
Merekaa… Urat kesal Lea timbul setelah melihat 3 bersaudara berwajah sama, berada di kediamannya.
Sebelumnya, ketika Lea dan Daella sedang pamit pulang kepada Inre datanglah si kembar yang menghampiri mereka berdua. Salah satu dari si kembar mengatakan kalau mereka ingin menginap di rumah Lea bersama Daella. Mereka bertiga juga sudah menyiapkan pakaian salinan dan seragam sekolah untuk besok.
Lea menolak. Ia tidak mengizinkan 3 bersaudara tersebut menginap di rumahnya, karena Lea ingin menghabiskan waktu berdua dengan Daella tanpa ada yang mengganggu mereka. Kalau pelayan kan sudah tidak mungkin akan mengganggu momen mereka berdua, tetapi bila itu si kembar pasti ada saja yang mereka lakukan dan Lea tidak ingin hal tersebut terjadi.
Daella tidak tega melihat si kembar yang tak di izinkan menginap di rumah Lea, tetapi mau bagaimana lagi. Walaupun sekarang ia sudah menjadi tunangan Lea, tetapi ia belum berani untuk mengatur-atur apa yang milik Lea.
Di saat mendapat penolakan dari Lea, Garren, Garvyn dan Garson saling lirik-lirikan satu sama lainnya kemudian mereka memutuskan untuk memakai jurus pamungkas mereka. 3 bersaudara tersebut pun memasang wajah memelas mereka sembari memohon di hadapan Daella. Pikir mereka, Lea memang sudah tidak terpengaruh lagi dengan jurus pamungkas mereka tersebut, tetapi masih ada Daella dan mereka sangat yakin kalau Daella akan luluh.
Yaps, benar saja. Pada akhirnya Daella langsung mengajak mereka bertiga masuk ke dalam mobil tanpa meminta persetujuan dari Lea terlebih dahulu. Bagaimana mungkin Daella bisa menolak permohonan dari 3 anak kucing nan imut seperti itu, pikir Daella. Itulah penglihatan Daella terhadap 3 bersaudara tersebut.
Lea tidak bisa membantah sesuatu jika sudah Daella yang memutuskan. Ia pun mengalah dan membiarkan si kembar menginap di kediamannya.
"Gimana kalau sekarang kita nonton drama? " Setelah mereka tiba di rumah Lea, beberapa waktu kemudian Garren berinisiatif untuk mengajak Daella dan yang lainnya menonton sebuah drama luar negeri yang pernah populer.
"Wah, bagus tuh. Pasti seru kan yah kalau kita nontonnya ramean kaya gini, " sahut Daella setuju dengan perkataan Garren dan 2 saudara Garren lainnya pun ikut setuju, terutama Garvyn. Ia sangat menyukai momen nonton bersama.
Melihat mereka yang asik menonton film bersama tanpa mengajaknya membuat Lea terpaksa ikut bergabung dengan mereka. ia yang habis selesai mandi pun duduk di sofa lainnya dan menonton film yang menurutnya sangat membosankan.
Bahkan untuk duduk di samping Daella pun terhalangi sama mereka batin Lea. Kesal rasanya melihat Daella yang malah duduk di kelilingi si kembar, di mana Garren, Garson berada di sebelah kiri Daella dan Garvyn berada di sebelah kanan Daella, sedangkan ia yang merupakan tunangan Daella justru duduk di sofa yang jauh dari Daella. Menyebalkan, pikir Lea.
Beberapa menit setelah film diputar Daella sempat menjeda susana di ruangan tersebut. "Sebentar, gue risih sama perban ini, " ucap Daella membahas perban yang menutupi sebagian wajah termaksud mata kirinya, sehingga ia tadi menonton hanya dengan mata kanannya saja.
"Mau kamu apain?? " Garvyn sedikit khawatir ketika ia melihat Daella memegang perban di wajahnya dan bersigap ingin membuka perban tersebut.
"Mau di buka, " sahut Daella dan terus melanjutkan aksinya.
Melihat hal tersebut Lea pun langsung menghampiri Daella dan menahan tangan Daella. Ia melarang Daella untuk membuka perban yang bahkan belum 24 jam terpasang. Namun Daella tetap ingin membukanya, Daella mengatakan kalau lukanya hanya luka ringan dan di perbolehkan dokter untuk membukanya ketika sore tiba.
