
Diperjalanan yang hampir tiba di rumah, Karl menceritakan mengapa ia begitu panik dan khawatir ketika mendapat kabar kalau Lea sedang mabuk berat. Lea adalah tipe orang yang tidak kuat minum, tetapi ia akan minum jika ia merasa kacau pada dirinya. Namun, ketika ia sudah mabuk berat ia pasti melakukan sesuatu yang tidak seharusnya. Contoh, seperti menaburkan isi Bar dan berkelahi dengan siapapun yang dilihatnya.
Terakhir kali Lea mabuk diusianya 17 tahun. Pada saat itu ia benar-benar mabuk berat, penyebab ia sampai semabuk itu karena ia yang tidak bisa menemukan gadis yang pernah ia temui ditempat wisata. Gadis yang sering ia ucapkan kalau sang gadis memiliki Aura yang memikatnya.
Daella sempat tersentak ketika mendengar Karl mengatakan gadis dari tempat wisata. Namun, Aura? batinnya kemudian.
Karl meneruskan ceritanya. Dahulu semenjak Lea bertemu dengan gadis ditempat wisata, ia terus mengatakan kepada beberapa orang kalau gadis itu memiliki suatu Aura. Namun, mereka yang mendengarnya mengatakan kalau itu hanya perasaan Lea saja. Tidak ada yang percaya dengan ucapannya dan beberapa dari mereka mengatakan Lea terlalu kekanak-kanakan sehingga bisa memikirkan hal konyol seperti itu.
Itu juga salah satu penyebab ia memilih mabuk-mabukan sampai membuat onar di Bar. Bahkan membuat Inre harus turun tangan langsung untuk mengatasi Lea saat itu, beruntung mabuknya Lea kali ini cepat ditangani. Di mabuknya Lea yang pertama ia berkelahi dan memasukkan 7 remaja dan 3 pria dewasa ke rumah sakit. Mereka dibuat bonyok dan tak sadarkan diri.
Akibat ulahnya ia dan juga Inre sampai berurusan dengan pihak berwajib dan membuat Inre menanggung semua pengobatan korban Lea serta dimintai denda oleh polisi. Setelah kejadian itu mulai ada rumor dan menyebar luas ke beberapa wilayah, sehingga mereka mengetahui Lea dan takut dengannya.
Sampai pada pada akhirnya ada rekan bisnis Inre yang berani menghianati mereka hanya demi kepentingan pribadi. Orang itu adalah Owner dari sekolah Intermediary.
Sekolah gue dulu. Jadi...
Ketika Lea mengetahui penghianatan dari sang Owner Intermediary, ia begitu marah terhadapnya. Sehingga ia pun memutuskan untuk membantai Intermediary beserta orang yang membantah keputusannya. Beruntung ia bertemu dengan Daella, gadis yang ia cari dari 13 tahun lalu dan karena Daella lah ia mengurungkan niatnya untuk membantai dan menghancurkan Intermediary.
Ternyata, tanpa gue sadari gue udah nyelamatin nyawa banyak orang, batin Daella. Akhirnya ia mengetahui apa masalah yang membuat sekolahnya dulu hampir dibantai Lea. Dulu ia mengira Lea hanya orang gabut yang kebetulan ingin membatai. Namun, ternyata semua ada sebabnya.
Setelah mendengar cerita panjang dari Karl tibalah mereka dirumah. Daella dan Karl sama-sama saling membantu untuk membawa Lea keluar dari mobil, sampai akhirnya Karl memanggil beberapa bawahan Lea lainnya dan mereka lah yang membawa Lea ke kamarnya.
Daella menghembuskan nafasnya kasar, ketika sudah melihat Lea terbaring di kasur miliknya. Sungguh melelahkan menangani orang mabuk. Ia pun ingin kembali ke kamarnya, tetapi Lea terbangun dan dengan setengah sadarnya ia menggapai tangan Daella.
"Daella, jangan pergi... " Pinta Lea dengan menahan Daella untuk tidak pergi meninggalkan nya. Daella melepas pelan genggaman Lea dari tangannya lalu terus berjalan untuk menuju kamarnya, begitu pula dengan Karl.
