Radiant Energy/Strahlungsenergie

Radiant Energy/Strahlungsenergie
Bab 20



Sekarang pukul 9 pagi, Daella tengah siap-siap karena hari yang ia tunggu-tunggu telah tiba. Hari di mana ia akan belajar memasak di rumah Zohan. Ia juga telah memberitahu alamat rumah Zohan kepada supir yang akan mengantarnya.


Lea terbangun ketika mendengar suara mesin mobil yang menyala, ia pun langsung menghampiri sumber suara. Di sana ia mendapati Daella tengah masuk ke dalam mobil dengan berpenampilan rapih.


"Daella! " Lea memanggil Daella sebelum mobil itu berjalan. Daella yang merasa dipanggil pun menoleh ke arah Lea dan Lea datang menghampirinya. Lea mengetuk-ngetuk kaca mobil meminta Daella untuk membukanya terlebih dahulu, dan Daella pun membukanya.


"Kenapa? " tanya Daella terhadap Lea. Di mata Daella saat itu ia melihat Lea terlihat pucat seperti orang sakit dan juga sedikit panikan, ia tidak tahu mengapa.


"Daella kamu mau pergi kemana? Kamu mau ninggalin aku lagi? " tanya balik Lea terhadap Daella, itulah yang membuatnya terlihat pusat.


Mendengarnya Daella hanya memasang wajah datarnya sembari membatin Wtf?! Lalu Daella kembali buka bicara "****! Gue mau main ke rumah temen gue, bukannya mau kabur atau semacamnya, " jelasnya, Lea pun merasa lega dan wajahnya pun terlihat sehat lagi.


Namun Lea bertanya-tanya kemana Daella akan main, apalagi dia tidak ada pamitnya dengan Lea. "Mau main kemana? Kenapa ga ngomong sama aku biar nanti aku yang anter kamu, " ucap Lea memelas sembari menyandarkan dagunya di jendela mobil.


Daella sengaja tidak izin ataupun pamit dengan Lea, karena jika Lea tahu kemungkinan ia tidak akan mengizinkannya pergi. Ia mengatakan kepada Lea kalau ia pergi main ke rumah teman perempuannya dan Lea tidak perlu mengantarnya.


Lea pun mengerti dan mengizinkan Daella pergi, ia melambaikan tangan kepada Daella yang juga membalas lambaiannya. Lalu Lea kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya. Hari ini ia tidak bekerja dan pekerjaannya akan diurus oleh sang sekretaris yaitu Violetta.


Rencana Daella pergi tanpa sepengetahuan Lea gagal total. Ia berpikir kalau ia berangkat pagi sekitar jam 9 an Lea tidak akan mengetahui hal tersebut karena ia yang jam segitu masih tertidur.


Terkadang Lea bangun pagi hanya untuk menyiapkan bekal makan siang Daella lalu pergi tidur kembali dan akan bangun di jam 11 siang atau karena ia yang harus datang bekerja ke perusahaan. selebihnya ia hanya menghabiskan waktu di rumah saja bahkan lebih sering bekerja di rumah dari pada di perusahaannya.


Kini Daella telah tiba dan berada di kediaman Zohan juga Nico. Ia disambut hangat oleh Nico yang memang sudah sedari tadi menanti kedatangannya.


Zohan mengatakan akan mengajarinya memasak sesudah ia mandi dan selagi menunggu Zohan mandi, ia bermain game online bersama Nico. Game yang baru saja ia download semalam dan ia pelajari untuk bermain bersama Nico.


"Awas kak ada yang dateng dari samping, " ucap Nico membahas musuh di dalam game mereka. Daella dengan cepat menghindari serangan musuhnya dan mengalahkan mereka.


Beberapa kali Nico di buat Daella terkesima karena ia yang tidak seperti seorang pemula dan Nico juga baru mengajarinya sedikit hal terkait game tersebut, tetapi Daella bisa dengan cepat sepandai itu.


Diam-diam Zohan memperhatikan Daella bermain game dengan ia yang berdiri di belakang sofa tempat duduk Daella juga Nico. "Jago juga kamu mainnya, gimana kalau kita bertiga main bareng, mau? " Zohan mengagetkan mereka berdua dengan ia yang tiba-tiba saja berbicara dari belakang mereka.


