Queen Devil'S

Queen Devil'S
5. QD's



Di sekolah R'BINTANG lebih tepatnya dikelas 1A,dua anak kecil laki-laki tengah gelisah pasal nya seseorang sedari tadi di tunggu belum menampakkan batang hidungnya.


"aduh el, arsy mana ya? Kenapa dia belum dateng dari tadi, sebentar lagi guru udah masuk kelas." cemasnya.


"el gk tau ean kalo el tahu pasti el udah kasih tau ean." polosnya.


"iya juga ya." sean mengangguk membenarkan perkataan el. Ya dua anak laki-laki itu sean dan el permisa.


"arsy kaya nya telat deh ean."


"nanti kalo arsy di hukum sama bu guru gimana dong el, kasian arsy." ucap nya bertambah cemas.


"gpp dong nanti kita temenin buat hukumannya biar arsy gk sendirian ean, gimana?." jawab el ketika ia mendapat kan ide.


Sean yang mendengar itu mengangguk setuju dan tersenyum cerah.


"bener nanti kita bisa bareng-bareng dikasih hukumannya pasti seru deh el."


"pasti seru dong kan nanti kita gk ikut pelajarannya bu galak, yakan?." balas el ikut semangat.


"tapi ean tetap khawatir sama arsy el, ean gk tenang kalo gk liat arsy satu hari aja. Rasanya kaya ada yang hilang di sini el." ucapnya polos sembari menunjuk dada kanannya yang dimana terdapat hati.


El mengangguk paham. Ia tau jika ean akan terus mencari arsy jika dalam beberapa menit, jam bahkan satu hari saja tidak bertemu. Karena dimanapun ada asry disana juga ada sean, yang intinya sean tidak bisa jauh-jauh dengan arsy.


"ean tenang ya, pasti sebentar lagi arsy sampai. kok el yakin." ucapnya menenangkan sean yang mulai gelisah lagi.


"tapi el nan-. "


"Assalamualaikum wr.wb. anak-anak." ucapan sean terpotong kala suara guru memasuki indra pendengarnya. Sean dan el yang seketika mematung melihat guru mulai masuk kelas.


Tapi mata mereka membulat sempurna kala melihat arsy yang ikut memasuki kelas tak lama setelah guru itu masuk.


Sean dan el menghembuskan nafas lega karena arsy tidak terlambat.


"ARSY."


Teriakan membahana itu sontak membuat kelas 1A menutup telinga mereka. Sedangkan Arsy melihat bingung kearah sean yang berlari kecil kearahnya.


"arsy, ean kira arsy terlambat karena jam udah siang, ean khawatir sama arsy tau. Ean takut arsy dihukum bu guru galak itu." cerocosnya sambil memeluk erat arsy.


Arsy yang melihat kebiasaan sean ketika tidak melihat dirinya pasti akan sekhawatir itu pada dirinya. Ia tersenyum bembalas pelukan sean tak kalah erat.


"maaf ya ean." sesalnya telah membuat adeknya khawatir bahkan matanya sudah memerah.


Sean hanya mengangguk.


"arsy, sean cepat duduk kenapa malah berpelukan seperti teletabis hah?." tegur guru yang akan mengajar di kelas 1A. Bernama wati, bu wati.


"hehehe iya bu galak maaf ya, sean tadi khawatir sama arsy karena gk dateng-dateng takut arsy dihukum sama bu galak makanya sean panik bu galak." dengan muka polosnya sean mengatakan itu.


El serta teman sekelas mereka mencoba menahan tawa dengan kedua tangan mungil mereka karena melihat wajah bu wati yang memerah seperti menahan ingus yang ingin keluar.


Marah karena dipanggil bu galak.


"heh kenapa kamu panggil saya bu galak, saya itu gk galak ya tapi baik hati, seksi, dan juga cantik tentunya." ucapnya dengan mengibaskan rambutnya kebelakang sombong.


"iya ibu cantik banget tapi kenapa lipstiknya ibu galak merah banget kayak abis di cium lebah?." ucapnya dengan semangat tapi diakhiri dengan kerutan di dahinya.


Mata bu wati membola mendengar penuturan anak didiknya yang terkesan sangat polos itu membuat nya sangat malu juga marah.


