Radiant Energy/Strahlungsenergie

Radiant Energy/Strahlungsenergie
Bab 34



Kenapa justru wajah Della yang tergambar di tato tersebut, padahal bisa gambar yang lain. Contoh, seperti gambar binatang buas berupa serigala, singa, ular atau binatang buas lainnya, itulah isi pikiran Daella. Tak habis pikir memikirkan Lea yang bisa-bisanya terpikir untuk menerapkan gambar wajah Daella di punggungnya. 


Kini Lea pun kembali memakai pakaiannya untuk menutupi tato di punggungnya tersebut. Ia berusaha bersikap normal seperti biasa padahal jantungnya saja seperti akan meletup. Lea duduk di sofa tempat ia duduk tadi, lalu melanjutkan menonton film yang si kembar putar. Masih dengan film yang sama. 


Salah satu dari si kembar yakni Garson sempat melirik kearah Lea yang tengah duduk kalem sembari menonton, seolah-olah tidak ada yang terjadi. Kemudian Garson mendekatkan bibirnya ke telinga Daella, lalu berbisik "lihat itu Daella sekarang dia lagi sok cool. Gue yakin sebenarnya dia lagi deg-degan. " lalu Garson pun kembali duduk dengan tenang. 


Setelah mendengar bisikan dari Garson membuat Daella penasaran lalu melirik ke arah Lea. Di saat itu ia melihat Lea benar-benar duduk dengan tenang tetapi dengan wajah yang memerah dan berkeringat, membuat Daella sedikit ingin tertawa. Daella pun kembali memalingkan wajahnya dan menikmati film yang sedang ia tonton tersebut. 


Perlahan suasana canggung pun memudar hingga tibalah mereka yang mulai lelah menonton dan mengantuk. Daella yang memang sudah lebih awal mengantuk, tertidur di sofa dengan posisinya yang masih duduk dan tangan menyilang di dada. 


Melihat Daella yang sudah terlelap membuat Lea pun menghampiri Daella, ia menggendong Daella lalu di bawa ke kamarnya. Daella dibaringkan di kasur miliknya dan ia juga membaringkan dirinya di samping Daella. Bukannya ikut tertidur, Lea justru terus memandangi wajah cantik Daella yang kini tengah terlelap, kemudian di elus lah wajah mulus tersebut. 


"Beberapa hari yang lalu aku sulit untuk tidur bahkan pernah tidak tidur sama sekali. Namun hari ini mungkin aku tidak tidur lagi karena terus memandangi wajah kamu Daella, wajah dengan luka yang kamu bilang keren, " ucap Lea dengan posisi ia yang saat ini menopang kepalanya sembari menatapi wajah Daella. 


Hari jumat pukul 7 pagi. sudah beberapa hari ini Daella tidak bersekolah dan hari ini ia harus kembali masuk sekolah seperti semula. Namun yang akan bersekolah pun masih tertidur pulas di atas kasur empuknya. 


Lea yang tidak tidur semalaman pun mencoba membangunkan Daella dengan lembut. "Bangun sayang, udah pagi, " ucapnya tetapi tak ada respon dari Daella. Lea pun kembali membangunkan Daella dengan sebutan yang berbeda. 


"Meine liebe, bangun hei. " masih tetap sama Daella tak bangun ataupun bergerak. "Daella? D-daella?? " Lea panik dengan Daella yang tak bangun-bangun, ia pun menggoyang-goyangkan tubuh Daella hingga Akhirnya Daella terbangun. 


"Woyy! Elah ah. gue tidur bukan mati, " sahut Daella kemudian setelah merasa terganggu dengan perbuatan Lea. Sebenarnya ia mendengar Lea yang membangunkan dirinya, tetapi ia sengaja tidak menjawabnya karena masih mengantuk. 


Siapa yang tidak panik jika kita beberapa kali membangunkan seseorang, tetapi seseorang tersebut tidak bangun. Itulah yang dikatakan Lea kepada Daella, sedangkan Daella hanya menatapnya datar lalu mengatai Lea lebay. Kemudian Daella beranjak bangun dari ranjang dan langsung pergi mandi. Lea hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak muda jaman sekarang. 


Setibanya Daella di sekolah, perlahan ia melangkahkan kakinya ke dalam area sekolah sembari ia mencari-cari beberapa sahabatnya. Beberapa siswa/i memperhatikan Daella, ia berpikir mungkin karena luka di wajahnga. Tak lama terdengar suara yang ia kenal memanggilnya dari belakang, ia pun menoleh ke arah yang memanggilnya tersebut. 


