
Setelah beberapa bulan dirumah saja, kini Audrey ingin membawa Siska keluar rumah, hanya untuk berbelanja dan mencari udara segar diluar, tentu dengan persetujuan Rava suami Siska dan Mike yang sekarang sudah berstatus sebagai suami Audrey.
di supermarket Audrey dan Siska membeli beberapa bahan makanan dan kebutuhan yang dibutuhkan saja, setelahnya mereka masuk kembali kedalam mobil dengan belanjaan yang dibawakan oleh sopir.
"Nyonya kita langsung kembali atau pergi kemana lagi?" Tanya Sopir.
"Em, kemana Kak?" Tanya Audrey pada Siska.
"Kemana saja boleh."
"Gimana kalau kemall, beli pakaian bayi." Usul Audrey.
"Boleh juga."
"Ok Pak, kemall." Ucap Audrey.
"Baik, Nyonya."
Sampai dimall, Audrey membantu Siska memilihkan beberapa baju bayi yang dia sukai, sama seperti halnya dengan Siska.
"Eh Kak, itu lihat, sepatunya lucu banget." Ucap Audrey menunjuk sepasang sepatu bayi yang menurutnya sangat lucu.
"Ah iya itu lucu sekali." Ucap Siska juga setuju.
"Beli saja ya." Ucap Audrey.
"Boleh, pasti nanti akan kepakai kok."
"Ok beli."
Setelah berbelanja, mereka berdua langsung kembali kemobil.
"Pak, langsung balik aja, ntar Abang nyariin." Ucap Audrey.
"Baik, Nyonya."
Namun dijalan tiba tiba ada bus yang melaju dengan kecepatan tinggi menghampiri mobil yang ditumpangi Audrey dan Siska, sang Sopir yang sudah berusaha menghindar, namun terlambat langsung saja tertabrak, mobil yang ditumpangi Audrey dan Siska terguling hingga beberapa kali.
Siska yang berada dibelakang bersama Audrey langsung memeluk Audrey dengan erat.
"Ya Tuhan, selamatkanlah kami."
"Selamatkan bayi ku." Batin Siska berdoa sebelum ia menutup matanya pingsan, dengan bagian bawah tubuhnya mengekuarkan darah.
Semua yang ada dijalan tersebut langsung mengerumuni bus dan mobil Siska.
Mereka berusaha menyelamatkan orang orang yang ada didalamnya.
Setelah Siska, Audrey dan sang sopir dikeluarkan dari mobil. Datanglah ambulans dan beberapa mobil polisi.
"Cepat bawa mereka, dia mengalami pendarahan." Ucap salah satu pengendara yang tadi mengeluarkan Siska dan Audrey dari dalam mobil dan memasukkan mereka kedalam ambulance.
"Cari barang korban, jika ada identitas langsung hubungi keluarganya." Suruh polisi yang bertugas, para polisi langsung menggeledah mobil Audrey dan Siska.
Baiknya mereka menemukan dompet dan handphone milik Siska dan Audrey.
Mereka membaca identitas Audrey.
"Komandan, mereka keluarga Faraqueen." Ucapnya setelah membaca identitas Audrey.
"Cepat hubungi suaminya." Titah komandan.
Para polisi langsung menghubungi Rava melalui handphone milik Siska.
"Hallo dengan suami nyonya Siska?" Tanya Polisi.
"Iya, saya sendiri, ada apa dengan istri saya? kenapa bukan dia yang menelpon?" Tanya Rava.
"Maaf tuan, nyonya Siska bersama dengan nyonya Audrey juga satu sopir mengalami kecelakaan, akibat rem blong bus, sekarang mereka semua sudah dibawa ke rumah sakit mawar." Ucapnya menjelaskan.
Tanpa menjawab Rava disebarang sana langsung bergegas menuju rumah sakit yang dimaksud, ia juga tak lupa menghubungi Mike dan yang lain.
Sampai dirumah sakit, Rava langsung berlari.
"Siska dan Audrey Faraqueen." Ucap Rava panik didepan resepsionis.
"Mari Tuan." Jawab Resepsionis langsung mengantarkan Rava beserta yang lain.
Saat itu juga keluarlah seorang dokter.
"Keluarga nyonya Siska dan Audrey." Ucapnya.
