
Tepat 1 bulan meninggalnya Delia dan selama itu juga arsy dan sean tinggal bersama keluarga angkatnya, meninggalnya Delia, kini keluarga adiwijaya termasuk arsy dan sean tentunya, mengadakan pengajian untuk memberikan doa-doa yang terbaik untuk nya.
Mereka mengundang beberapa tetangga juga beberapa kerabat terdengat yang ingin ikut.
Arsy sedang bersiap-siap, ia mengenakan baju gamis panjang berwarna hitam polos namun terlihat begitu elegan juga mewah dan di padukan pada jilbab berwarna abu-abu. Arsy terlihat sangat cantik mengenakan pakaian muslim seperti ini.
Dirasa sudah siap ia melangkah keluar kamar menuju kamar ean dan el yang digabung menjadi satu atas permintaan el sendiri.
"Ean, el ayo kita turun." ajak nya. Dengan sesekali mengetuk pintu kamar berwana coklat itu.
"MASUK DULU ARSY, EL LAGI PAKAI BAJU." teriak el dari dalam.
Arsy sontak dengan perlahan ia memasuki kamar bernuasa biru tua dengan background tema luar angkasa.
"el, ean." panngilnya pelan.
Dua anak laki-laki menoleh mendengar suara arsy dan ketika melihat arsy mengenakan baju muslim membuat mereka berbinar.
"KIAAA ARSY CANTIK BANGET." arsy menutup kuping mendengar teriakan Sean dan Elnyang menggelenggar. Kedua wajah bocah anak itu memerah malu melihat bagaimana cantiknya arsy.
"jangan teriak." ucapnya penuh penekanan. Dan dibalas cengiran lucu oleh mereka.
"abisnya arsy cantik banget tahu pake baju muslim." ucap el malu-malu.
"iya loh, ean sampai pangling liatnya." ujar sean setuju dengan perkataan el dengan raut wajah yang antusias.
"arsy gitu loh." jawabnya tersenyum sombong.
"iya bener, arsy cantik deh kalo bukan kembaran ean udah ean pacarin arsy." jawab sean semangat.
Begitupun juga el yang nampak muka nya memerah.
"kalian juga ganteng kok, tapi itu pecinya nya dibenerin dulu dong." ucap arsy membuat kedua wajah anak itu bertambah malu lalu membenarkan letak pecinya.
Sean dan el memakai baju koko berwarna hitam polos dengan peci warna putih.
"hehehe iya arsy."
"ayo kita turun. Pasti udah ditunggu sama yang lainnya." ajak arsy lalu mengandeng tangan dua bocah itu.
Lalu mereka bersama-sama turun ke lantai bawah, dan benar saja disana sudah terdapat banyak orang yang berkumpul untuk ikut mengaji.
Para tamu serta airin juga dika melotot melihat tiga bocah itu yang terlihat sangat cantik dan juga tampan.
Yaallah itu mereka cantik dan juga ganteng ya bu-ibu.
MasyaAllah mereka juga lucu-lucu ya.
MasyaAllah mereka juga lucu-lucu ya.
Bibit unggul itu jeng
Nanti kalo mereka udah besar bakal saya jodohin deh sama salah satu mereka.
Halu kamu jeng.
Tapi saya kasihan deh sama Anak selucu mereka udah jadi yatim-piatu.
iya ya, untung aja ada bu airin sama pak dika yang mau mengadopsi mereja.
Dll
Arsy,sean dan el hanya acuh mendengar bisikan mereka. Dan sekarang tiga bocah itu sudah duduk manis di samping airin dan dika yang masig melongo.
"ayah, mamah?." panggil el pelan.
"Ayah sama Mamah kenapa kok bengong?." heran sean pada mereka. Dan arsy hanya diam mendengarkan saja.
"e-eh gk kok nggak papa ean, el." jawab dika gelagapan dan diangguki oleh airin.
"ekhm, pak ustad kita langsung mulai saja biar tidak kemaleman." kata dika.
"Baik pak dika, jadi sebelumnya assalamualaikum wr.wb ~"
......................
Pagi hari yang cerah, keluarga adiwijaya sedang sarapan bersama dengan candaan dari el maupun sean. Mereka sudah rapi dengan pakaian yang serba hitam seperti sedang ingin melayat.
Ya, mereka akan mengunjungi makam orangtua dari arsy dan sean.
