Queen Devil'S

Queen Devil'S
9. QD's



Membutuhkan waktu 3 jam untuk membaca diary itu. Arsy memutuskan untuk tidur karena besok ia harus sekolah.


Tak kunjung bisa memejamkan mata karena ia selalu memikirkan dari mana ia akan memulai segalanya. Ia membutuhkan bantuan seseorang, apa perlu ia menghubungi orang itu yang di maksud oleh almarhum ibunya? Dirinya bimbang sekarang.


Terlalu lama melamun dan memikirkan hal tersebut membuat arsy tanpa sadar tertidur.


......................


Mata bermanik coklat itu mulai mengerjabkan matanya perlahan, merasa terusik karena mendengar gedoran pintu kamarnya yang sangat keras.


"Arsy bangun." teriak el dan sesekali mengedor pintu kamar arsy.


Sedangkan arsy sendiri menghela nafas kasar mendengar teriakan dan gedoran di depan kamar nya. Dengan raut wajah bantalnya ia mulai turun dari kasur dan melangkah membuka pintu.


CEKLEK


"Arsy nih kebo banget sih, dibangunin gk bangun juga, el capek tahu teriak terus. Tangan el juga udah sakit tuh liat merah kan, gara-gara mukulin pintu arsy biar arsy bangun." cerocosnya dengan mendelik kesal.


Arsy yang baru saja membukakan pintu sudah disambut dengan gerutuan sahabatnya,el.


"Maaf dan makasih, arsy mau mandi dulu." jawanya datar tetapi terkesan lembut.


Setelah itu mengucapkan itu segera ia bergegas mandi dan bersiap kesekolah. Sedangkan el yang melihat itu terbengong dan mencebikan bibirnya kesal.


Dan di meja makan sudah terdapat Orangtua el dan juga el sendiri. hanya 1 orang yang belum terlihat batang hidungnya.


"pagi."


"pagi juga arsy."


"pagi juga sayang." jawab mereka serempak.


"ean mana?." tanya nya singkat.


"ean masih di kamar nya tadi mamah liat dia baru selesai mandi." jawab airin dengan mengambilkan makanan untuk untuk anak-anaknya satu persatu.


Arsy hanya mengangguk sekilas lalu memperhatikan airin yang sedang mengoleskan selai blubery di roti tawar.


"pagi Mah, Yah, el, arsy." sapa ean pada mereka. Arsy sekilas menoleh kearah ean dan setelah itu ia kembali fokus melihat airin.


"ean, sini duduk dan kita sarapan bareng-bareng." dan di angguki oleh sean.


SKIP//sekolah.


"Ayah kita sekolah dulu ya." pamit el pada ayahnya yang memang mengantar sekolah arsy dkk.


"iya sayang, sekolah yang rajin dan dengerin ibu guru ya jangan bandel." ucap dika sembari mengelus kepala anak-anaknya sayang.


"Oke yah." jawab mereka kompak.


"bagus." balas dika bangga.


"Yasudah, sana masuk bentar lagi bel masuk loh." titahnya. Dan diangguki mereka.


"Kita masuk dulu yah, makasih udah di anterin." pamitnya arsy pada dika dan tak lupa mengucapkan terimakasih.


"sama-sama arsy." jawab dika tersenyum.


"Dadah ayah." kata El dan Sean melambaikan tangan kearah dika. Lalu mereka bertiga berjalan bersama dengan arsy yang di belakang seolah ia adalah pawang dari dua anak kecil laki-laki itu.


Memang, karena wajah arsy yang datar sedari lahir dan jarang berinteraksi dengan teman selain el dan ean. Jika berinteraksi itupun juga hanya sekali dua kali saja.


Setelah berjalan sekitar 2 menit menuju kelas mereka, akhirnya tiba juga. Segera saja mereka duduk di tempat bangku masing-masing dan sibuk dengan kegiatan mereka sendiri.


Arsy yang menelungkupkan kepalanya diatas meja, sean yang tengah membaca buku entah apa judulnya. Sedangkan el yang bingung harus melakukan apa karena melihat sean yang fokus dengan bukunya dan arsy yang mungkin sudah menyelam ke alam mimpi. Ia tidak mau menganggu mereka.


 


                                     


......................


Arsy sekarang berada di kamar mandi. Ia hanya merilekskan pikirannya saja karena selama pembelajaran ia sangat tidak fokus.


Ia berdiri di depan wastafel yang terdapat cermin, memandangi wajahnya di sana. Lama memandangi wajahnya sendiri ia tersentak melihat bola matanya yang berwarna coklat berubah menjadi merah darah.


