
Di kediaman Zohan dan Nico, sepulangnya mereka dari Kaffe. "Kak udah dongg... " ucap Nico terhadap kakaknya yang terus merebahkan kepalanya di atas meja belajar.
Sebelumnya...
"Daella, aku anter pulang ya, " tawar Zohan terhadap Daella. Daella belum sempat menjawab perkataan Zohan karena sudah direbut langsung oleh Garson.
"Ga perlu. Daella bakalan pulang sama kami. " Garson langsung menarik Daella ke arah ia dan saudaranya guna menjauhkan Daella dari Zohan.
Sedari tadi Zohan ingin menanyakan hal ini kepada Daella, tentang siapa mereka bertiga. Mengapa mereka selalu mengikuti dan berada di samping Daella dan lagi-lagi Daella tak jadi bicara karena salah satu dari si kembar lainnya buka bicara.
"Kami calon adik ipar Daella, dia adalah pacar dari kakak sepupu yang sudah kami anggap kakak kandung kami sendiri dan mereka akan menikah setelah Daella lulus sekolah, " jelas Garren terhadap Zohan dan juga Nico yang berada di samping Zohan.
Kemudian Garren langsung menggendong Daella dan membawanya menuju mobil mereka. "Bye-byeee... " kali ini Garvyn, ia melambaikan tangan kepada Zohan juga Nico sembari menyusul saudara-saudaranya.
Nico yang ikut mendengar langsung pun mengkhawatirkan kakaknya. Ternyata Daella sudah memiliki pacar, pikirnya. Padahal sebelumnya ia sangat mengharapkan kakaknya bisa jadian dengan cinta pertamanya yakni Daella.
"Ayo Nico, kita juga harus pulang, " ajak Zohan terhadap Nico dan Nico pun menurut.
"Omg, Situasi macam apa ini? " ucap Thea. Mereka telah menyaksikan sesuatu yang tak mereka duga-duga.
Itulah yang terjadi dan membuat Zohan seperti saat ini. Dari sepulang tadi ia belum mandi dan mengganti seragam sekolahnya. Nico sebagai adik laki-laki Zohan tidak tahu apa yang harus ia lakukan terhadap kakaknya. Andai ayah dan ibunya di sini, mungkin semuanya bisa teratasi dengan mudah. Sayangnya orangtua mereka sibuk bekerja di luar kota dan jarang sekali memperhatikan mereka.
Di sisi lain Daella dan si kembar yang sedang dalam perjalanan pulang. "Kalian apa-apaan si! Kenapa ngomong gitu sama mereka? " seru Daella. Ia tidak suka dengan apa yang telah mereka bicarakan kepada Zohan.
"Hm? Apa yang salah? Pada akhirnya kamu sama kak Lea pasti menikah kan? " sahut Garren sembari ia menyetir.
"Tapi gue belum tentu nikah sama Lea! " Daella sedikit meninggikan suaranya terhadap mereka bertiga. Seketika itu pun Garren mengerem mendadak dan membuat mereka hampir terjedut, tapi untungnya mereka semua memakai seat belt.
Daella terkejut ketika mobil mereka yang mendadak berhenti. Namun hal tersebut tak berlangsung lama, Garren pun kembali melajukan mobilnya ke jalan raya. "Apapun pasti kami lakuin untuk membantu apa yang kak Lea mau, " ucap Garson yang duduk di depan bersampingan dengan Garren.
Daella mengerutkan alisnya kesal setelah mendengar perkataan Garson. Mereka sangat keras kepala sama seperti Lea, pikirnya. Lalu tibalah Daella di depan gerbang rumah Lea dan ia pun langsung turun masuk ke dalam area rumah. Si kembar bahkan belum sempat berpamitan terhadap Daella, karena Daella yang sudah pergi begitu saja.
"Sayang... Udah pulang? " tanya Lea yang menyambut kepulangan Daella.
"Ga! Gue masih di sekolah! Pake nanya lagi udah jelas-jelas sekarang gue lagi berdiri di depan lu. " setelah itu pun Daella pergi menuju kamar Lea. Lea yang tidak tahu-menahu pun bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Daella? Kenapa ia setidak mood itu?
