
Sudah hampir 10 menit Lea menunggu Daella. Entah apa yang masih ia lakukan di dalam kamarnya, padahal ini sudah mau jam 8. Kalau seperti ini Daella bisa telat sampai di sekolahnya.
"Sayang... Masih lama kah? Nanti kamu telat loh. " Lea berjerit dari tempat ia menunggu, tetapi tidak ada jawaban akan jeritan nya. Padahal bisa di yakinkan kalau suaranya sampai ke kamar Daella.
Karena masih tidak ada jawaban dari Daella ia pun memutuskan untuk menghampiri Daella ke kamarnya. Namun ketika ia hendak berjalan, Daella akhirnya datang dari lorong arah kamarnya.
"Maaf-maaf. Gue sibuk benerin rambut, soalnya bingung mau diapain, " jelas Daella terhadap Lea. Dari tadi ia gonta-ganti gaya rambut yang cocok untuk ia olahraga hari ini, ia tidak ingin rambutnya nanti membuatnya gerah.
Disisi lain Lea begitu terkesima melihat Daella mengenakan seragam olahraga. Dimana seragam itu berlengan pendek, begitu juga dengan celananya yang hanya sebatas lutut. Untuk pertama kalinya ia melihat bentuk tubuh Daella yang terukir dari ketatnya seragam olahraga. Sungguh pemandangan pagi hari yang luar biasa, pikirnya.
Daella notice dengan sikap Lea yang sedari tadi memperhatikannya. "Dasar mesum, " ucap pelan Daella tetapi masih bisa di dengar oleh Lea. Daella pun pergi menuju mobil dengan ia yang mengabaikan Lea.
Lea yang sempat mendengar ucapan Daella pun berlari menyusul Daella. "G-ga gitu sayang. Aku bukan orang mesum, " jelas Lea kepada Daella.
Mendengarnya Daella hanya memutar bola matanya sembari ia membatin Cowo kalo ga mesum berarti ga normal itulah pendapat Daella terhadap laki-laki.
Pukul 8 kurang 2 menit Daella pun sampai di sekolah. Ia langsung buru-buru keluar dari mobil dan berjalan menuju gerbang sekolah yang belum di tutup. Namun langkahnya sempat di hentikan oleh Lea. "Daella, " panggilnya yang kemudian menghampiri Daella.
"Apmh-??!! " sebelum Daella selesai bicara, mulutnya sudah dibungkam Lea menggunakan ciumannya. Ciuman lembut dari Lea yang mendarat tepat di bibir Daella.
Lea hanya mencium Daella dalam beberapa detik saja "Belajar yang benar ya sayang, aku pergi dulu. " Lalu Lea pun masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan Daella yang tengah berdiri membeku setelah diciumnya. Di dalam mobil ia tersenyum senang karena bisa mencium Daella dalam keadaan sadar (Tidak Mabuk)
Bell masuk pun berbunyi dan pada saat itulah Daella tersadar lalu berlari memasuki area sekolah. Berlari dengan wajah yang masih memerah dan sedikit panas, lagi-lagi jantungnya berdetak kencang tak karuan bahkan kali ini lebih dari yang sebelumnya. "Tch, b-beraninya dia nyium gue di depan sekolah," gumam Daella. Sesampai di kelas ia langsung menaruh tasnya dan pergi menyusul teman-temannya menuju lapangan.
Jam pertama hari ini adalah olahraga dan sebelum mereka melakukan olahraga, mereka pemanasan terlebih dahulu seperti pada umumnya.
"Tumben lu telat hari ini, kenapa tuch? " Thea yang berdiri di samping Daella bertanya di sela-sela mereka pemanasan. Ia kepo dengan Daella yang tidak seperti biasanya.
Daella melirik ke arah si paling kepo itu "kepo ah lu. " Lalu kembali fokus pemanasan. Tak sampai disitu saja, Thea terus bertanya hal yang sama kepada Daella sampai temannya yang lain ikut-ikutan bertanya dan mengganggu konsentrasi Daella.
Namun Daella tetap tak ingin menjawab pertanyaan mereka, ia terlalu malu untuk mengatakannya. Mereka juga belum tahu kalau Daella sudah memiliki pacar yang mereka tahu Daella sedang dekat dengan Zohan.
