Radiant Energy/Strahlungsenergie

Radiant Energy/Strahlungsenergie
Bab 13



Tak terasa waktu libur telah berlalu. Entah mengapa hari libur selalu saja berjalan begitu cepat, sedangkan hari aktivitas seperti sekolah berjalan begitu lambat.


Hari ini Daella diantar langsung oleh Lea alias tanpa supir, bahkan sampai disiapkan bekal makan siangnya juga. Yah... Walaupun itu bukan Lea yang secara langsung memasaknya. Semenjak hari itu Lea terlihat lebih antusias dari sebelumnya.


Sebentar lagi jam makan siang tiba, Daella tidak sabar ingin memakan bekal yang di siapkan oleh Lea. Apakah masakan Chef mereka mendadak lebih enak?


Ketika waktu makan siang pun tiba, datanglah Nico ke kelas Daella sembari ia membawa 2 bekal makan siangnya. Lalu Nico pun memberikan salah satu bekalnya kepada Daella, ia mengatakan kalau bekal tersebut sebagai tanda terimakasih Nico dan kakaknya.


"Wah... makasih Nico, repot-repot deh ah. " Daella menerima pemberian Nico. Tidak baik menolak rezeki, pikirnya. Matanya berbinar-binar melihat ada 2 bekal makan siang di atas mejanya.


Daella mengajak Nico untuk makan siang bersama di dalam kelasnya dan Nico pun langsung duduk di depan meja Daella. Sesungguhnya ia sangat menanti-nanti Daella mengatakan hal tersebut. Mereka pun berakhir makan bersama.


"Bekal yang kamu kasih enak banget Nico, siapa yang masak? " tanya Daella setelah menghabiskan 2 bekal makan siangnya. Salah satunya bekal dari Nico yang menurutnya terasa begitu nikmat, ia jadi penasaran siapa yang memasaknya. Jika itu ibunya Nico dan Zohan, bolehkah ia belajar memasak dengannya?


"Kak Zohan, " sahut Nico yang membuat Daella tak menyangka kalau ternyata makanan yang ia makan adalah masakan Zohan. Nico mengatakan kalau sebenarnya kakaknya itu bukan tipe orang yang suka memasak. Namun, hari ini ia rela bangun pagi dan membuat bekal tersebut.


Pikir Daella Zohan sungguh orang yang sangat berterima kasih, ia sampai sebegitunya melakukan hal yang sebelumnya tidak ia lakukan hanya untuk membuat imbalan sebagai tanda terimakasih. Kemudian ia bertanya kepada Nico bolehkah jika suatu hari nanti ia ingin diajari masak oleh Zohan dan Nico pun menjawab kalau ia tidak begitu yakin.


Selain Zohan yang tipe malas memasak, ia juga tipe orang yang tidak suka diminta ajari suatu hal atau apapun itu. Menurutnya itu sangat merepotkan, belum lagi jika orang yang ia ajari tidak mudah mengerti. Jadi sudah pasti membuatnya kesal.


Andai itu gue yang walaupun males masak tapi sekalinya masak, ya enak aja gitu batin Daella. Masakannya sendiri bisa dibilang enak, tetapi Daella masih tidak puas. Ia ingin memiliki rasa masakan yang sama seperti masakan Zohan, bahkan masakan dari Chef Lea pun masih kalah enak dengan masakan Zohan.


Nico pamit setelah berbicara cukup lama dengan Daella. Kalau tidak salah ingat ia masih ada tugas yang belum ia kerjakan, maka dari itulah ia kembali ke kelas lebih cepat. Diperjalanan, ia bertemu dengan kakaknya yang baru saja turun tangga bersama 2 temannya, mungkin mereka ingin pergi ke kantin.


Ia memanggil dan menghampiri kakaknya, Zohan pun menghentikan langkahnya dan mendengarkan apa yang ingin adiknya bicarakan. "Kak, kata kak Daella masakan kakak enak tahu, dia juga berterima kasih. " Setelah mendengar perkataan Nico, Zohan pun tersipu. Lalu Nico melanjutkan perkataannya "kak Daella minta- minta... Di ajarin masak sama kakak, " ucap Nico dengan terputus-putus.


Mungkinkah kakaknya akan marah seperti sebelumnya setelah mendengar ada yang minta diajari sesuatu dengannya.


"Minggu ini, suruh dia kerumah kita. " Dan Zohan pun melanjutkan langkahnya menuju kantin bersama 2 temannya.


