
Kini Daella dan teman-temannya tengah duduk di satu meja dengan beberapa makanan ringan juga minuman dingin.
"Gila Daell, lu tadi keren banget cok. Gue yang cewe aja suka liatnya apalagi cowo. " Thea buka bicara dan di angguk Caroline tanda menyetujui perkataan Thea.
Daella jadi merasa malu karena terus-terusan dipuji beberapa temannya. "Ga juga ah, " sahut Daella lalu meminum minuman dinginnya. Di batin Daella mengatakan kalau ia bersyukur karena diantara mereka tidak ada yang bertanya atau membahas penyebab ia telat tadi.
Tak lama dari mereka yang masih kumpul-kumpul sembari mengobrol hal lain, tiba-tiba Zohan datang menghampiri meja Daella juga teman-temannya. Seketika beberapa gadis yang melihatnya berjerit-jerit. Pandangan Zohan tertuju ke arah Daella dan Daella yang sadar akan keberadaan Zohan pun segera melirik ke arahnya. "Kak Zohan? " ucapnya.
"Daella besok jangan lupa ya, aku tunggu kamu di rumah. " Daella hanya mengangguk dan setelah itu pun Zohan kembali ke kelasnya, ia ke kantin hanya untuk membeli minum dan berbicara dengan Daella walaupun sebentar.
Di waktu Zohan sudah benar-benar tak terlihat keberadaannya, teman-teman Daella langsung bertanya-tanya dengan heboh kepada Daella perihal perkataan Zohan tadi. Pikirnya apa-apaan itu, kenapa Zohan mengajak Daella ke rumahnya.
Daella pusing mendengarkan banyak pertanyaan dari mulut teman-temannya. "Jangan salah paham, gue ke rumahnya karena minta di ajarin masak bukan mau Pdkt, " jelas Daella. Namun tetap saja mereka tetap sama berisiknya dan mengatakan kalau Zohan itu bukan tipe orang yang seperti itu terhadap perempuan lain, tapi kenapa ketika dengan Daella ia berbeda.
"Fix, " ucap Ellsie dengan singkat.
Daella mengangkat satu alisnya karena bingung "Fix apanya? " tanya Daella. Temannya pada geleng-geleng kepala melihat Daella yang tidak peka atau memang terlalu bodoh.
"Fix kalau Zohan itu suka sama lu Daellaaa... " jelas Caroline kepada Daella. Mereka menjelaskan kalau Zohan itu pasti memiliki perasaan terhadap Daella, tetapi Daella tidak percaya dengan hal tersebut. menurut mereka, tidak mungkin Zohan memperlakukan Daella dengan beda kecuali ia memiliki perasaan. Zohan sendiri tahu kalau ia di kenal sebagai laki-laki dingin dan tidak mudah dekat dengan perempuan apalagi berbicara dengan mereka.
"Hahh... " Daella menghembuskan nafasnya kasar dan mengatakan suatu hal yang membuat teman-temannya langsung terdiam "Stop bestie, gue udah ada pacar, " ucapnya dan wajahnya langsung memerah karena ketika ia mengatakan hal tersebut, ia jadi teringat lagi kejadian tadi pagi yang sempat terlupakan.
Mendengarnya para teman Daella mengerjapkan mata mereka beberapa kali, mereka tidak salah dengarkan? Pikir mereka. Awalnya mereka tidak percaya, tetapi melihat dari wajah Daella yang tengah memerah membuat mereka yakin kalau Daella sedang tidak berbohong.
Mereka pun bertanya-tanya siapa dan seperti apa pacar Daella. Dengan sedikit malu-malu Daella pun memberitahu mereka dari nama, fisik dan ketampanan Lea serta umurnya. Di situ mereka terkejut mendengar umur Lea yang berbeda 13 tahun dari Daella.
"Buset, sugar daddy ga sie? " ucap Hayden yang menyebut Lea sebagai sugar daddy-nya Daella.
"Wahh... Daella kita pinter juga nyari pacarnya, " di lanjut Ellsie sembari ia melirik ke teman-temannya. Lalu salah satu dari mereka bertanya lagi tentang bagaimana Daella dan Lea bisa bertemu bahkan hingga pacaran. Namun Daella tidak ingin memberitahu hal tersebut, karena menurutnya akan lama untuk ia bercerita kepada mereka dan saat ini ia sedang malas bercerita.
Mereka mengeluh kepada Daella, mereka sangat penasaran tetapi Daella malah enggan untuk memberitahu mereka, tapi ya sudahlah mereka akan menunggu kapan Daella mau memberitahu dan menceritakan semuanya kepada mereka.
Tak terasa bell masuk telah berbunyi dan mereka berlima belum sempat berganti seragam karena mereka yang malah asik mengobrol. Sebab itulah mereka langsung bergegas ke kelas dan berganti seragam yang tadinya memakai seragam olahraga.
Seperti biasa mereka pun mengikuti pelajaran sampai semua jam pelajaran habis.
Daella tak sabar ingin cepat sampai rumah, karena beberapa waktu yang lalu ia mendapat pesan dari Lea kalau kerabatnya telah tiba. Lea juga mengirimnya sebuah foto bersama kerabatnya dan Daella terus saja menatap Lea yang tersenyum di dalam foto tersebut, hingga akhirnya ia pun ikut tersenyum. "Ternyata mereka cepat akrab. "
Beberapa menit berlalu dan barulah Karl tiba menjemput Daella, hari ini ia sedikit terlambat menjemputnya karena suatu alasan. Setelah tiba di rumah Daella disambut dengan manis oleh kerabat tercintanya.