"sudah selesai semua anak-anak?." tanya dika.
"sudah yah." jawab mereka kompak.
"yasudah ayo sekarang, biar gk kesiangan." seru dika berjalan terlebih dahulu. Dan ikuti oleh airin serta ketiga bocah itu.
"jalannya pelan-pelan aja ya." ucap airin dan mendapat anggukan dari mereka ber empat.
Setelah berjalan kurang lebih 2-3 menit ke akhirnya mereka berhenti di tepat di makam yang bertulisan
"ALVIN ARLAMSYAH R."
BIN
JACK D. R.
Lahir :28-3-1994
Wafat :21-8-2022
Dan disampingnya juga terdapat makam sang ibu.
"CARDELIA ANANDA P.E."
BINTI
SANDY E.
Lahir :19-7-1995
Wafat :16-2-2024
Dengan perlahan sean mendekat terlebih dahulu di makam orang tuannya yang bersebelahan sedangkan arsy dan dika berjejer didepan makam alvin sedangkan airin dan el berjejer didepan makam delia.
Jadi intinya posisi mereka itu saling berhadap-hadapan ya guys. Bedanya sean itu jongkok ditengah-tengah makam orangtuanya.
"Daddy Mommy." panggil sean pelan dengan suara yang parau menahan nangis. Punggung kecilnya bergetar dielus oleh arsy. Ya arsy kini berpindah tempat.
"Ean kangen Daddy sama Mommy. Sekarang ean udah besar Dad." lirihnya mengelus kedua batu nisan alvin dan delia.
"pasti sekarang Daddy senang ya udah bisa peluk-peluk Mommy, Daddy udah gk kangen lagi kan sama Mommy?, disurga pasti Daddy udah bahagia karena ada Mommy juga kan?."
"tapi hiks kenapa harus sekarang Daddy, ean sama hiks arsy masih butuh Mommy buat semangatin kita hiks. Kenapa Daddy jemput Mommy cepat banget? Kenapa gk hiks hiks besok-besok aja, kalo perlu gk usah deh hehehe hiks hiks. Daddy jahat!." ucapnya dengan air mata yang terus mengalir.
Mendengar tangisan serta curhatan sean membuat mereka ikutan menangis. Tetapi arsy hanya menampilkan raut wajah datarnya tapi juga sesekali air matanya meluruh membasahi pipinya.
Ia memeluk erat sean dari samping.
"Arsy juga rindu kalian." gumamnya lirih.
"Bro... Gue janji bakal jaga anak-anak lo semampu gue, karena lo juga udah banyak bantu keluarga kecil gue. Dan sekarang biarin gue membalas jasa lo." ucap dika bersungguh-sungguh sambil mengelus gundunkan tanah itu
"Alvin, delia, yang tenang disana ya. Jangan khawatir sama arsy dan sean, mereka sekarang menjadi tanggung jawab aku dan suamiku, kami janji akan merawat mereka dengan baik." kata airin meneteskan air mata.
Melihat orangtuanya yang ikut mendoakan orang tua sean dan arsy, el pun inisiatif mengangkat kedua tangan untuk berdoa.
"Daddy alvin dan Mommy delia, el doain ya semoga kalian punya anak lagi di surga buat gantiin sean sama arsy. Amiinn." ucap nya polos.
"ih, hiks kok el doa gitu sih hiks hiks huwaaa." tangis sean betambah kencang.
"terus el harus doa gimana dong." tanya nya dengan raut bingung.
"hiks harusnya doa yang baik-baik dong hiks huhuhuuu." ucap sean bertambah pilu.
"syutt udah-udah. Gk boleh berantem, mending sekarang kita baca alfatihah terus naburin bunganya." ucap dika melerai perdebatan kecil mereka.
Lalu mereka membaca alfatihah bersama kemudian menaburkan bunga mawar yang sempat mereka beli di pinggir jalan.
Terdengar suara isak tangis sean yang memilukan membuat arsy, airin, dika serta el menatap sendu anak kecil itu.
"udah?." tanya airin.
"kalo udah ayo kita pulang ya." lanjut nya.
Dan diangguki mereka.
Hingga kemudian mereka mulai meninggalkan area pemakaman tersebut tanpa mengetahui bahwa sedari mereka sampai ada sepasang mata mentap lekat kearah mereka di balik pohon.
"Maaf." ucap seseorang itu lirih.
•
•
•
.
.
.