"Ayolah Daell... Pasti ada sesuatu kan? " Thea bersikeras mengharapkan jawaban dari Daella. Namun bukannya mendapat jawaban dari Daella, ia justru mendapat teguran dari guru olahraga yang sedari tadi memperhatikan karena mengobrol di saat pemanasan sedang berlangsung.
"Elah pak, siapa juga yang mau ghibah, " sahut Thea sembari mengikuti pemanasan dengan benar.
Sudah beberapa menit mereka pemanasan dan pelatihan cara bermain basket, sekarang waktunya bermain basket dengan sungguhan. Mendengarnya Daella pun langsung semangat untuk bermain. Namun ia berharap permainan basketnya tidak di pisah, maksudnya di campur antara perempuan dan laki-laki.
Di sekolahnya yang lama ketika mereka olahraga basket atau semacamnya, perempuan dan laki-laki di pisah dan menurutnya itu tidak seru karena banyak siswi di kelasnya tidak pandai dalam bidang olahraga. Saat itu sangat membosankan, rasanya ia ingin bergabung saja dengan anak laki-laki tetapi tidak di perbolehkan oleh guru olahraganya.
Baru saja pak Alex mengatakan kalau mereka tidak di pisah antara laki-laki dan perempuan, mereka hanya di bagi menjadi 5 bagian campuran dari 35 murid dan kebetulan jumlah laki-laki di kelas Daella lebih unggul dari pada perempuan, sehingga setiap 1 team memiliki 3 laki-laki dan 2 perempuan.
Terhitung sedikit jumlah perempuan yang bisa bermain basket dan Daella termaksud siswi yang pandai bermain basket. "Yes! " Daella mengepal kedua tangannya sembari melompat kecil, ia terlihat begitu gembira.
Teman-temannya Daella merasa heran melihat Daella yang justru bersemangat dan gembira dari mereka yang langsung lemas dan malas. Mereka tidak suka olahraga, apalagi itu olahraga yang berhubungan dengan bola.
Daella tidak setim dengan satu pun teman dekatnya. Tetapi ia senang bisa seteam dengan teman laki-lakinya yang ia tahu kalau mereka sangat pandai dalam bermain basket, sehingga ia bisa yakin kalau teamnya lah yang akan menang melawan team kelasnya yang lain. Hanya ada satu teman seteamnya yang tidak terlalu pandai bermain basket.
Permainan pun di mulai, team Daella mendapat giliran pertama melawan team yang berisikan salah satu teman dekatnya, yakni Hayden. Hayden memang siswi yang paling pintar di kelas dan di antara Daella juga temannya yang lain, tetapi Daella yakin kalau Hayden tidak pandai bermain basket.
Benar saja, team Hayden kalah telak dengan tim Daella. Siswa/i yang baru pertama kalinya melihat Daella bermain basket pun terkejut dan terkesima, mereka tidak menyangka-nyangka kalau ternyata Daella sepandai itu dalam bermain basket. Termasuk teman seteamnya sendiri juga teman dekatnya.
"Wih Daell, ternyata lu jago main basket nih? Kenapa ga pernah bilang? Kita bisa aja main bareng loh, " ucap siswa yang seteam dengan Daella.
"Hehe, ga ada yang nanya si, " sahut Daella sembari memegangi belakang kepalanya. Setelah melawan team pertama dan menang, team Daella pun melanjutkan untuk melawan team selanjutnya.
Lagi-lagi mereka menang dan menjadi pemenang dari semua team, sesuai dengan perkiraan Daella tadi. Mereka juga mendapatkan sorotan dari teman-teman sekelas mereka dan tak sedikit dari mereka menyebut Daella keren karena ia yang begitu pandai bermain basket. Menurut mereka perempuan yang pandai dalam bermain basket itu sangat keren.
Setelah permainan selesai dan jam olahraga pun sudah habis, mereka semua istirahat sesuai dengan waktu yang telah di jadwalkan. Beberapa dari mereka ada yang pergi ke kantin ada juga yang langsung kembali ke kelas. Daella juga teman-temannya memutuskan untuk beristirahat di kantin sembari meminum minuman dingin.
...~...
...Tbc:/...