Tak lama Lea pun mengerti dan membiarkan Daella membuka perban tersebut dengan pesan jika lukanya terlihat parah baginya maka ia lah yang akan memasang kembali perban tersebut.
Luka seperti apa yang ada di wajah cantik Daella? Itulah isi pikiran Garson. Pemikiran Garson sama seperti pemikiran Lea dan 2 saudaranya. Tibalah Daella yang membuka perban wajahnya dan memperlihatkan dua goresan di wajahnya. Satu goresan pendek dari alis hingga ke kantung mata kirinya dan satu goresan lagi merupakan goresan paling panjang yakni dari bawah mata kanan Daella memiring hingga melewati bibir Daella ke dagunya. Memang terlihat luka ringan alias tidak parah, tetapi butuh beberapa minggu untuk luka tersebut benar-benar hilang dari wajah Daella.
"Kereennn… " ucap si kembar secara bersamaan.
"Gue juga mau. " Garson menginginkan luka yang sama seperti Daella karena menurutnya ia akan terlihat keren jika memiliki luka tersebut.
"Iyakan keren? Di waktu gue liat lukanya di cermin rumah sakit gue udah berpikir kalau luka di wajah gue itu keren. " Daella setuju dengan perkataan si kembar perihal luka di wajahnya.
"Keren dari mananya? " Lea mengarahkan wajah Daella tepat ke hadapannya lalu melihat luka di wajah Daella lebih dekat lagi. "Daella sayang, ini ga bisa kamu sebut keren, " ucapnya yang lain sendiri dari yang lain.
Daella membantah perkataan Lea dan lagi-lagi mengatakan kalau luka di wajah nya itu keren. Perkataan Daella pula di angguk setuju oleh si kembar. Kemudian Daella mengatakan dengan luka di wajahnya tersebut ia jadi terlihat seperti ketua geng mafia hanya saja masih ada yang kurang yakni, sebuah tato.
Mendengar hal tersebut Lea langsung memperingatkan Daella untuk tidak akan pernah memasang tato, apapun alasannya. Menurut Lea pasti sakit bagi Daella, sehingga Lea pun mengatakan sudah cukup ia saja yang merasakan sakitnya saat tato.
Daella berpikir sejenak setelah mendengar perkataan Lea, pikirnya berarti Lea pernah memasang tato kan? Kapan Lea memasangnya? Di bagian mananya? Kenapa sebelumnya ia tidak melihatnya, atau mungkin sudah dihapus nya? Pikir Daella lagi. Untuk memastikan nya Daella pun bertanya langsung kepada Lea.
"Lu pernah masang tato? Di bagian mananya? Gue mau liat, " ucap Daella.
"Hehh… beneran nih? Kita belum tau loh kak, tunjukin dong kita juga mau lihat nih, " kini Garvyn yang berkata. Mereka sama-sama ingin melihat tato di tubuh Lea, akan seperti apakah tato tersebut. Seingat mereka Lea dulu pernah berkata kalau ia tidak ingin mengotori tubuhnya dengan tato
**1*, kenapa pakai keceplosan! Batin Lea. Kini ia terus dimintai mereka untuk menunjukkan tatonya. Bagaimana ini? Pikirnya. Ia sedikit malu untuk menunjukkan tato nya tersebut, apalagi tato nya berhubungan dengan Daella.
Pada akhirnya Lea pun menuruti permintaan mereka dan segera menunjukkan dimana letak tato yang Lea maksud. Lea berdiri membelakangi mereka dan tak lama ia pun membuka baju yang dikenakan nya. Betapa terkejut mereka setelah melihat tato yang memenuhi punggung Lea. Sebuah tato yang menggambarkan jelas wajah cantik Daella di sana dengan tema ratu dari Kerajaan China memakai pakaian kerajaan berwarna merah, serta sorot mata biru milik Daella yang sangat tajam di tato tersebut.
"G-gue?? " ucap Daella yang kini wajahnya memerah setelah melihat gambar wajahnya di punggung Lea. Begitu pula dengan Lea, wajahnya memerah sedari ia yang menunjukkan tatonya kepada mereka.
Melihatnya membuat Garson berdecak "Ck. Singa kalau udah ketemu pawangnya ya gini, bucin tingkat dewa, " ucapnya setelah melihat Lea yang tersipu malu dan tato bergambar wajah Daella di punggungnya tersebut.
...~...
...Tbc:/...
...Bagian tato itu terinspirasi dari kisah nyata, ada yang tau??...