Nico setuju dengan ajakan Zohan, pikirnya pasti seru kalau lebih ramai orang. Apalagi Zohan pro gamer jadi sudah pasti mereka akan menang terus-menerus. Akhirnya Daella pun menyetujui mereka dan bermain bersama.


"Tenang aja kak, gue bisa pulang malem ko. Soalnya bakal dijemput ga pulang sendirian. " Daella masih tetap ingin di ajari masak oleh Zohan. Zohan mengerti dan mereka pun segera pergi ke dapur.


"Semangat kak Zohan... " ucap Nico sembari ia menyengir melihat kakaknya sedang Pdkt dengan Daella.


"Shut up. " Zohan menyuruh Nico untuk tidak banyak bicara agar ia tidak grogi di hadapan Daella, padahal saat ini saja wajahnya sudah sedikit memerah. Ia laki-laki yang mudah tersipu ketika sudah jatuh cinta.


Saat ini mereka telah di dapur dan akan memasak beberapa jenis makanan dan salah satunya adalah Kartoffelsalat. Kartoffelsalat ini semacam salat kentang yang terbuat dari potongan kentang rebus yang dicampur dengan tomat, cuka, mayonaise, bawang bombay segar, dressing milk, telur dan daging sapi. Kartoffelsalat juga merupakan salah satu makanan khas Jerman yang terkenal lezat.


Cara membuatnya juga cukup mudah. Rebus kentang hingga matang. Kemudian kupas dan potong kecil-kecil. Potong bawang bombay, mentimun, dan lobak-merah. Siapkan wadah, campurkan lima sendok makan minyak sayur, enam sendok makan air, sepuluh sendok makan cuka, garam dan lada secukupnya. Masukkan kentang ke wadah berisi bumbu. Aduk hingga merata. Goreng sosis hingga keemasan. Selesai! Sajikan Katroffelsalat dengan sosis yang telah digoreng.


Setelah diajari dan berusaha semaksimal mungkin, akhirnya Daella menghasilkan masakan yang sama rasanya dengan masakan Zohan. Ia sangat gembira setelah ia yang mencicipi masakannya sendiri. Melihatnya Zohan jadi ikut gembira, ia tersenyum sembari memperhatikan Daella. Menurutnya Daella orang yang mudah diajari. Pikirnya, mungkin Daella siswi terpintar di kelasnya.


Semuanya sudah terlaksana kan oleh Daella dan sekarang sudah pukul setengah 11 malam. Daella pamit kepada Zohan juga Nico. Awalnya Zohan memutuskan untuk mengantar Daella tetapi Daella mengatakan kalau supirnya sudah datang menjemputnya.


"Hati-hati ya Daella, " ucap Zohan mengantar Daella sampai ke depan pintu rumahnya. Dari sana juga ia melihat memang ada mobil yang sudah menunggu.


"Iya kak, makasih juga ya untuk hari ini. Bye kak, bye Nico... " Di akhiri Daella dengan melambaikan tangannya kepada Zohan juga Nico sembari ia berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya dari tadi.


Daella pun masuk ke dalam mobil tersebut "Udah dari tadi ya pak? " tanya Daella sembari ia mengenakan Seat Belt (Sabuk Pengaman) tanpa ia melihat dulu ke arah yang ia ajak bicara.


"Iya, " sahut sang supir yang seketika membuat Daella tertegun menghentikan aktivitasnya ketika ia mendengar suara tersebut yang ternyata Lea. "Sayang, dari yang aku lihat, mereka semua laki-laki dan ga ada satupun perempuan kaya yang kata kamu, " lanjut Lea.


Daella bingung harus mengatakan apa kepada Lea, pikirnya kenapa Lea bisa sampai mengetahui hal ini bahkan ia yang justru menjemputnya. Kemana supir yang mengantarnya tadi pagi? "L-lea... G-gu- "


"Jelasinnya di rumah aja, " sela Lea dan ia pun langsung melajukan mobilnya ke jalan raya.


...~...


...Tbc:/...