Radiant Energy/Strahlungsenergie

Radiant Energy/Strahlungsenergie
Bab 17



"LEAAA!!... " jerit Daella dari dalam sana ia mencari dimana keberadaan Lea, hingga akhirnya Lea lah yang menghampirinya.


"Kenapa sayang? " tanya Lea setelah mendengar Daella yang menjerit-jerit memanggil namanya. Lalu Daella pun memberitahu Lea apa yang telah membuatnya seperti itu.


Daella mengatakan kalau tantenya baru saja menelfon dan akan kerumahnya malam ini juga (Rumah Daella yang di kota Lübeck) itulah yang membuatnya saat ini begitu kebingungan apa yang harus ia lakukan. Sebab dari itulah ia mencari Lea untuk meminta bantuan Lea.


Sebelumnya Daella sudah menyuruh kerabatnya untuk datang di keesokan harinya saja tetapi mereka menolak, mereka tetap ingin datang malam ini juga. Sedangkan Daella tidak punya waktu untuk pergi ke rumahnya yang dulu.


Disisi lain, Lea tetap bersikap tenang lalu kemudian ia mengulurkan tangannya guna meminjam handphone Daella. Daella tidak tahu untuk apa, tetapi pada akhirnya ia pun memberikan handphonenya kepada Lea.


Setelah menerima handphone dari Daella, Lea membuka layar handphone tersebut, menuju telefon dan mencari kontak tantenya Daella. Tak lama ia pun melihat kontak dengan nama 'Tanteku' lalu menekan kontak tersebut dan menelfonnya.


Sontak Daella terkejut ketika melihat Lea mengarahkan handphone ke telinganya, ia pun mencoba meraih handphonenya kembali. Pikirnya apa yang Lea lakukan? Siapa yang sedang ia telefon? Daella melompat-lompat berusaha menggapai handphonenya tetapi ia tak sampai, terlalu tinggi untuknya meraih handphone tersebut.


"Hallo? " ucap Lea kemudian menandakan kalau orang yang ia telefon telah mengangkat panggilannya. Daella pun semakin panik, ia sempat ingin mengatakan sesuatu kepada Lea, tetapi keburu Lea yang sudah membungkam mulutnya menggunakan tangan besarnya itu.


"Iya halo? " jawab dari orang dalam telefon.


"Apakah ini tante Daella? " tanya Lea dengan ia yang masih membungkam Daella untuk tidak berbicara sementara waktu, sedangkan Daella berontak berusaha melepaskan tangan Lea dari mulutnya.


"Iya saya tantenya Daella. Ini siapa ya? Kenapa menelfon lewat nomor Daella? " Bruna Clarissa yang merupakan tante Daella, bingung dengan siapa saat ini ia berbicara.


Disaat itulah Lea harus mengatakan sesuatu yang menurutnya harus ia katakan. "Saya Lea, pacarnya Daella. Sekarang Daella sedang berada di rumah saya. Kalau tante ingin menemuinya tante bisa kerumah saya saja, nanti akan saya kirim alamat rumah saya. " setelah itu pun Lea langsung mematikan telefon nya tanpa mendengar perkataan Bruna terlebih dahulu.


Disisi lain Bruna sempat tertegun dengan apa yang baru saja ia dengar. "Pacar? " gumamnya dan tanpa sengaja di dengar oleh anaknya yang baru saja selesai bersalin lalu menghampirinya.


Ryu terkejut dan ia meminta penjelasan lebih jelas dari Bruna tentang apa yang baru saja Bruna katakan. Bruna pun menjelaskan secara rinci kepada anaknya itu dan saat itulah Ryu tidak terima mendengar Daella sudah memiliki pacar.


Di tengah-tengah itu tibalah Yuichi Izanagi, ayah dari Ryu yang berarti suami Bruna, yang juga baru selesai bersalin dan siap untuk kerumah Daella. Namun ia justru melihat 2 orang dengan ekpresi yang berbeda. Bruna yang memasang ekspresi bahagia dan Ryu yang justru memasang ekpresi kesal. Ada apa ini? pikirnya.


Bruna menyadari keberadaan suaminya dan ia pun langsung menghampirinya. Lalu ia kembali mengatakan kalau Daella sudah memiliki pacar. Yah, Yuichi ikut senang mendengarnya karena akhirnya Daella tidak sendiri lagi dan ada yang merperhatikan dia dari dekat.


Namun kemudian Bruna mengatakan kalau mereka tidak bisa pergi malam ini. Mendengarnya pun Ryu dan ayahnya bingung, hingga akhirnya Bruna menjelaskan tentang alamat keberadaan Daella yang saat ini jauh dari kediaman mereka. Jika mereka tetap ingin pergi kesana malam itu juga, maka mereka akan tiba pada pukul 1 pagi dari yang sekarang pukul setengah 8 malam. Tak ada pilihan lain, mereka pun sepakat untuk menemui Daella ke alamat yang Lea kirim di keesokan harinya saja. Rasanya Ryu tidak sabar lagi ia sangat penasaran seperti apa rupa pacar Daella.


Di kediaman Lea, Lea pun melepas bungkamannya dari mulut Daella. "Wtf! Apa yang lu lakuin sama tante gue?? " Daella langsung merebut kembali handphonenya dari tangan Lea. Ia kesal dengan perlakuan Lea terhadapnya dan juga tantenya, menurutnya sikapnya kurang sopan. Yang di maksud Daella kurang sopan ialah Lea yang sudah mematikan telefon nya, di saat orang seberang sana belum menyelesaikan perkataan nya.


"Maaf Daella, " ucap Lea merasa bersalah dengan sikapnya, ketika melihat Daella marah dengannya. karena Daella gadis yang baik ia pun memaafkan Lea dan mengalihkan topik dengan bertanya kepada Lea, apakah besok kerabatnya akan datang? Dan Lea pun menjawab kalau kemungkinan besar mereka akan datang dan tiba di waktu Daella sedang bersekolah.


Daella menghembuskan nafasnya kasar atas apa yang telah terjadi. Besok, jika kerabatnya datang di waktu Daella masih bersekolah, Ia meminta Lea untuk mengatakan sesuatu yang memang harus dikatakan saja, jangan sampai Lea mengatakan yang tidak-tidak. Lea pun mengangguk tanda mengerti.


Melihat Daella yang sudah tidak marah lagi dengannya, Lea pun memutuskan untuk mengajak Daella pergi makan malam. "Emn, Sayang. Gimana kalau kita makan malam di luar? Aku ada rekomendasi restoran yang pasti kamu suka. "


Daella berpikir sejenak perihal ajakan makan malam Lea, sebelumnya ia bergumam kalau mungkin ia tidak akan makan malam karena masih kekenyangan. Pada nyatanya sekarang ia sudah lapar lagi dan ia pun menerima ajakan Lea. "Yaudah ayo, " sahut Daella dan mereka pun segera pergi ke restoran yang Lea maksud.


Mengenai Ryu Agastain dan Yuichi Izanagi yang memiliki nama tidak seperti orang Jerman. Nama Ryu Agastain sendiri diambil dalam 2 bahasa yakni bahasa Jepang dan Jerman. Di karenakan Yuichi Izanagi yang merupakan ayah Ryu adalah pria asal Jepang dan Bruna Clarissa menginginkan nama anaknya ada marga Jepang dari nama ayahnya yakni 'Yu'


...~...


...Tbc:/...