
Suasana kelas yang hening menandakan semua siswa/i sedang fokus dalam mengerjakan tugas matematika yang telah diberikan guru yang mengajar.
Mending gue lari keliling lapangan sekolah 20 puteran daripada ngerjain MTK, udah diajarin juga gue tetep ga mudeng. Keluh kesah Daella didalam batinnya. Ia sangat kesulitan dalam menjawab soal matematika tersebut, bahkan melihatnya saja sudah membuatnya sakit kepala.
Namun tenang... Ada temannya. Walaupun teman-temannya hobi ghibah, tetapi mereka pintar dalam pelajaran. Lalu Daella pun memutuskan untuk mengirim pesan diam-diam digrup yang berisikan ia dan teman-temannya.
...GAGK!!...
^^^Inpo mazehh,^^^
Tak lama dari Daella mengirim pesan, beberapa temannya pun langsung melihat dan membalas pesannya.
[Foto]
[Foto]
[Foto]
^^^Makasih syangkyuh,^^^
Mereka semua peka dengan apa maksud dari pesan Daella digrup. Diantara Daella dan teman-temannya, Daella lah yang paling bodoh dalam pelajaran, terutama Matematika. Sehingga itulah ia selalu meminta jawaban kepada teman-temannya lewat pesan di grup mereka GAGK!! (Ga Alay Ga Keren)
Jarang-jarang bisa mendapat teman sefrekuensi ketika baru pindah sekolah, terlebih mereka juga sangat bersahabat, pintar dan tidak pelit. Teman seperti inilah yang Daella cari. Ia berharap persahabatannya kali ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya dan semoga bisa langgeng seumur hidup.
Singkat cerita semua Siswa/i telah mengerjakan dan menyelesaikan tugas Matematika mereka. Daella begitu lega akhirnya usai sudah pelajaran Matematika yang katanya ilmu menyenangkan. Mereka bergegas membereskan barang-barang mereka sembari menunggu Bell pulang berbunyi.
Sebelum nanti Daella pulang ia harus menemui Nico terlebih dahulu untuk memulangkan kotak bekal makan siang yang tadi diberikan padanya.
Bell sudah berbunyi para siswa/i pun berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing. Saat ini Daella sedang menunggu Nico di depan kelasnya, tetapi Nico tak kunjung datang. Nico juga belum melihat pesan yang Daella kirim. Akhirnya Daella memutuskan untuk pulang, karena Lea sudah menunggunya didepan gerbang sekolah.
Namun ketika di lapangan sekolah ia bertemu dengan Zohan dan juga Nico, ia pun menghampiri mereka. Mereka menoleh ke arah Daella ketika Daella memanggil dan berlari menuju mereka.
"Daella? " tanya Zohan.
Daella menetralkan nafasnya terlebih dahulu, baru ia berbicara. "Kak Zohan, ini kotak bekal yang tadi siang Nico kasih ke gue. Makasih ya kak, bekalnya enak banget loh, " ucap Daella yang membuat Zohan kembali tersipu malu, ia pun mengalihkan pandangannya dari Daella dengan tangan yang memegangi belakang lehernya.
"I-iya, " sahut Zohan dengan sedikit gugup. Nico yang melihat sikap aneh dari kakaknya pun berpendapat kalau kakaknya ini sedang jatuh cinta dengan Daella.
Setelah memberikan kotak makan siang kepada Zohan dan juga berterima kasih, Daella pun pamit dan berjalan menuju tempat mobil Lea berada. Sesampainya ia di mobil, ia mendapati Lea yang sedang menatapnya dari dalam mobil.
"Kenapa? " tanya Daella. Pikirnya kenapa Lea menatapnya seperti itu? Apa yang telah ia perbuat? Perasaan ia tidak melakukan apa-apa yang membuat Lea marah.
Disitu Daella langsung mengerti setelah Lea mengajukan pertanyaan seperti itu. Ia pun berinisiatif untuk menjahili Lea dan melihat bagaimana reaksi selanjutnya. "Gebetan gue, " sahut Daella.
Daella menahan tawa dalam dirinya, melihat reaksi Lea setelah ia mengatakan kalau Zohan adalah gebetannya. Dimana Lea terlihat kesal tetapi ia tidak memarahinya atau semacamnya, justru ia langsung melajukan mobil ke jalan raya.
Daella sangat memperhatikan bibir Lea yang seperti sedang komat-kamit sembari ia menyetir. Namun tak lama dari itu Lea menepikan mobilnya sehingga Daella pun bertanya-tanya kenapa Lea menepikan mobilnya. Lea kembali menatap Daella dan tak lama air matanya keluar mengalir di pipinya. Sontak Daella pun terkejut ketika melihat Lea menangis.