Tak bisa dipercaya, ternyata kakaknya tidak menolak permintaan Daella, pikir Nico. Ia pun langsung memberitahu Daella lewat pesan, setelah beberapa saat yang lalu mereka bertukar nomor. Daella begitu senang mendapat pesan dari Nico tentang kakaknya yang mau mengajari ia memasak, begitu pula dengan Nico ia tak kalah senang setelah tahu minggu ini Daella akan datang ke rumahnya.


Nico pun berharap Daella dan Zohan bisa jadi lebih dekat, lebih dari sekedar kakak dan adik kelas. Ia sangat mengagumi Daella dari awal mereka bertemu, ia bisa merasakan kalau Daella adalah orang yang sangat positif dan memberi pengaruh baik.


Salah satu temannya yang bernama Hayden Millicent atau yang sering dipanggil Hayden pun bertanya kepada Daella "Ngapa lu Dael? " mengapa ia bersikap seperti orang sinting, pikir Hayden kemudian.


Daella pun menjelaskan apa yang telah membuat ia begitu senang dan setelah temannya mengetahui hal itu, mereka begitu terkejut mengapa siswa dan siswi populer disekolah ini bisa cepat berteman.


Kini Daella yang justru terkejut, populer? Pikirnya. Lalu Hayden pun menjelaskan kalau Daella dan Zohan adalah siswa dan siswa yang tengah populer di seluruh angkatan sekolah ini.


"Lu ga tahu lla? " Tanya Caroline.


"Engga, " jawab Daella dengan menggelengkan kepalanya dan wajah polosnya. Ia sendiri tidak tahu kalau ia menjadi siswi terpopuler di sekolahnya. Padahal menurutnya ia biasa saja dan juga tidak terlalu pintar dalam pelajaran, lalu kenapa ia bisa jadi populer?


Ingin rasanya beberapa teman Daella meng-sleding kepala Daella setelah mendengar Daella mengatakan kalau ia biasa saja, yang di maksud Daella biasa saja ialah tidak cantik. Padahal di mata orang yang melihatnya Daella seperti karakter fiksi, karena ia memiliki wajah yang hampir unreal dan juga postur tubuh bak Biola Spanyol, belum lagi mata biru kristalnya yang amat cantik.


Jujur mereka kesal dengan Daella yang merendah tak tanggung-tanggung. Kebanyakan orang cantik diluar sana sering melakukan hal yang sama seperti Daella. Namun yang Daella lakukan itu bukan karena ingin sombong secara halus atau semacamnya.


Di tengah pembicaraan tentang siswa/i populer, handphone Daella bergetar tanda ada pesan masuk. Ia pun melihat notif dari layar handphonenya, sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal tetapi tertera nama sang pemilik nomor dari pesan tersebut. 'Ini nomor gue, Zohan. Nico's brother'


"Kak Zohan? " gumam Daella tanpa ia sadari, sehingga membuat temannya penasaran dan ikut melihat ke layar handphonenya.


"Omg Daella? Seorang Zohan ngirim pesan ke lu? Ga bener ini lla, dia pasti ada rasa sama lu. " beberapa taman Daella justru heboh sendiri dan mengatakan yang tidak-tidak bagi Daella. Mereka mengatakan kalau Zohan adalah laki-laki dingin yang sulit di dekati para gadis bahkan mengobrol saja ia tidak minat, tetapi Zohan bersikap beda dengan Daella.


Daella agak sedikit ragu dengan ucapan teman-temannya, karena kesan pertama ia bertemu Zohan tidak seperti yang mereka katakan. Mereka juga tidak tahu kalau Zohan bahkan membuatnya bekal makan siang. Sepertinya mereka salah paham dengan Zohan, pikir Daella.


Beberapa saat kemudian guru memasuki kelasnya sehingga para umat manusia pun berhamburan untuk kembali ke kursi mereka masing-masing, termaksud para teman Daella yang hobi ghibah itu.


Sebelum di mulainya pelajaran, Daella menyempatkan untuk membalas pesan Zohan terlebih dahulu baru membalas pesan dari Lea. Semenjak Daella membuka blokiran Lea, Lea jadi sering mengirimnya pesan bahkan disaat ia sedang belajar. Sebab itulah Daella selalu mode senyap ketika pelajaran sudah dimulai.


...~...


...Tbc:/...


...Author : Daella definisi cantik belum tentu pintar...