Queen Devil'S

Queen Devil'S
27. QD's



(WARNING!! ADEGAN KEKERASAN! YANG PHOBIA BISA SKIP YAAA!!!🚫)


Setelah urusan di aula selesai, angel berjalan menuju ruangannya yang di ikuti oleh kevin di belakang nya.


"bang."


"iya queen."


"Orang yang kemarin?!." tanya nya.


"di bawah tanah queen, dia sekarat." jawab nya.


"oke."


Mendengar jawaban dari kevin bahwa tikus kecil tersebut telah berada di bawah tanah dalam keadaan sekarat. Langkah nya ia belok kan ke arah kiri ketika ia sudah berada di ujung lorong lalu menuruni tangga dan langsung di sambut oleh kegelapan di lorong sana.


Hingga ia melihat tiga orang penjaga di samping pintu tersebut.


Penjaga yang melihat ketua nya sontak menundukan badannya.


"Selamat datang Queen!." ucap mereka serempak.


Angel hanya menganggukan kepalanya pelan lalu memasuki ruang yang gelap berbau sangat amis dan juga banyak nya alat-alat mainan nya yang tersusun rapi di dinding tembok.


Ia mendekat pada salah satu tahanan yang memejam kan mata nya tak lupa juga dengan penampilannya yang mengerikan. Dirinya mengamati wajah tersebut dengan pandangan sangat datar dan dingin.


"Bangun boy!?." ucap nya dengan jari telunjuk menyentuh dan menekan kuku panjang nya ke dagu laki-laki tersebut hingga darah keluar.


Tak lama mata yang semula terpejam mulai membuka mata nya serta di iringi ringisan kesakitan.


"Lo siapa hahh! lepasin gue!!." sentak nya pada angel dengan ringisan karena angel semakin menancapkan kuku-kuku panjang nya ke pipi pria tersebut.


"Aaarggh sakit sialan!!." teriak nya membuat angel melepaskan cengkraman nya.


"Cih gitu aja sakit!." sinis nya.


Laki-laki tersebut yang menjadi tahanan nya mendongak menatap kearah angel dengan pandangan membunuh, namun tidak membuat angel takut yang ada angel malah tertawa.


"Hahahahaa, heii! ada apa dengan tatapan mu itu boy?." ujar nya dengan tertawa pelan lalu ia tersenyum yang menandakan adanya bahaya yang akan menyerang.


Laki-laki tersebut sedikit takut dengan aura yang angel keluarkan namun ia mencoba untuk melawannya.


"lepas!!, lo siapa?!." bentak nya.


"Apa mata lo buta?? gk liat topeng yang dia pakai hah?!." sentak kevin geram.


Laki-laki itu sontak menatap topeng yang di gunakan angel, melihat topeng yang sangat ia kenali membuat nya mamatung tak percaya.


"Queen Devil's." gumam nya dengan tubuh bergetar takut. Dirinya sangat mengetahui siapa itu Queen devils, perempuan yang sangat kejam dalam menghabisi musuh nya dan berdarah dingin.


"Ya?." sahut angel tersenyum.


"G-gak mungkin! gk, pasti bohong!!." ucap nya bergetar.


"HAHAHAHAA!." tawa angel menggelenggar suaranya membuat kevin serta semua tahanan di sana meringis takut.


"iblis!." Batin mereka memandang angel ngeri.


"gk mungkin yaa?." cicit nya menyeringai yang masih terdengar.


"mau di tunjukin kegilaan ku?." ucap nya tersenyum semakin lebar.


"gk! gk mungkin lo queen devils!!." sentak nya lagi yang membuat angel menggeram marah.


"Diam!." sahut nya dengan menancapkan pisau kecil di pipi pria tersebut hingga darah bercucuran.


"AAARRGGH SAKIT!!." teriak nya.


"Enak?." tanya nya memandang wajah yang sudah berlumuran darah itu.


