Radiant Energy/Strahlungsenergie

Radiant Energy/Strahlungsenergie
Bab 25



Well... Beberapa minggu pun telah berlalu dan hari dimana Daella yang datang bulan sudah berhasil Lea lewati. Sungguh Lea seperti di beri suatu ujian menghadapi Daella dengan hari wanitanya, karena Daella benar-benar 2x lipat dari biasanya. Menghadapi Daella di hari biasanya saja terkadang sudah membuatnya kewalahan.


Pada pagi hari yang cukup cerah ini, Lea kembali melakukan ritualnya di kamar mandi. "Uhh~ " leguh Lea. Sudah 3 minggu ini Lea melakukan 'hal tersebut' hampir 2x sehari di setiap harinya. Padahal dulu, ia hanya melakukannya setiap 4x dalam sebulan.


Entah mengapa, semenjak hari Daella mencium pipinya ia jadi sangat sensitif terhadap apa yang Daella lakukan. Bahkan ketika Daella tersenyum pun bisa membuatnya 'keras' terdengar seperti pria yang sangat mesum bukan?


"Hahh... " Lea menghembuskan nafasnya panjang usai dari ritualnya.


"Pagi wakil ketua OSIS... " panggil Thea terhadap Daella yang tengah duduk santai di dekat jendela kelas sembari ia menopang dagunya. Daella pun menoleh kearah Thea yang juga ada Hayden, Ellsie juga Caroline. Ia hanya menunjukkan raut wajah datarnya.


Mereka bertanya-tanya terhadap Daella, mengapa ia menunjukkan raut wajah yang begitu masam di pagi hari ini. Lalu Daella pun memberitahu mereka alasannya. "Gue bingung sama perasaan sendiri" ucapnya. Bukannya mengerti, mereka justru dibuat bingung oleh Daella.


Daella bingung terhadap perasaannya sendiri, ia merasa tidak ada yang berubah dari perasaannya. Maksudnya adalah perasaannya yang masih dalam kategori 'suka' bukan 'cinta' Ia jadi merasa kasihan melihat usaha-usaha yang telah Lea lakukan untuknya, tetapi masih belum menghasilkan.


Apa ia harus memutuskan Lea karena tidak ingin memberinya harapan palsu? Namun itu juga membuatnya semakin kasihan terhadap Lea. Suka saja tidak cukup untuk membangun suatu hubungan dan hubungan tidak akan bertahan lama jika hanya ada cinta dari satu pihak. Itulah yang ia ceritakan kepada teman-temannya. Sebelumnya ia juga sudah menceritakan semua, dari awal Daella dan Lea bertemu sampai akhirnya mereka yang pacaran.


Setelah mendengar cerita Daella kali ini, mereka pun memikirkan sesuatu. "Lu mau tau gimana perasaan lu yang sebenernya? " ucap Hayden lalu di angguki oleh Daella.


"Liat dia sewaktu dia sama cewe lain. Kalau misalnya lu cemburu, berarti lu udah cinta sama dia. Karena orang yang cuma suka atau perasaannya yang biasa aja ga akan mungkin ngerasain cemburu, bahkan rata-rata dari mereka lebih memilih ga peduli" ucap Ellsie melanjutkan perkataan Thea.


Daella memegangi dagunya sembari mengangguk-angguk tanda mengerti atas ucapan mereka. Namun, bagaimana caranya ia bisa melihat Lea dengan wanita lain? Karena pada nyatanya Lea hanya menghabiskan waktu bersamanya.


Setibanya bell pulang yang berbunyi, Daella kembali mendapati Karl yang telat menjemputnya. Namun tidak masalah, Ia tidak terlalu memikirkan hal tersebut.


Sampai di rumah dan masuk, Daella melihat sesosok wanita yang tidak asing di matanya. Cewe yang waktu itu batin Daella lalu ia tersenyum licik karena memiliki suatu rencana. Ia pun datang menghampiri Lea juga wanita yang bernama Violetta tersebut.


Lea sempat terkejut dengan perlakuan Daella, tetapi ia berusaha untuk mengontrol dirinya. "Kenapa sayang? Cape habis sekolah? Hmm? " ucap Lea sembari ia mengelus rambut Daella dan memainkan laptopnya dengan urusan pekerjaan.


B**ch!! Batin sang Violetta, ia sangat kesal melihat Daella sok dekat dengan Lea. Apalagi mereka pakai acara bermesra-mesraan segala.


"Uh, panas mau mandi dulu ah, " ucap Daella, bangun lalu mengibas-ngibaskan tangannya sembari melirik ke arah Violetta. Lea sempat bertanya kemana Daella akan mandi? Karena beberapa kali Daella lebih memilih mandi di kamar mandi Lea. Daella pun menjawab kalau ia akan pergi mandi di kamar mandinya sendiri, Lagi-lagi ia melirik ke arah Violetta yang sudah memanas tersebut.


Hh! Sekarang lu memang masih songong bocah. Liat entar, gue bakal hancurin hubungan lu sama Lea batin licik Violetta. Lalu ia pun melanjutkan pekerjaannya bersama Lea.


Violetta merupakan sekretaris Lea, walaupun ia menel dan gatal terhadap Lea, tetapi kerjanya sangat bagus. Itulah nilai plusnya, sehingga Lea pun masih memperkerjakan Violetta sebagai sekretarisnya. Violetta juga akan di panggil ke rumah Lea jika ada urusan pekerjaan yang memang harus di lakukan oleh mereka berdua.


Selama pekerjaan berlangsung Lea terus diam tak bicara dan cuek-cuek saja terhadap Violetta, berbeda sekali di saat ia bersama Daella. Violetta sempat kesal terhadap Lea yang begitu dingin terhadapnya. Namun ia tidak akan menyerah begitu saja dan ia akan terus berusaha untuk mendapatkan dan merebut Lea dari siapapun itu, termaksud Daella.


Di kamar, selesai Daella selesai mandi. Daella sempat memikirkan hal yang terjadi tadi, ia ingin merasakan apa tadi ia cemburu atau tidak? Dan Jawabannya pun tidak. Ia merasa biasa saja ketika melihat Lea bersama Violetta, hanya saja ia suka melihat Violetta yang cemburu terhadapnya.


Kini hari semakin sore dan Violetta pun segera diantar pulang oleh Karl. "Bye Leaa, besok kita ketemu lagi. Muach. " Diakhiri Violetta dengan kiss melalui tangannya, setelah itu ia pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan area rumah Lea.


"Eww... Jijay, " ucap Daella setelah melihat kelakuan Violetta kepada Lea melalui kaca jendela kamar Lea.


...~...


...Tbc:/...