Hal yang membuat Daella semakin kesal saat ini adalah ia yang tak memiliki satu pun pembalut. "F*CKKK!!! " jerit nya selesai mandi di kamar Lea. Lalu Daella pun Kembali menjerit dan memanggil Lea, tak lama dari itu pula Lea langsung menghampiri Daella dengan ia yang berlari terbirit-birit. Padahal ia masih mengurus pekerjaan.
"Iya sayang? Kena-pa? " Sesampainya Lea di kamar, ia sempat tertegun melihat Daella yang hanya mengenakan handuk kimono berwarna biru. Otak Lea pun langsung memberinya pikiran kotor, sehingga membuat wajahnya memerah dalam sekejap.
Melihatnya, Daella pun menyadarkan Lea dari lamunannya. "Woy mesum. " Barulah Lea kembali sadar dan mendengarkan apa yang ingin Daella katakan padanya. "Beliin gue pembalut, sekarang! " lanjutnya.
Pembalut? Pikir Lea. Ia tidak tahu apa itu pembalut, apa itu sejenis makanan yang bisa membuat mood Daella baikan? Tak banyak pikir lagi Lea pun pergi menuju minimarket. Karena ia yang tidak tahu bagaimana bentuk dan rupa dari si pembalut, ketika sampai di sana ia langsung menemui sang kasir.
"Mba, pembalut itu yang mana? " tanyanya terhadap sang kasir. Kebetulan pada saat itu kasir di minimarket tersebut adalah seorang perempuan. Sang kasir pun hampir tertawa menanggapi perkataan Lea, pikirnya betapa polosnya pria ini sehingga pembalut pun ia tak tahu.
Sang kasir meminta Lea untuk menunggu sebentar, sampai akhirnya ia tiba kembali dengan membawa barang yang Lea minta. Setelah itu Lea membayar belanjaannya yang hanya membeli satu pack pembalut.
Lea menerima belanjaannya dari sang kasir. "Ini bisa buat mood istri saya baikan kan mba? " tanyanya lagi terhadap sang kasir. Kali ini sang kasir tidak bisa menahan tawanya, ia pun tertawa kecil dan memberikan penjelasan kepada Lea.
"Istri bapak itu sedang mengalami haid pak. Setiap bulan seorang perempuan pasti akan mengalami hal tersebut dan setiap perempuan yang mengalami haid, mood mereka mudah berubah-ubah. " akhirnya Lea pun mengerti dan ia meminta tips kepada kasir tersebut tentang bagaimana cara supaya ia bisa merubah mood perempuan yang sedang haid. Sang kasir pun memberitahukan tipsnya kepada Lea.
Setelah mendengar tips dari sang kasir, Lea pun menelfon Karl "Darurat! " ucapnya. Setelah di telefon, Karl pun langsung bergegas menjalani perintah Lea bersama beberapa bawahan Lea lainnya.
"Omg, lama banget, " ucap Daella setibanya Lea di rumah, ia pun langsung mengambil belanjaan Lea dan membawanya ke kamar. Usai dari itu Daella duduk di ruang TV, ia menyalakan TV tersebut tetapi tidak ditontonnya, justru ia memainkan handphonenya.
"Sayang, " panggil Lea yang berada di belakang Daella, tetapi Daella tak menyahutnya dan terus sibuk dengan apa yang ia lakukan di handphonenya. "Sayang, lihat kesini sebentar, " pinta Lea.
Dengan kesal Daella pun menoleh ke arah Lea "Paan-??! " Seketika ia langsung tertegun melihat Karl juga bawahan Lea lainnya yang tengah memegangi beberapa kantung belanjaan berisi aneka macam cemilan. Ia pun bangun dan menghampiri cemilan-cemilan tersebut.
"Uwahh~ i-ini buat gue kah? " tanya Daella terhadap Lea. Lea pun mengangguk dan tersenyum menanggapi pertanyaan Daella. Daella begitu senang, melihat Lea yang membelikannya begitu banyak cemilan. Ia tidak menyangka kalau Lea akan melakukan hal semacam ini. Kemudian Daella pun mengambil 1 kantung belanjaan tersebut ke tempat duduk ia tadi, lalu perlahan mengemilnya sembari menonton drama di TV.
Ternyata tips dari kasir perempuan tadi sangat ampuh, pikir Lea. Ia sangat bahagia jika terus melihat Daella sesenang ini.
...~...
...Tbc:/...