
1 tahun kemudian...
1 tahun sudah arsy ada di NY, dan selama itu juga ia sangat keras berlatih untuk bisa menjadi apa yang ia mau, yaitu menjadi kuat dan bisa melindungi keluarga serta orang-orang yang di sayang.
Sudah banyak hal yang arsy pelajari dari opa dan paman nya, mulai dari beladiri, Berbagai macam senjata, Menyusun strategi untuk menghancurkan musuh, dll. ia juga sudah tahu soal tahta yang di maksud oleh opanya. Dan arsy dengan senang hati akan menggantikan posisi opa nya.
Fisik serta mental bahkan daya tahan tubuh arsy yang sejak dulu sudah kuat kini bertambah dan tidak mudah lemah.
Dan hari ini arsy akan menguji semua kemampuan nya selama 1 tahun belakangan ini. Atas suruhan opa tentunya tapi dengan semangat membara arsy menerima nya.
Area lapangan yang akan dipakai kini sudah ramai dengan banyaknya bodyguard juga para pelayan di mansion robitson. Mereka beramai-ramai ingin melihat nona muda mereka mengalahkan bodyguard terlatih tingkat A dan B, dimana tingkat A dan B itu adalah tingkatan paling tinggi dan tentunya kekuataan yang super kuat, tidak mudah tumbang, dan anti dengan namanya luka.
Sebenarnya semua bodyguard milik jack sudah sangat terlatih tetapi karena ada beberapa yang kebal dengan luka dan lebih cepat dalam bergerak Melakukan misi alhasil sebagian dari mereka di ambil dan di tempatkan di anggota paling tinggi tingkat nya, yaitu tingkat A dan B.
bodyguard tingkat A dan B di juluki prajurit bayangan yang jika melakukan tugas nya dengan cara diam-diam tetapi terkesan mematikan karena kelicikan, kecerdikan, kelincahan dalam melakukan pergerakan misi membuat mereka terus pulang dengan kemenangan.
"siap Nona?!." tanya seseorang itu padanya.
"siap!." jawabnya mengangguk mantap. Sekarang ini dihadapan arsy terdapat satu bodyguard yang berada ditingkat A.
Semua total yang akan ia lawan berjumlah 5 orang dari prajurit A dua orang dan B tiga orang.
"1"
"2"
"3"
"ting"
Suara lonceng yang nyaring menandakan jika pertarungan itu di mulai, suara sorakan demi sorakan terdengar riuh.
"Nona"
"Nona"
"peni"
"peni"
Teriakan mereka yang membuat arsy bersemangat, sedangkan jack dan davin hanya diam melihat pertarungan itu dengan sesekali tersenyum kagum.
Di posisi arsy.
Ia menghindar dan sesekali memberikan penyerangan atau perlawanan terhadap lawan jika ada celah. Arsy sedikit kewalahan menghadapi nya karena bagaimanapun juga dirinya masih berusia 7 tahun.
Fyi, sekarang arsy berumur 7 thn ya guys.
Karena ia sedikit lengah membuat peni yang menjadi lawannya segera memplinting kaki kanan arsy tetapi karena kelincahan arsy yang membuat dirinya melakukan salto belakang dan mendarat dengan sempurna. Walaupun lengah tetapi arsy sekilas bisa membaca pergerakan musuh nya.
Seketika pendukung arsy berteriak gembira karena arsy tidak jadi terjatuh.
"cucuku memang bibit ungul." gumam jack pelan dengan bangga tetapi davin yang di sampingnya masih jelas mendengarnya. Davin mengangguk.
"tidak sia-sia aku menghabiskan tenaga ku untuk melatihnya." ucapnya dan di hadiahi tatapan tajam dari jack.
"piece Dadd." balas nya menyengir dengan dua jari membentuk huruf V.
Kembali lagi dengan arsy. Ia terus fokus dengan lawannya yang di depan, fokus untuk menumbangkan musuhnya.
Nona muda sangat kuat dan lincah. Batin peni.
Karena aray sudah merasa letih padahal ini baru permulaan segera mengakhiri tetapi mungkin karena lawannya berbadan besar kekar dan otot yang menonjol membuatnya sedikit sulit, melihat badan arsy yang kecil harus melawan prajurit bayangan milik opa nya.
Setelah melawan 1 prajurit dan tentu saja ia yang menangkan, ia masih harus mengalahkan 4 prajurit terlatih lagi yang tentunya kelincahan dalam bertarung tidak bisa diragukan lagi.
