
At 20.45
Sudah satu minggu arsy menghilang, sejak itu juga sean yang dulunya ceria, selalu membuat orang-orang menggelengkan kepala karena tingkah absurd nya, sekarang hanya menampilkan raut wajah yang datar dan dingin.
Begitu juga dengan el, yang sekarang lebih banyak diam.
Sean sering sekali sejak seminggu yang lalu ia kerap menangis, karena arsy yang tak kunjung ditemukan. Seperti saat ini, sean kembali menangis.
"arsy, ean minta maaf. Ean salah udah bentak arsy." ucapnya lirih. Ia benar-benar merasa bersalah karena waktu itu.
"kenapa arsy ninggalin ean sendiri? Arsy udah janji sama ean gk akan pergi dari samping ean, arsy bohong. Ean benci arsy tapi ean juga sayang arsy." ujar nya menangis.
el yang melihat sean kacau bahkan lebih kacau dari ketika orangtua nya meninggal sangat merasa sedih.
"Mommy Daddy, arsy jahat hiks, arsy ninggalin ean sendirian. Hiks hiks hiks kalian juga ninggalin ean sendiri."
"arsy cepet pulang arsy, ean kangen hiks hiks huwaaa hiks." melihat itu el yang tidak tega mendekat dan memeluk tubuh mungil sean yang lebih kecil darinya.
"ean jangan nangis, kan masih ada el mamah sama ayah. Hiks ean gk sendirian." tangis el pecah, ia tak kuat melihat sahabat yang ia anggap kakaknya.
"hiks el hiks, arsy jahat el arsy jahat, arsy ingkar janji sama ean el." racaunya.
"hiks udah ya ean jangan nangis terus hiks el kan ikut sedih slurp" ucap nya dengan menarik ingus yang keluar.
"hiks hiks gk bisa el, air mata hiks nya turun terus huhu hu hiks huwaaa." jawab sean.
"di hentiin dong ean hiks el gk mau nangis terus hiks huwaaa hiks, ingusnya el keluar terus slurp hiks." sahut nya dengan terisak.
"huwaaa hiks hiks el joroh hiks jorok." teriak sean sembari mengusap ingus lalu melepaskan pelukannya pada el.
"maaf ean ingusnya keluar terus." sesal el sembari mengelap ingus di bajunya.
"tapi ean juga jorok ingusnya keluar." ucapnya polos yang sekarang tangisnya sudah berhenti.
"IH EL HIKS HUWAA." tangisan sean semakin menjadi. Dan entah mengapa el ikutan menangis kencang.
Sean yang melihat el kembali ikutan menangis pun mengeryitkan dahinya bingung, ia terdiam sejenak lalu melanjutkan tangisannya.
BRAKK
"SEAN EL, KALIAN KENAPA?." teriak airin dan dika panik mendengar suara tangisan sean dan el yang menggelenggar.
"HUWAA MAMAH AYAH hiks hiks." bukan menjawab malah mereka semakin mengeraskan tangisnya membuat airin dan dika kalang kabut.
"aduh aduh udah nya nangisnya." ucap dika menenangkan.
"ean, el. Udah ya, coba kasih tau mamah sama ayah kenapa kalian nangis."
"hiks el sama ean nangis karena hikh hiks arsy belum ketemu hiks hiks." sahut el.
Airin dan dika mengangguk paham.
"sabar ya, bodyguard nya ayah lagi nyari." ucap dika sendu. Ia merasa bersalah sama alvin dan delia karena tidak becus menjaga arsy.
"udah malem sekarang tidur ya, besok kan sekolah." ujar airin.
"nangis nya udah ya boy hm?, kalo gk berhenti nangisnya ayah sita ps nya." kata dika mengancam.
"GK BOLEH!." teriak mereka membuat airin dan dika menutup telinga.
"Jangan teriak." tegur airin pada dua anaknya.
"Makanya nangisnya udah dong." dengus dika.
"udah sana tidur, biar ayah minta bodyguard memperketat pencarian arsy." ucap airin menghela nafas dan di angguki dika.
"iya el, ean. Sekarang kalian tidur ya, udah malem loh, kalo gk mau tidur beneran ayah sita ps nya." ancam nya lagi dengan kedua tangan di pinggang tak lupa mata yang melotot.