"Kami!" Ucap semuanya (Rava, Mike, Allice dan Austin.)
"Untuk nyonya Audrey sudah kami tangani, keadaannya tidak terlalu serius, namun untuk nyonya Siska, kami harus mengambil tindakan operasi." Tutur Dokter.
"Namun, kami hanya bisa menyelamatkan salah satu dari mereka, antara ibu dan bayinya." Ucap Dokter.
"SELAMATKAN KEDUANYA!" Marah Rava mencekeram kerah sang Dokter.
"Tuan, saya mohon."
"Jika kau tidak menyelamatkan keduanya maka nyawamu berada ditanganku!" Ancam Rava yang sudah sangat khawatir dengan kondisi Siska dan bayinya, ia malah diberi pilihan antara Siska dan bayinya.
"Ba.. baiklah, kamu akan berusaha semampu kami." Ucap Dokter langsung masuk kedalam, dan membawa Siska masuk kedalam ruang operasi.
Saat Siska dibawa keluar oleh Dokter, Rava langsung menangis melihat Siska yang terbaring menutup matanya dengan darah yang terus mengalir.
"Maaf, keluarga mohon menunggu diluar." Ucap Suster langsung menutup pintu ruang operasi.
Rava langsung terjatuh merosot kelantai, ia sama sekali tidak menduga ini akan terjadi pada keluarganya, ia terus menangis.
Austin yang melihat putranya seperti itu langsung memeluknya dengan erat, berusaha menguatkannya.
"Rava, kuatlah." Ucap Austin.
"Pa, Siska Pa, Siska." Tangis Rava.
Allice juga langsung mendekat dan menguatkan sang putra.
"Rava bangun, kuatkan dirimu demi Siska dan anak mu, doakan mereka agar mereka selamat, didalam Siska sedang mempertaruhkan nyawanya, jika kau putus asa begini bagaimana bisa nanti kau melihat mereka terbangun." Ucap Allice.
Rava langsung mendongak menatap sang Mama.
Ia langsung berdiri dan mengusap air matanya.
"Bang, kuat ya." Ucap Mike juga berusaha menguatkan Rava.
Rava langsung mengangguk.
"Temani lah Audrey dulu." Suruh Rava pada Mike, ia juga tahu jika Mike khawatir dengan kondisi Audrey.
"Iya, Bang."
Mike langsung pergi keruangan dimana Audrey sedang dipantau. Ia tidak diizinkan untuk masuk terlebih dahulu sampai Audrey dipindahkan kedalam ruang rawat.
Rava, Allice dan Austin menunggu didepan ruang operasi, setelah beberapa jam menunggu, Dokter keluar dengan wajah senang.
"Gimana?" Tanya Allice dingin.
"Selamat Tuan, Nyonya bayinya berhasil selamat, Ibunya juga berhasil diselamatkan, ini karena kuasa dari Tuhan, juga doa doa dari kalian." Ucap Dokter.
"Untuk bayinya berjenis kelamin laki laki, karena belum waktunya untuk lahir, maka akan ditaruh didalam tabung inkubator." Lanjutnya.
"Untuk ibunya, masih perlu waktu pemulihan, mungkin dalam beberapa hari ia akan bangun." Lanjutnya lagi.
"Terima kasih, Dokter." Ucap Rava sangat sangatlah bersyukur.
"Baik, untuk ibunya akan dipindahkan diruang.."
"VVIP, satukan dengan Audrey." Ucap Allice.
"Baik, Nyonya." Jawab Dokter menurut.
"Untuk Ayahnya, mari ikut kami untuk mengadzani, dan melihat bayinya." Ucap Dokter.
"Mari ikut saya." Ucap Suster memimpin jalan.
Rava melihat bayi kecilnya yang lucu dan imut, ia langsung mengadzaninya dengan perasaan campur aduk, senang, terharu dicampur jadi satu.
Setelah mengadzaninya ia langsung memotret bayinya, agar dapat ditunjukkan kepada yang lain.
"Jaga anakku dengan baik." Pesan Rava.
"Pasti, Tuan."
Rava langsung keluar menuju ruangan dimana Siska dan Audrey dirawat, keduanya masih tidak sadarkan diri.
***************************************
Like
Komen
Vote
Tambahkan favorite 💜
AUTHOR SAYANG KALIAN💕