"Baiklah kita mulai bermain nya boy." ujar tersenyum senang. Tanpa basa-basi angel menancapkan pisau ke perut dan merobek nya hingga dada bidang pria tersebut.


"AAARRGGHH SAKIT!! BUNUH GUE BUNUH GUE SEKARANG AJA SIALAN!!!!." teriak nya membuat angel bertambah semangat karena ia sangat menikmati suara jeritan tersebut seperti lagu yang mengalun indah.


"no no no!! kau tidak boleh mati terlebih dahulu!." ujar nya sembari mengukir sebuah karya yang menurutnya indah di pipi sisi kiri nya yang masih terlihat mulus.


"SAKIIITTT!!!!." teriak nya.


Pria yang menjadi tahanan nya kini sudah sangat mengenaskan dan sekarat. Perut yang terbuka lebar hingga menampilkan organ-organ nya bahkan terlihat jantung pria itu berdetak dengan lambat.


"sa-sak-itt, **-ol-ong le-le-pas-sskan k-ku." suara pria itu hampir tak terdengar mungkin karena lemas nya.


"ya ya ya baiklah, akan ku lepaskan mu tenang saja."


"Tapi setelah kau mati ya?!." ucap nya lanjut membuat pria tersebut yang awalnya berbinar kembali meredup.


"hiks ss-sakitt."


"nikmati saja hahahaa." sahut nya sembari terkekeh senang.


"a-apa ss-alahku pa-pa-da mu q-qu-e-en?." tanya terbata-bata karena sakit yang menjalar di seluruh tubuh nya.


Angel yang sedang mengukir tato di pipi pria itu seketika berhenti dan memandang tajam pria di hadapan nya ini.


"kau masih berani betanya apa salahmu?." ucap nya dingin. Pria itu meneguk kasar salivanya karena tatapan tajam angel serta mengangguk lirih.


"Apa kau ingat? kemarin malam kau mencoba membunuh seseorang remaja laki-laki dengan cara menabrak nya di jl masalalu tetap pemenang nya?!." Laki-laki tersebut mengerutkan alis nya bingung tapi kemudian ia mengangguk pelan.


"ya, seseorang remaja yang akan kau tabrak itu adalah kembaran ku!!." tatapan angel semakin menajam kala ia mendapatkan kabar jika sean hampir tertabarak oleh suruhan seseorang dari musuh sean sendiri.


Pria itu memelototkan mata nya tak percaya jika seseorang yang di targetkan nya adalah kembaran dari iblis berwajah cantik ini.


"kenapa? tidak percaya? hahaha itu urusan mu! maka bersiap lah! ajal akan menjemput mu!." ucap angel tersenyum iblis.


Pria tersebut menghela nafas menyerah, ia terlihat putus asa. Ini juga kesalahan nya karena mau menerima tawaran dari seseorang yang tidak ia kenal demi sebuah uang.


Angel yang melihat raut wajah tersebut terkekeh sumbang lalu dengan santai ia menembak perut yang semua organ-organ nya berceceran hingga berlobang.


"AAAARRRGGHH!!!." teriak nya hingga bola mata nya memutih yang menandakan bahwa itu teramat sakit.


Tapi lebih sakit ketika kita mencintai nya dalam diam, dan DIA juga mengetahui nya namun ia juga ikut diam:). -Author.


"Kata terakhir ABAR HENDRAWAN?." ucap datar angel sembari. menodongkan pistol kearah kepala pria tersebut.


Dengan sekuat tenaga pria tersebut mengatakan sesuatu.


"A-aku ti-ti-p a-a-di-k-u p-pl-eas."


DOR


Satu tembakan angel luncurkan tepat di kepala pria itu hingga pecah terbelah. Semua tahanan merinding takut bahkan sudah ada yang pingsan karena melihat banyak nya darah dan juga kejam nya seorang Queen Devils.


Dengan tatapan dingin angel mengusap wajah yang penuh darah karena terkena cipratan barusan.


"bereskan!." titah nya lalu keluar dari sana dan membersihkan diri nya.


•


•


•


.


.


.