"L-lu kenapa cok? " tanya Daella masih belum juga mengerti. Kemudian Lea langsung menggenggam kedua tangan Daella dan ia memohon kepada Daella untuk mencoba menyukainya bukan malah menyukai orang lain.
Tanpa Daella sadari tubuhnya berinisiatif untuk langsung memeluk Lea. Ya ampun, berapa usia orang ini? Kenapa gitu aja nangis? Batin Daella. Kemudian Daella berusaha menenangkan Lea dengan kata-kata nya. "Gue suka lu ko, bukan dia. Tadi cuma- wait? G-g-gue barusan ngomong apa? NO!!!...
Lea begitu tersentak setelah mendengar perkataan Daella, ia juga sempat bingung dengan Daella yang tadi langsung memeluknya. Lea melepas pelukan Daella dan kembali menatapnya dengan perasaan tidak menyangka.
"Daellaa~" ucap Lea dengan nada manjanya dan ia kembali memeluk Daella. Sebuah pelukan yang sangat erat disertai dengan perasaan amat bahagia. Di dalam pelukannya, ia berterima kasih kepada Daella karena telah berani mengungkapkan perasaannya.
Disisi lain Daella, Tamat sudah gue... Batinnya. Ia hanya pasrah dipelukan Lea. Kenapa mulut sialan ini bisa mengatakan hal seperti itu? Pikirnya, dengan mengutuk mulutnya sendiri. Terkadang mulut dan otaknya sering sekali seenaknya dan sulit untuk mengontrol mereka.
Ketika masih dalam pelukan Lea, Lea pun mengatakan sesuatu yang terlalu terburu-buru. "Besok kita tunangan, " ucapnya.
Daella langsung melepas paksa pelukan Lea setelah ia mendengar perkataan Lea. "T-tunggu-tunggu! Tunangan?? " tanya Daella dan di tanggapi Lea dengan anggukan. Daella menolak, apa-apaan itu? Pikirnya. Ia sendiri saja belum terlalu mengerti dengan perasaannya dan Lea sudah mengajaknya bertunangan? Satset kali bray. Batinnya.
"Yaudah, kita pacaran dulu, " ucap Lea kemudian dan Daella bersiap ingin mengatakan kalau ia menolak ajakan pacaran dari Lea, tetapi Lea sudah menyelanya lebih dulu. "Apa? Mau nolak juga? Ga boleh! Dilarang keras untuk menolak! " seru Lea, Daella pun mengurungkan apa yang tadi ingin ia ucapkan.
Setelah ia melihat Daella tidak bisa berkata-kata lagi, Lea pun kembali ke posisi menyetirnya dan melajukan mobilnya dengan tersenyum ria. Ia terlihat gembira karena hari ini resmi menjadi hari jadiannya dengan Daella, walaupun dengan sedikit pemaksaan. Lea : maksa dikit ga ngaruh wir.
Betapa kesalnya Daella saat melihat Lea yang tersenyam-senyum tak jelas. Ia jadi terlihat persis seperti ODGJ yang pernah Daella temui atau mungkin Lea adalah sejenis dengan ODGJ? Itulah pertanyaan yang tiba-tiba timbul di otak Daella.
"Loh? Kita mau kemana? " tanya Daella ketika mobil Lea terus melaju melewati rumah mereka.
"Pakai kata 'Sayang' baru aku mau jawab, " sahut Lea.
Memang ya kehidupan seseorang itu tidak ada yang tahu, salah satunya kehidupan Daella. Sambil menahan emosi, ia menarik nafasnya pelan lalu berkata " Loh sayang~ kita mau kemana? Rumah kita baru aja dilewatin loh... " ucapnya dengan nada penuh cintanya dan kesabaran yang setinggi Gunung Everest.
Lea tersenyum. Pikirnya sungguh adem dan damai mendengar kata 'Sayang' dan 'Rumah kita' dari mulut Daella. Barulah ia mau menjawab pertanyaan Daella. "Kita mau ke toko kue sayang. Pacar baru mu ini mau membeli kue disana untuk merayakan hari jadian kita, " jelas Lea dengan cara bicaranya yang acak-acakan.
Muak gue denger cara bicaranya yang campur aduk, rasanya pengen gue rapihin gitu. Batin Daella. Mungkin suatu hari nanti ia akan mengajari Lea cara berbicara informal yang seutuhnya.
...~...
...Tbc:/...