'Hai Arsy, How are you? '


"Suara siapa?" . Batinnya


'Hahaha. So cute.'


Lagi-lagi dirinya mendengar suara laki-laki yang terdengar berat. Ia berfikir, mengapa suaranya seperti ada di dalam pikirannya?.


'Aku ada di dalam dirimu nak. Untuk sekarang kau tidak bisa melihatku, hanya bisa mendengar suaraku'.


Mendengar itu membuat ia tambah kebingungan.


"Apa maksudnya." Batinya


'Mari kita berkenalan adek manis. Namaku LUCIFER ANDROMEDA. AKU adalah mantan mafia terkejam No.1 di dunia pada abad 1***, dulu aku terkenal dengan sebutan sang raja iblis, tidak ada satu orang pun yang tidak mengenalku pada abad itu, hampir semua penjuru dunia mengenal sosok diriku. Sang raja iblis. Karena aku sangat suka membunuh orang-orang yang penuh dengan kemunafikan tan0a memandang siapa lawanku pasti akan ku bunuh dengan sangat mengerikan.'


Arsy mengangguk paham. Lalu? . Tanyanya dalam hati.


'Sekarang aku sudah tiada beberapa tahun yang lalu karena penghianatan yang dilakukan oleh orang yang benar-benar ku percayai. Ketika aku mengetahui bahwa aku sudah mati dan aku berfikir akan dimasukan ke neraka mengingat banyak nya dosaku. Tapi ternyata dugaan ku salah, aku seperti berada di suatu tempat yang gelap gulita sendirian, dan disana terlihat seperti ada sebuah video yang menampilkan keluarga kecil penuh dengan cemara, penderitaan, siksaan hingga sang orangtua lebih tepatnya sang ayah dri 3 orang anak meninggal dunia meninggalkan istri serta ketiga anak-anak nya yang masih kecil yang begitu ia cintai lalu tak lama di susul kematian ibunya.


Dan keluarga yang ku lihat adalah keluargamu anak manis.'


Mendengar cerita itu arsy terdiam sesaat karena ia masih bingung harus bagaimana. Dengan penuh ragu ia bertanya.


Lalu mengapa anda bisa di tubuh ku tuan L-lucifer?. Batinnya bertannya.


'entah lah, mungkin karena aku belum bisa membalaskan dendam ku pada orang yang dulu sangat ku percayai. Dan sebut saja aku sebagai alter egomu'.


Alter ego?.


'Kita lanjutkan nanti anak manis, sekarang kau harus bergegas menuju kantin. Sahabat dan adek kembarmu sedang bertengkar dengan anak kelas lain.'


Arsy mendengar itu sontak melebarkan matanya dan tanpa basa-basi ia berlari secepat kilat menuju kantin. Dan benar saja disana ia melihat Sean dan El sedang cekcok dengan anak lain.


Ia diam sesaat, ingin melihat bagaimana mereka meladeni segerombolan anak laki-laki yang songong itu di matanya.


Tapi ia malah terkejut karena melihat ean yang di dorong hingga jatuh kelantai. Melihat itu ia tak terima dan mendekati mereka.


"kamu gpp ean?." tanya nya dengan mengelus tangan sean.


"Arsy." gumam twins e.


"ayo berdiri." mengulurkan tangannya membantu sean berdiri, setelah itu berdiri didepan sean menjadi tameng untuk sang kembaran.


"apa maksudmu mendorong adek ku?." tanya arsy dengan raut wajah dinginnya.


Segerombolan anak laki-laki tadi menciut melihat arsy yang terlihat seram. Kaki mereka sudah bergetar takut. Bahkan ada juga yang sudah mengompol karena katakutan.


"a-adik m-mu?." tanya anak itu bergetar yang sepertinya bos nya.


"Jangan sekali-kali kalian menyakiti sean dan samuel. Mereka adalah adek kesayanganku!." ucapnya menatap tajam anak-anak itu.


Sontak karena ketakutan mereka berlari terbirit-birit dan menangis.


"arsy, kamu gpp kan?." tanya el. Arsy hanya mengangguk dan matanya beralih menatap sean yang juga sedang menatap dirinya.


"are you oke?."


Sean mengangguk merespon pertanyaan dari kakak kembarnya.


"makasih arsy." ucap mereka kompak.


"lanjut makan lagi, bel masuk masih 10 menit." ucap arsy lalu mendudukan pantatnya di bangku tempat Sean dan El duduk.


Lalu mereka kembali memakan makanannya dengan diselingi candaan oleh el, ia mencoba menghibur sean yang tidak menampilkan raut wajah sama sekali semenjak meninggalnya sang ibu.





.


.


.