Radiant Energy/Strahlungsenergie

Radiant Energy/Strahlungsenergie
Bab 26



Kemarin Daella pulang sekolah mendapati Violetta berada di rumah Lea untuk alasan pekerjaan, begitu pula dengan hari ini. Wahh…  ternyata dia kesini lagi batin Daella setibanya di rumah. Jiwa ingin mengerjai Violetta pun kembali meronta-ronta dan ia pun kembali melakukan hal yang sama yakni membuat Violetta cemburu. 


Keesokan harinya… 


"Udah pulang sayang? " ucap Lea basa-basi, lalu ia menepuk-nepuk pelan pahanya guna menyuruh Daella untuk tiduran di pangkuannya lagi, seperti yang Daella lakukan beberapa hari ini sepulang sekolahnya. 


Daella pun menurut. Dia mau sampai kapan si? Batinnya, bahkan di hari ini pun Violetta masih datang ke rumah Lea. 


Beberapa hari kemudian… 


Oh f*ck! Dia masih kesini nih? Lagi dan lagi. Beberapa hari ini, setiap ia pulang sekolah ia pasti mendapati Violetta berada di rumah Lea. Iya sih, ia tahu kalau itu untuk urusan pekerjaan, tetapi semakin hari ia semakin kesal. Apalagi ketika ia melihat Violetta yang sering keganjenan kepada Lea. 


"Sayang? " tanya Lea yang melihat Daella hanya diam dan berdiri saja. "Kenapa sayang? " tanya Lea kembali. Lalu ia mengarahkan Daella untuk kembali tiduran di pangkuannya.


"Tch, " decih Daella lalu ia pun mengambil arah menuju kamarnya bukan kamar Lea lagi. 


Lea bingung mendapati perubahan sikap Daella hari ini, perasaan kemarin-kemarin Daella masih bersikap seperti biasanya dan baik-baik saja. Lalu ada apa dengan hari ini? Pikir Lea. 


Disisi lain, Violetta menyadari sikap Daella tersebut. Menurutnya Daella sudah kesal karena beberapa hari ini ia berada di rumah Lea. Ia pun tersenyum licik, gue ada suprise buat lu Daella batinnya. Ia memiliki suatu rencana, yang memang sudah ia nanti-nantikan kapan hari yang tepat untuk menjalankan rencananya tersebut. 


Hari ini… 


"Lu kenapa lagi Daellaaa? " tanya Caroline yang melihat Daella seperti tidak semangat sekolah. Daella seperti itu sudah dari pagi hingga saat ini, istirahat ke dua. 


Daella melirik ke arah Caroline yang baru saja melontarkan pertanyaan terhadapnya. "Ga apa, cuma lagi kesel aja, " sahutnya, kemudian ia melahap roti yang tadi ia beli. 


Caroline, Hayden, Thea dan Ellsie, saling lirik-lirikan melihat sikap Daella hari ini. Mereka memikirkan satu hal yang sama dan sepertinya mereka tahu akan sesuatu. "Ada hubungannya sama sekretaris Lea? " kali ini Hayden yang mencoba bertanya terhadap Daella. Sebelumnya Daella pernah bercerita kepada teman-temannya tentang ia yang melihat Lea bersama sekretarisnya, tetapi ia tidak memiliki perasaan cemburu. 


Mendengarnya, Daella jadi makin kesal dan seketika menggebrak meja kantin. "AAHK!! Gue tu kesel sama dia yang ke rumah Lea mulu. Mana suka keganjenan lagi, ihh! " Daella agak meninggikan suaranya dan tanpa ia sadari ia sudah mengucapkan apa isi hatinya. 


Hayden dan yang lainnya pun tertegun setelah mendengar penyataan dari Daella. Mereka kembali lirik-lirikan. "Berarti lu cemburu Daellaaa… " ucap Mereka secara bersamaan yang membuat Daella sedikit terkejut. 


Cemburu? Pikir Daella. Lalu salah satu temannya kembali menjelaskan kalau itu adalah cemburu dan mereka juga mengatakan kalau Daella sebenarnya sudah jatuh cinta dengan Lea. Namun, mungkin Daella kurang peka terhadap perasaannya sendiri. 


Apa iya yah? Batin Daella kemudian. Ia memikirkan apa yang teman-temannya katakan dan apa benar kalau mungkin saja ia sudah lama jatuh cinta dengan Lea, tetapi ia nya yang kurang peka atau bahkan tidak mengerti terhadap perasaannya sendiri. Daella masih bingung. 


Kemudian salah satu temannya pun kembali berkata "Coba lu nyatain ke Lea kalau lu udah jatuh cinta sama dia" ucap Ellsie. Daella berpikir sejenak, ia sedikit malu jika harus mengatakan hal semacam itu kepada Lea.