Daella tak masalah, ia pun menerima maaf tantenya dan mempersilahkan Bruna untuk duduk kembali. "Tante udah kenalan sama Lea? " tanyanya guna mengubah topik dan suasana agar tidak terlalu mengharu.
Bruna mengangguk semangat menjawab pertanyaan Daella. "Dia baik juga tampan, gimana kamu bisa ketemu sama dia sayang? " kini Bruna yang balik bertanya. Pikir Daella syukurlah ternyata Lea tidak memberitahu awal mereka bisa bertemu kembali hingga ke saat ini. Jika ia memberitahu, kemungkinan kerabatnya tidak akan suka dengan Lea. Daella pun hanya tertawa kecil dengan pertanyaan Bruna.
"Gimana pun awal pertemuan kalian, kamu termasuk orang yang beruntung Daella, " ucap Yuichi setelahnya. Ia bahagia karena anak dari kakak laki-laki Bruna mendapatkan sosok pria yang bisa di andalkan dan ia berharap Lea lah jodoh Daella.
Daella mengangguk mengerti dengan ucapan Yuichi. Semoga aja ya om batinnya. Yeah, ia juga berharap menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini. Sementara itu, sesekali Daella melirik ke arah Ryu ia melihat Ryu sedikit melamun. "Ryu? " panggilnya dengan lembut.
Ryu pun langsung tersentak kaget ketika Daella memanggilnya. "Iya kak? " sahutnya. Lalu Daella pun bertanya kepada Ryu mengapa ia melamun di moment seperti ini, sedangkan Ryu mengatakan kalau ia hanya sedikit tidak mood saja.
Tidak mood? Tapi kenapa? Pikir Daella. Apakah yang membuat Ryu jadi tidak mood saat ini adalah Lea? Karena Ryu tidak pernah bersikap seperti saat ini di pertemuan mereka sebelumnya, bahkan ia sangat bersemangat bila mendengar orangtuanya ingin bertemu dengan Daella.
Tch, jelas gue ga mood. Gue ga suka sama si Lea itu. Ko bisa si dia ngedapetin kakak gue? Jangan-jangan kak Daella di pelet batin Ryu. Ia terlihat badmood seperti itu karena tidak suka dengan Lea, ia belum bisa menerima kalau Daella sudah memiliki pacar apalagi pacarnya itu Lea.
"Ryu~ Jangan melamun, nanti kesambet loh. Soalnya di sini banyak setannya, " ucap Lea dengan senyum pura-pura terhadap Ryu, ia tahu kalau Ryu tidak menyukai dan menyetujui hubungannya Dengan Daella.
Dari awal mereka tiba, Ryu memang sudah menunjukan raut wajah tidak sukanya terhadap Lea dan Lea yang mengetahui hal tersebut pun justru semakin mempermainkan Ryu dan sering membuatnya kesal secara tak langsung.
"Iya gue tau, dan salah satu setannya itu lu. " Ryu membalas Lea dengan menatapnya tajam dan Lea pula membalas tatapan tajam dari Ryu. Kini mereka saling menatap dengan perasaan kesal dan tak suka dari masing-masing.
Daella juga kedua orangtua Ryu yang melihat kelakuan mereka berdua pun langsung menegur mereka. Ryu dan Lea pun menurut setelah mereka di tegur dan mereka berhenti saling menatap.
Setelah hari yang semakin larut Bruna dan keluarganya pun memutuskan untuk segera pamit, karena mereka akan menempuh perjalanan panjang. "Nak Lea, tolong jaga Daella baik-baik ya, jangan sakiti dia. Kalau sampai itu terjadi, siap-siap kamu berhadapan sama juara 2 pencak silat antarkota ini, " ucap Bruna dengan kuda-kudanya. Ia merupakan juara 2 pencak silat antarkota ketika ia masih bersekolah, kini bakatnya ia turunkan ke Ryu yang juga mendapat gelar juara 1 antar provinsi.
Lea menanggapi Bruna dengan tertawa kecil "Iya tante, ga akan pernah ko, " sahutnya lalu bersaliman dengan Bruna juga Yuichi dan kembali bertatapan dengan Ryu, masing-masing dari mereka pun saling buang muka. Daella juga kedua orangtua Ryu hanya geleng-geleng kepala melihat mereka yang masih belum akur.
"Hati-hati ya om, tante, " ucap Daella sembari bersaliman dengan mereka. "Kamu juga Ryu, kuliah yang bener. " lanjutnya lalu memeluk Ryu. Kesempatan Ryu untuk membuat Lea kesal dengan memeluk Daella. Seketika itu urat kesal Lea timbul, Ryu benar-benar berhasil membuat Lea kesal terhadapnya.
Perlahan mobil mereka pun meninggalkan area rumah Lea sampai tak terlihat lagi.
Sekedar info tentang Ryu yang lebih tua dari Daella tetapi memanggil Daella dengan sebutan 'Kak' Hal itu di sebabkan ayah Daella yang lebih tua di banding Bruna, alias Bruna merupakan adik perempuan dari Qenan Daellitz (Ayah Daella)
...~...
...Tbc:/...