Sontak kedua mata sean dan el ikut melotot mendengar ancaman dika.
"gk boleh!!." seru twins e.
"bagus, tidur klo gk mau ps nya ayah sita." titah dika dan diangguki dua bocah itu.
Sedangkan airin terkekeh melihat wajah masam kedua putra nya karena ancaman dari sang ayah.
"Good night Mah, yah."
Klek
Saklar lampu dimatikan oleh airin agar sean dan el nyenyak dalam tidurnya juga agar tidak silau.
Setelah keluar dari kamar twins e, dika dan airin memasuki kamar dengan airin memasang wajah sendu dan berkaca-kaca.
"mas hiks." tangis airin pecah, ia menggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
Dika menghela nafas kasar.
"gpp sayang, mas bakal berusaha lagi buat nyari arsy ya." kata dika mengelus puncak kepala airin.
"tapi kenapa juga belum ketemu, ini udah lewat satu minggu arsy menghilang." cemas nya. Ia mengusap air matanya mencoba tenang.
"mas juga gk tahu sayang, bodyguard yang lain juga sudah melapor bahwa gk ada sama sekali jejak si penculik." ucap dika gusar.
"apa ini semua ulah Dia? Alvin dan delia pernah cerita sama kita kan mas soal Dia dan juga keluarga robitson?." ujar airin menerka.
Memang, airin dan dika mengetahuinya karena delia sudah mewanti-wanti dengan keadaan ke depannya nanti. Maka dari itu delia serta alvin memberi tahu mereka berdua, delia dan alvin mempercayai nya karena tahu jika mereka adalah orang baik.
"seperti nya bukan dia airin, jika itu ulah Dia bukan cuma arsy yang di culik tapi juga sean bahkan kita juga bisa kena imbasnya." kata dika pelan.
Airin terdiam, lalu berpikir.
"tapi mengapa kertas kemarin terdapat sebuah ancaman?." gumamnya yang masih bisa didengar dika.
"mas sendiri juga gk tahu sayang. Nanti biar mas tambahi bodyguard buat nyari arsy lebih ketat lagi." ucap dika memijit pelipisnya pusing.
Airin mengangguk sekilas.
"yasudah ayo tidur." ajaknya lalu merebahkan tubuhnya dan disusul airin.
FLASHBACK ON
"dobrak aja mas, aku takut ada apa-apa sama arsy." ucap airin cemas. Apalagi mengingat tingkah laku arsy yang aneh.
Dika mengangguk setuju, sejujurnya ia sudah merasakan keganjalan ini.
Tanpa basa-basi dika mendobrak pintu itu hingga hampir roboh.
Mereka serempak mematung melihat keadaan kamar arsy yang berantakan serta ada bercak darah berceceran di lantai bahkan ada satu buah pisau yang berlumuran darah.
Dika yang tersadar terlebih dahulu mengedarkan pandangannya kesegala arah tanpa sengaja ia melihat kertas yang tertempel di dinding tepat di atas nakas.
Ia mengambil kertas itu dan matanya sontak melotot tak percaya.
"mas," panggil airin pelan.
"ayah, isi kertas itu apa?." tanya el. Ia penasaran mengapa wajah ayah nya pucat pasi setelah membaca kertas tersebut.
HAI DIKA DAN AIRIN
*I'M BACK. Terimakasih sudah merawat gadis kecil ini, aku tertarik dengannya. Izin kan ku membawanya untuk bermain-main sebentar saja lalu aku berjanji akan langsung mengantar nya pulang pada orangtuanya. Oh ya, jangan lupa dengan bocah laki-laki itu ya. Suatu saat bawahanku akan membawanya lalu akan ku antarkan ke keluarganya agar mereka lengkap, Hahahaha, tunggu saja kepala nya ya. Sampai jumpa lagi kawan lama.*
From: 41914.1815292019044
Begitupun dengan airin yang sudah bergetar ketakutan, kakinya lemas terduduk di lantai. Airin terlihat sangat shok setelah membaca kertas itu.
"mamah."
"airin."
FLASHBACK OFF
•
•
•
.
.
.