Queen Devil'S

Queen Devil'S
22. QD's



At 20.45


Malam hari, Rs pitaloka.


"Opaa, angel gk mau di rumah sakit!!." rengeknya.


"kamu masih belum sembuh angel." ucap jack bersabar.


"nanti juga angel sembuh kok, kan bisa di rawat di rumah aja." cetus nya kesal.


"tunggu 2 hari lagi ya sayang, baru kamu boleh pulang!." putus jack yang hanya di balas angel dengan dengusan.


"heh bocil, lo sakit gini juga karena lo sendiri tahu!. Salah siapa dikasih tahu masih ngeyel." sentak davin pelan.


Ia merasa sebal karena keponakannya ini sangat keras kepala, hanya karena bau obat-obatan rumah sakit ia jadi terus merengek ingin pulang dan tidak mau dirawat di sini, padahal ruangan pribadi dan sudah sangat nyaman dari paling ternyaman.


Dan juga ia menjadi mendekam di rumah sakit karena ulahnya sendiri yang mau ikut melakukan misi tingkat A, jadi ya rasain tuh konsekuensinya. Pikir davin terkekeh.


"Diem deh vin, gk usah banyak omong!." sentak angel tanpa memakai embel-embel paman.


Davin memelototkan matanya lebar karena tak terima sang ponakan nemanggilnya tanpa ada sebutan 'paman'.


"Heh, gk sopan lo sama gue, manggil tuh yang bener dan sopan dong. Gue tuh lebih tua dari lo!!." ucap nya sinis dengan kedua tangan di pinggang seolah sedang memarahi anak gadis nya.


"lo yang harusnya sopan sama gue, gue cucu pertama perempuan satu-satu nya dan paling di sayang sama opa!!." balas nya bangga dengan dagu sedikit terangakat.


"cih! baru cucu kan? gue anak nya tuh!." sahutnya tak terima.


"iya anak nya, tapi sama aja gue cucu nya yang paling di sayang dari semua cucu dan anak nya. Jangan sampai deh ya lo buat gue kesel terus gue lapor ke opa kalo lo ngeselin biar di coret dan di kasih hukuman yang berat sekalian!!." ucap nya dengan ancaman tak lupa dengan senyum devil nya.


"Yakan opa?!." lanjutnya dengan melirik kearah jack yang tengah duduk dengan kaki menyilang yang sedari tadi hanya menyimak perdebatan antara anak dan cucu nya. ia cukup merasa terhibur dengan perdebatan kecil mereka.


"Hahahaha rasain lo davin!." ucap angel seraya tertawa puas.


Sedangkan davin hanya mendengus sebal karena jack yang dengan mudah mengiyakan perkataan angel, namun tak di pungkiri ia tersenyum di dalam hati karena bisa membuat sang keponakan tertawa, begitupun dengan jack yang sebenarnya tahu bahwa davin hanya bergurau.


"Sudah-sudah, mending angel kamu istirahat sekarang biar cepat pulih dan bisa ikut dalam misi lagi, 2 hari baru kamu boleh kekuar dari sini." lerai jack.


"dan davin, kamu pulang. Besok kamu harus mulai hukuman mu dengan baik dan benar tanpa ada salah sedikit pun!." titah jack tegas.


"iya yah." jawab davin pasrah. ya mau bagaimana lagi, ini semua juga salah nya yang lalai untuk menjaga angel dengan benar.


"kalo gitu davin pamit. Lo juga bocil sana gih tidur biar tuh badan kecil lo gk gampang jatuh. Baru juga di tembak udah limbung, gitu aja mau lindungi orang yang di sayang." pamit davin dengan diakhiri ejekan yang di hadiahi tatapan tajam.


"Hahahahaha." tawa renyah davin sembari berjalan keluar. Jack juga ikut tertawa kecil mendengar ejekan yang davin lontarkan.


"opaa." rengek angel sebal.


"iya princess nya opa, bercanda. Makanya lain kali hati-hati dan tingkatin lagi latihannya." ucap jack terkekeh pelan seraya mengelus rambut angel.





.


.


.