Lea berusaha bergerak dan berdiri mengejar Daella, tetapi karena tubuhnya yang begitu lemas ia pun terjatuh dan membuat Daella juga Karl menyadari hal itu. Mereka kembali menghampiri Lea yang tengah terjatuh dan membantunya berdiri. Di saat Daella tengah membantu Lea berdiri, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Lea mencium Daella, sebelumnya ketika Lea berdiri seutuhnya di hadapan Daella, ia menggapai wajah Daella dan mendekatkan bibirnya di bibir Daella sehingga terjadilah sebuah ciuman.
Disisi lain Daella mencoba mendorong Lea yang mulai ingin memasukan lidahnya ke dalam mulutnya. Ia terus berusaha menutup rapat mulutnya walaupun Lea ********** dengan rakus. Lea mendadak begitu bertenaga dan menahan Daella untuk tidak melepaskan ciuman mereka. Setelah beberapa menit kemudian, Lea pingsan dan jatuh ke lantai menindih Daella.
"F*ck! G-gue ga bisa ngebangunin baj*ng*n ini, " ucap Daella berusaha menyingkirkan tubuh besar nan berat Lea dari atas tubuhnya yang kecil. Lalu ia pun menjerit minta tolong dengan siapa pun yang mendengarnya.
Tibalah Karl yang mendengar permintaan tolong dari Daella. Setelah mengetahui situasinya, Karl memanggil 1 bawahan lagi untuk membantu memindahkan Lea ke atas ranjangnya karena ia juga tidak kuat untuk mengangkat Lea sendirian.
Setelah semuanya selesai, Daella jadi malu ketika bertatapan dengan Karl karena Karl melihat ciuman mereka dengan jelas. Ini adalah hal yang paling memalukan dalam hidupnya, pikir Daella. Sedangkan Karl hanya mengatakan kalau Daella tidak perlu khawatir dengan apa yang baru saja terjadi, karena ia janji tidak akan memberitahu siapa pun.
Mendengarnya malah membuat Daella semakin malu. Ia pun memutuskan untuk buru-buru pergi ke kamarnya dan tidur untuk menenangkan diri. "Ciuman pertama gue... " rengek Daella sesampai ia dikamar. Ia cukup prustasi karena ciuman pertamanya lenyap diusia ia yang masih 16 tahun, dimana ia baru saja masuk Sekundarstufe II (sama seperti SMA)
Terlebih orang yang mengambil ciuman pertamanya adalah Lea, sangat menyebalkan gumamnya. Namun ia bisa merasakan ada perasaan lega dari dalam hatinya, ia tidak tahu mengapa begitu. Sejenak kemudian ia pun memutuskan untuk cepat tidur dan melupakan semua yang terjadi hari ini.
Keesokan harinya, beberapa pelayan wanita masuk kedalam kamar Daella dan membangunkannya karena hari sudah pagi. Ketika bangun, ia heran kenapa ada banyak pelayan didalam kamarnya. Kemudian salah satu dari mereka pun mengatakan kalau mereka telah diperintahkan untuk melayani Daella ketika Daella kembali ke rumah itu.
Namun, Daella tidak membutuhkan pelayanan sebanyak itu ia juga bisa mengurus dirinya sendiri. Itulah yang dipikirnya, tetapi mereka juga tidak bisa membantah perintah Lea.
"Maaf nona, kami tidak bisa membantah perintah tuan Lea. Kalau kami membantah kami takut suatu hal buruk terjadi kepada kami, " ucap salah satu pelayan.
"Oh ****. Okeh, okey... " Daella pun angkat tangan dan menyerahkan diri kepada para pelayan itu, sehingga merekalah yang mengurusinya dari mandi sampai ke makeover. Usai dari semua itu Daella langsung sarapan dan diarahkan ke mobil yang akan mengantarnya ke sekolah. Ia merasa seperti anak usia 7 tahun yang baru saja masuk sekolah, sangat berlebihan pikirnya.
...~...
...Tbc:)...
...Rada kesel, ketikan tentang ucapan dalam batin udh di 'italic' tapi pas di upload lurus lgi *-*...