"D-daella??? Iya bener Daellaa!! " ucap salah satu sahabatnya yakni Thea. Thea dan 3 sahabat Daella lainnya langsung berlari menghampiri Daella dan memeluknya.


"Lu dari mana aja Daellaaa?? Kenapa ga ada kabar beberapa hari ini? Terus itu luka apa di wajah sama tangan lu? " kini Ellsie yang berucap. Mereka semua bertanya-tanya luka apa yang di miliki Daella tersebut dan apa yang telah terjadi terhadap Daella sehingga ia memiliki luka-luka tersebut. 


Sebelumnya Daella menyuruh para sahabatnya untuk tenang dan masuk ke kelas terlebih dahulu, barulah setelah itu Daella menceritakan semua kejadian yang telah terjadi padanya selama beberapa hari ini. Kesal, bahagia dan sedih campur aduk di hati para sahabat Daella setelah mereka mendengar cerita dari Daella. Namun mereka sangat bersyukur luka Daella tak parah dan hubungannya dengan Lea juga membaik, bahkan Daella telah resmi menjadi tunangan Lea. 


Saat ini Daella sedang bingung memikirkan bagaimana cara ia menghubungi kerabatnya, sedangkan nomor mereka pun sudah tak di milikinya. Apakah ia harus meminta langsung kepada mereka? Pikirnya. Namun apa yang harus ia jelaskan? Ia tidak ingin memberitahu yang sebenarnya kepada kerabatnya, atau ia harus berbohong? 


Di perjalanan Daella menuju ruang guru untuk mengumpulkan tugasnya yang terdahulu, ia berpapasan dengan Nico tengah turun tangga dari lantai 2. Mungkin ia habis makan bekal bersama dengan kakaknya. 


"Kak Daella?? " Terkejut karena ia yang berpapasan dengan Daella, Nico pun langsung buru-buru turun tangga dan untuk yang kesekian kalinya Nico memeluk Daella. Memeluknya sembari menangis dan berkata maaf. "Maaf kak Daella, kami ga sempat bantu kakak untuk melawan pria-pria malam itu. Itulah yang diucapkan Nico kepada Daella. 


Daella tertegun di dalam pelukan Nico, pikirnya bagaimana Nico bisa mengetahui hal tersebut? Lalu Daella pun bertanya kepada Nico. Nico menjelaskan kalau ia dan Zohan melihat Daella yang telah terluka tengah memasukkan taxi bersama seorang wanita lainnya. Mereka pun bertanya-tanya kepada beberapa orang di sekitar tentang apa yang baru saja terjadi. 


Setelah mereka mengetahui tentang kejadiannya, sontak mereka terkejut serta merasa bersalah karena mereka yang tidak sempat membantu Daella dan berakhir Daella yang terluka. Awalnya mereka ingin menyusul Daella ke rumah sakit, tetapi ada suatu alasan yang membuat mereka mengurungkan niatnya. 


Daella mengelus-elus rambut Nico. "Gpp Nico, ini bukan hal besar, " ucap Daella setelah mendengar penjelasan dari Nico. "Oiya, kak Zohan di kelas ga? " tanya Daella kemudian, ia ingin bertemu dengan Zohan.


"Ada. Dia lagi mabar sama temennya. " Nico pun mengantarkan Daella ke kelas Zohan. 


Sampai di kelas, benar saja Zohan sedang asik mabar game online bersama 3 teman lainnya.  "Kak Zohannn, " panggil Daella dari pintu kelas Zohan. Seketika itu pun yang dipanggil melirik ke arah yang memanggilnya. 


"D-daella? " Saat itu pun Zohan langsung logout dari gamenya, ia menghampiri Daella dan memeluknya begitu erat. Zohan sudah membuang jauh-jauh perasaannya terhadap Daella, kini ia lebih menganggap Daella sebagai adik perempuannya dan ia ingin menjaga serta melindungi Daella dari segala hal yang membahayakan Daella. 


Daella yang dipeluk Zohan pun sempat terkejut, tetapi pada akhirnya ia membalas pelukan Zohan dengan ia yang yang berkata kalau ia baik-baik saja. Nico sangat senang melihat Zohan dan Daella yang saat ini saling berpelukan, rasanya ia seperti memiliki dua saudara. 


Semoga kak Daella beneran saudara aku deh. Batin Nico iseng, ia pun tertawa kecil atas apa yang ia ucapkan dalam batinnya. Ngomong apaan si aku. 


Bell masuk kembali berbunyi, Daella pun pamit kepada Zohan setelah ia yang sedikit mengobrol dengan Zohan juga Nico. Lalu ia kembali ke lantai satu bersama Nico yang juga kelasnya berada di lantai yang sama. 


...~...


...Tbc:...