Arsy mengehela nafas lelah, tapi ia juga merasa senang karena dari 4 prajurit ia bisa menumbangkan 3 orang dan satu nya belum bisa arsy kalahkan karena tadi ia sempat lengah membuat nya jatuh dan sedikit mengeluarkan darah pada lutut kaki nya, tapi tidak terlalu parah. Dan sekarang sisa 1 prajurit dari tingkat A.
Hingga bunyi peluit yang sedikit keras sebanyak 3x menandakan jika pertarungan berhenti untuk istirahat sejenak.
"minum dulu baby." ucap jack memberikan satu botol mineral padanya.
"terimakasih opa." jack hanya mengangguk.
"bagaimana bocah? Kau lelah? Apa kau mau menyerah?!." tanya davin tersenyum mengejek.
"tidak." jawabnya singkat. Davin mendengar jawaban singkat dari ponakannya diam-diam tersenyum bangga.
"opa bangga padamu sayang, pertahankan itu semua! Kami disini akan terus mendukung mu dan menjaga mu dari belakang!." ucap jack tegas.
Semua bodyguard maupun pelayalan yang mendengar penuturan tuan besarnya mengangguk setuju. Mereka semua tahu benar hingga akar-akarnya bagaimana keluarga Robitson hancur ketika Nyonya besar istri dari tuan nya meninggal,lebih parahnya lagi sang nyonya meninggal akibat dari ulah salah satu anak kandungnya sendiri.
Wajar saja mereka semua setuju dan mengetahui semuanya, karena mereka semua sudah bekerja selama beberapa tahun disana, bahkan juga ada yang berumur 50 thn setara dengan umur jack. Mereka semua bekerja di bawah naungan jack dan mengabdi untuk tuan besar mereka yang baik hati. Walaupun sudah ada yang menikah dan memiliki anak, mereka akan memasukkan anak-anak mereka untuk bekerja dibawah naungan jack tanpa paksaan, tergantung anaknya mau atau tidak.
"Kami akan menjaga Nona angel dengan senang hati dan mempertaruhkan nyawa kami untuk anda nona muda angel!." ucap kepala pelayan terdengar tegas yang sudah terlihat tua itu. Mungkin sekitar hampir 60 thn umurnya.
"kami berjanji akan melindungi nona angel sebaik mungkin!!." sahut mereka serempak membuat arsy terharu dan berkaca-kaca melihat keteguhan dan ketulusan dalam kerja keras mereka.
"hiks terimakasih semuanya, aku berjanji jika aku sudah menjadi kuat dan sangat kuat, aku akan melindungi kalian semua dengan nyawaku sendiri sebagai gantinya. Kalian bisa memegang ucapan ku!." balas nya sesekali menghapus air mata yang terus mengalir di pipi nya.
-> INFO : Mulai dari sini kita oanggil Arsy dengan angel ya man-teman.
Mereka yang mendengar dan melihat nona mereka berjanji dengan bersunguh-sunguh bahkan sampai meneteskan air matanya seketika tertegun. Mereka juga merasa terharu dan kasihan sekaligus melihat nona muda mereka yang berusaha kuat di depan mereka.
Begitupun juga dengan jack dan davin, mereka bangga melihat cucu dan keponakannya sangat berfikir dewasa di umur yang di masih seharusnya hanya tahu tentang sekolah, makan, tidur dan main.
Benar, dewasa bukan tentang umur.
"Baik, terimakasih nona." jawab mereka mendunduk seraya tersenyum senang.
"Baiklah, sekarang kembali dan istirahat. Untuk pertarungan kita akhiri dan lanjut besok!." titah sang tuan besar.. Jack.
"baik tuan."
Setelah itu mereka masuk kembali ke kamar masing-masing dan ada juga yang kembali bekerja. Begitupun juga angel yang berada di gendongan opa nya. Ia menyembunyikan kepalanya di ceruk leher sang opa.
"Ayah." panggil davin, sedari tadi davin mengikuti ayah nya dan angel, ada sesuatu yang perlu ia bicarakan pada nya.
"hmm."
"bisa kita bicara bertiga. Ini penting, menyangkut soal sean."
Mendengar nama sean, adeknya. Sontak angel mengangkat kepalanya dan menatap sang paman dengan raut penasaran sekaligus khawatir.
"kita bicarakan di ruangan ku."
•
•
•
.
.
.