"T-tapi gimana kalau ini bukan perasaan cinta? " tanya Daella yang terus-terusan mengatakan kalau ia belum mencintai Lea dan perasaannya saat ini bukanlah perasaan cinta. 


"Owh ya ampun. Ternyata temen kita satu ini bukan bodoh soal pelajaran aja, tapi soal cinta sama perasaan juga. " Ellsie ikutan memijat keningnya. 


Daella memasang wajah datarnya setelah mendengar temannya mengatai dirinya bodoh. "Okey-okey… gue akan akui perasaan gue ke Lea dan meyakini kalau perasaan ini, perasaan cinta, " ucap Daella. 


Kemudian teman-teman Daella pun saling memeluk teman bodoh mereka tersebut untuk memberinya semangat. "Gitu dong. Btw, entar kalau lu udah confes kasih tau kita ya lewat gc " ucap Hayden dan di setujui Daella. 


Di kediaman Lea, Violetta menyiapkan minuman buatannya sendiri untuk Lea. "kamu suka teh susu kan? Nih aku buatin, biar kamu kerjanya ga makin pusing, " ucap Violetta. 


Lea hanya melirik minuman tersebut dan terus fokus dengan kerjaan yang sedang ia kerjaan. Hari ini ia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya lalu mengajak Daella pergi keluar untuk bersenang-senang. Dari kemarin Daella tak terlalu banyak bicara terhadapnya, ia tidak tahu penyebabnya. Oleh karena itulah, ia ingin mengajak Daella keluar untuk membuat mood Daella kembali bagus. 


Beberapa saat kemudian, tanpa Lea sadari ia mengambil minuman yang Violetta buat lalu meminumnya sampai habis. Ia sangat haus, terlebih minuman yang Violetta buat adalah teh susu, minuman favoritnya. 


Lea melirik ke arah jam di laptopnya, ternyata sebentar lagi Daella akan pulang, pikirnya. Ia pun semakin mempercepat kerjaan hingga akhirnya selesai sudah semua pekerjaan Lea. Ia beranjak bangun dari duduknya untuk membereskan berkas-berkas di atas meja lalu menyimpannya. 


Namun ketika Lea ingin berjalan menuju kamarnya, tidak tahu kenapa ia merasa tubuhnya menjadi panas, wajahnya memerah dan penglihatannya sedikit kabur, ia juga menjadi sangat berkeringat. 


Violetta yang melihatnya pun menghampiri Lea dan meraba kening Lea. "Panas, kamu demam Lea? " tanyanya kayanya berhasil nih batin Violetta kemudian. "Uakhem, kamu duduk aja lagi Lea. " Violetta mengarahkan Lea ke sofa dan membuatnya duduk. 


"Daella? " ucap Lea lalu meraba wajah Violetta yang saat ini berada tepat di hadapannya. Ia menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Violetta, di selipkan lah rambut tersebut ke telinga Violetta. "Cantik, " lanjutnya. 


"Le-mphh??!! " 


Tidak bisa menahan hawa nafsunya lagi, Lea pun langsung mencium bibir Violetta, memasukkan lidahnya dan mulai m*lu**tnya. Itulah yang Violetta tunggu-tunggu. Ia pun membalas ciuman Lea dan ikut m*lu**tnya. Kini mereka saling berciuman di sofa dengan Violetta yang berada di pangkuan Lea. 


Daella sudah sampai rumah, tetapi ia cukup kesal karena si kembar malah ikut dengannya. Bahkan mereka menyatakan kalau mereka ingin menginap di rumah Lea karena besok adalah hari minggu. 


"Wah ga sabar deh, pengen liat Daella confes ke kak Lea, " ucap Garvyn setelah mereka di ceritakan Daella, kalau Daella akan menyatakan perasaannya kepada Lea. Mendengarnya mereka begitu gembira, Karena sesuatu yang Lea inginkan akan terwujud. 


Ketika mereka masuk kerumah Lea, mereka akan melewati lorong telebih dahulu dari arah pintu utama. Lalu di depan sana akan diperlihatkan ruangtamu dan meja makan di sebelah kanan serta lorong menuju taman bunga milik Lea di sebelah kirinya. 


Daella merasa sangat deg-degan ketika ia akan menyatakan perasaannya, ia membayangkan apa yang akan Lea lakukan setelah mendengar pernyataannya. Ia pun sedikit tersenyum malu. 


Tibanya di ruang tamu, Daella langsung menghentikan langkahnya. Matanya membelalak, jantungnya seolah akan berhenti, dan sesuatu yang sangat amat sesak terasa di bagian hatinya. "L-lea??? " Daella, si kembar juga Karl begitu terkejut melihat apa yang sedang ada di depan mata mereka saat ini. Mereka melihat Lea tengah bercumbu ganas dengan Violetta. 


...~...


...Tbc:/...