
Singkat cerita setelah mereka saling menjelaskan dan mendengarkan, mereka pun berakhir dengan acara makan bersama, masih di kediaman Paxton. Usai dari makan bersama, Lea yang duduk di samping Daella tiba-tiba bangun lalu memutar kursi Daella ke arahnya. Di situ Daella terkejut sekaligus bingung dengan apa yang tengah Lea lakukan.
Mumpung semuanya sedang berkumpul di satu ruangan, Lea segera melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak mereka duga dan membuat mereka begitu terkejut. Lea berlutut di hadapan Daella yang masih terduduk di kursinya.
"Daella, " ucapnya sebagai awal pembicaraan. "Aku tau kita baru dekat 2 bulan ini dan aku juga tau kalau ini masih terlalu cepat bagi kamu. Namun aku sudah jatuh cinta sama kamu dari 13 tahun yang lalu dan sekarang pun kamu sudah jatuh cinta sama aku. Jadi… " Lea merogoh saku celananya, lalu mengambil sebuah kotak kecil dan memperlihatkan cincin cantik di hadapan Daella. "Maukah kamu, Daella Sharmayne bertunangan dengan aku, Bougainvillea Paxton dan kelak akan menikah serta menjadi ibu dari anak-anak ku. "
Semua yang menyaksikan langsung dibuat bungkam oleh Lea, terutama Daella. Seketika wajah Daella pun memerah dan membuatnya sulit untuk membuka mulut. Pikir Daella, kenapa Lea bisa mengetahui kalau ia sudah jatuh cinta terhadap Lea, sedangkan ia belum sempat mengakuinya. Daella pun berusaha menenangkan dirinya di mulai dari menetralkan kembali detak jantungnya yang kini berdegup begitu kencang tak karuan dan tangannya dingin serta ia sedikit gugup.
Melihat Daella yang masih terdiam dan belum mengatakan sepatah kata pun, membuat Lea gemetar. Ia takut Daella akan menolak ajakan bertunangan nya. Pikir Lea, mungkin seharusnya bukan sekarang waktu yang tepat karena terlalu cepat untuk Daella dan jelas saja jika Daella akan menolaknya.
Namun kemudian, "Emn. " sebuah anggukan pelan dari Daella untuk Lea. "G-gu-gue mau-!!??" ucap Daella dengan gugup dan tersela karena Lea yang tiba-tiba langsung memeluknya.
Sorakan gembira serta tepukan tangan pun diberikan dari si kembar dan beberapa pelayan yang berada di sana. Mereka ikut bahagia melihat pasangan tersebut, terutama Inre. Ia tidak tahu sampai kapan ia akan hidup di dunia ini, tetapi setidaknya ia sempat melihat momen haru tersebut. Entah mengapa Inre jadi berpikir seperti itu.
"Makasih Daella, Makasiiiiihhhh banget, " ucap Lea dalam pelukan eratnya, kemudian ia pun memasangkan cincin tersebut ke jari manis Daella. Sebuah cincin permata dengan warna permatanya yang sama persis seperti warna mata Daella.
Cantik batin Daella, ia mengangkat tangan di depan wajahnya dan melihat cincin permata yang sangat cantik melingkar di jari manisnya. Di saat ia yang sedang asik memandangi cincin di jarinya tersebut, tak lama Lea mendekatkan wajahnya dan bersigap untuk menciumnya.
Sontak Daella terkejut dan spontan menyundulkan kepalanya ke kening Lea. Lea pun terpundur beberapa langkah, ia mengerang kesakitan sembari memegangi keningnya. Seketika moment haru tadi hilang begitu saja setelah mereka melihat adegan yang baru saja terjadi. Sungguh pasangan yang serasi, pikir salah satu dari si kembar yakni Garson.
Entah hanya perasaan Lea saja atau bagaimana, rasanya Daella telah berubah. Berubah dalam hal yang Lea inginkan, di mana Daella sudah tak sungkan dan berani menunjukkan kepeduliannya dan perhatiannya untuk Lea. Beberapa kali ini juga Daella sedikit berkata lembut dan tersenyum kepada Lea.
Jika itu masih dengan Daella yang lama, kemungkinan Daella akan berkata 'Makanya, banyak tingkah sih' pikir Lea setelah Daella yang tak sengaja menyundul keningnya. Namun ternyata tidak, bahkan Daella meminta maaf untuk yang kedua kalinya.
Di mitos yang pernah Lea dengar jarang ada wanita yang akan meminta maaf setelah mereka berbuat salah. Justru sebaliknya, mereka akan menyuruh para laki-laki untuk meminta maaf kepada mereka walaupun para laki-laki tersebut tidak berbuat salah.
Beruntung sekali Lea bisa mendapatkan gadis seperti Daella yang menurutnya sudah sangat sempurna untuk mengisi sisa hidup Lea.
Di sisi lain setelah Daella merasakan sakit hati yang amat pedih, membuatnya sadar kalau ia tidak ingin kehilangan Lea. Ia tidak ingin Lea bersama dengan wanita lain dan ia juga tidak ingin Lea mencintai wanita lain selain dirinya. Terkadang memang perlu merasa kehilangan seseorang terlebih dahulu sehingga kita akan menyadari kalau kita menginginkan seseorang tersebut.
Daella tidak ingin hal itu terjadi. Ia pun akan terus membuka lebar pintu hatinya supaya Lea bisa membuatnya mencintai Lea lebih dalam lagi. Sesuatu yang Daella benci adalah sebuah penyesalan.
...~...
...Tbc:/...