan apa apa." Ucap Siska.


"Iya, gw percaya sama lu, tapi mereka nggak akan bisa ngerti." Ucap Aqila juga bingung harus melakukan apa.


"Yasudah biarkan saja, nanti juga terungkap." Ucap Siska.


"Iya juga, tapi sekarang pasti dosen udah pada tahu." Ucap Aqila.


"Kalau mereka tahu, nanti lu bisa dipanggil sama dekan." Lanjut Aqila.


Siska juga langsung tersadar akan hal yang dibicarakan oleh Aqila.


"Beasiswa ku." Ucap Siska baru menyadarinya.


"Itu yang gw maksud." Ucap Aqila.


"Nanti akan ku jelaskan pada dosen dan rektor dengan sebenar benarnya." Ucap Siska.


"Soal lu sama Rava gimana?" Tanya Aqila.


"Akan ku tanyakan pada Rava." Ucapnya langsung mengeluarkan handphone dari sakunya.


***************************************


Like


Komen


Vote


Tambahkan favorite 💜


AUTHOR SAYANG KALIAN💕