"HAHAHAHAHA." tawa mereka semua pecah mendengar perkataan sean.


Bahkan salah satu guru laki-laki yang kebetulan lewat tak sengaja mendengar itu pun sontak tertawa keras membuat bu wati sangat sangat malu.


"pfft- Hahahha." pecah sudah tawa guru laki-laki itu.


"SEAN KELUAR SEKARANG DAN HORMAT DI BENDERA." teriaknya membuat anak-anak tutup mata eh telinga maksudnya.


"Maksud saya di halamannya sean!." jawab nya dengan sesabar mungkin menghadapi salah satu anak didiknya ini.


"tapi ibu tadi bilangnya di bendera." ucapnya dengan dahi mengkerut.


"enggak sean." balasnya tersenyum paksa dan sean mengangguk pelan.


"sekarang bu?."


"tahun depan." cetusnya.


"kalo tahun depan kenapa nyuruhnya sekarang?." tanya nya dengan raut bingung.


"Sabodo sean sabodo, stres ibu lama-lama ladenin kamu." karena kesal ia menghetak-hentak kan kakinya lalu meraih tas yang ia bawa tadi kalu keluar kelas.


"YEEYY." teriak murid 1A melihat guru mereka keluar yang artinya akan jamkos.


"SEAN YANG TERBAIK." jawab mereka serempak dengan memberikan jempol di tangan masing-masing. Dan dibalas acungan jempol oleh sean.


Bahkan bu wati yang belum jauh dari kelas mereka sontak betambah malu. Double kill malunya wkwkw


Arsy menggelengkan kepalanya tertawa pelan karena adek kembarnya ini selalu bisa membuat orang kicep dengan mulutnya yang pedas.


"ayo duduk ean." ajaknya dan di angguki sean.


......................


Benar terjadi, kelas 1A jamkos. Banyak dari mereka bergurau dengan teman sebangkunya ada juga yang bergerombol. Sedangkan sean dan el mereka sibuk bercerita banyak hal tentang bagaimana nanti jika mereka sudah tumbuh dewasa.


Jangan ber eskpetasi tinggi, karena nyatanya menjadi dewasa tidaklah semanis yang di bayangkan. Jangan sampai kecewa dengan ekspetasi kalian sendiri.-MatchaVi


Sedangkan arsy sendiri ia sedari tadi merasa gelisah merasa jika akan tejadi sesuatu, entah itu hal baik ataupun buruk yang pasti ia benar-benar takut. Feelingnya mengarah ke sang ibu, ia berharap semua itu hanya feeling nya saja.


Tapi ketika  mengingat keadaan ibunya tadi pagi yang terbilang cukup buruk. Ia khawatir akan keadaan sang momny terlebih lagi penyakit yang di alami ibunya membuat nya betambah gelisah.


Puk


Tepukan dibahunya membuat nya terkejut, ia memegangi dadanya yang berdetak cepat karena terkejut.


"Sean!." bentaknya tanpa sadar bahkan ia juga menepis kasar tangan itu.


Sean yang memegang bahu arsy tadi karena melihatnya melamun dan terlihat gelisah membuat inisiatif untuk bertanya tapi ia terkejut karena bentakan dan tepisan kasar dari arsy.


Sean diam mematung dengan pandangan kosong bahkan mata nya kini sudah berkaca-kaca lalu sean ia kembali ke bangkunya dan fokus membaca buku yang sempat tertunda.


El sama terkejutnya dengan bentakan yang di tuju kepada sean. Ia betanya-tanya mengapa arsy sampai membentak sean? padahalkan cuma megang bahunya aja?. pikirnya bingung


Dan arsy yang sadar dengan perbuatan nya menghelas nafas kasar terlebih melihat mata twins nya yang terlihat ingin menangis.


"ean?." panggil arsy pelan.


Sean diam, ia tidak menyahut.


Sebenarnya ia ingin tertawa karena melihat buku yang dibaca sean terbalik. Tapi suasana tidak mendukung jadi ia hanya menghela nafas pasrah mencoba menahan suara tawa yang hampir meledak dan membiarkan sean marah sejenak padanya, ia akan coba membujunya nanti.





.


.


.