
At 04.15 wib.
Bunyi alarm membuat gadis kecil yang masih terbungkus selimut mengeliat kecil berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Eunghh."
Setelah mematikan alarm ia segera pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan bergegas membantu mommy di dapur.
Ketika ia mendekati dapur terlihat mommy nya yang berkutat memasak dan menyiapkan dagangan yang akan ia jual nanti.
"Mom." panggil nya.
"Arsy? Kebangun ya sayang?, tidur lagi aja masih gelap loh." titah Delia lembut pada putri sulungnya. CARDELIA ANANDA PUTRI ERXLAN, wanita yg lemah lembut, tegas, perhatian, penyayang tetapi Delia jga mempunyai sisi kejamnya.
"mommy kenapa masak mom? kan lagi sakit, biar arsy aja yang lanjutin mommy istirahat aja ya?." kata arsy khawatir ketika ia melihat sang mommy yang pucat.
Meskipun masih berusia 6thn tapi arsy sudah bisa masak walaupun masih amatir.
"Gpp sayang, mommy udah sembuh, lagian cuma buat kue aja kok." jawab delia tersenyum.
"Yaudah biar arsy bantuin mommy buat Cookies." ucapnya menghela nafas pelan. ARSYBELLA ANGELINA PUTRILIA ROBITSON. Pemeran utama wanita kita guys.
Delia terkekeh gemas "Boleh." dengan mengelus rambut Arsy pelan.
"Mommy jangan terlalu capek ya nanti tambah sakit arsy gk mau liat mommy sakit terus." ucapnya lirih mata nya pun juga sudah berkaca-kaca.
Untuk sesaat delia tertegun melihat anaknya yang benar-benar sayang menyayanginya dan mengerti keadaannya sekarang.
"iya nak, arsy gk boleh nangis kan arsy anak gadis nya mommy yang kuat." sahut delia menenangkan arsy. Arsy hanya mengangguk paham.
"Arsy bantu nyetak Cookies nya ya."
"Iya Mommy."
Setelah beberapa menit akhirnya Cookies yang dibuat selesai dan jam sudah menunjukkan pukul 05.47 Arsy bergegas untuk Mandi.
Kurang lebih 10 menit Arsy kecil mandi dan sekarang ia sudah siap mengenakan sragam Merah-putihnya.
Ia lantas memakai sepatu dan membawa tas sekolahnya di pundak dan segera menemui Sang ibu.
"Mommy, Selamat pagi." sapanya.
Delia yang mendengar itu sontak menengok ke arah Arsy. Ia tersenyum menatap putri sulungnya.
"pagi princess nya Mommy." balasnya seraya mengelus puncuk kepala Arsy.
"Ean mana Mom?." tanya nya.
"masih di kamar, coba kamu saperin gih suruh sarapan terus berangkat sekolah."
Arsy kecil berlari pelan menghampiri kamar adik nya sean, dan Ean panggilan kushus untuk keluarganya serta orang terdekat nya saja.
Tok
Tok
Tok
"Ean? Udah di tunggu Mommy dek?." panggilnya sesekali mengetuk pintu kamar Adiknya.
"iya Arsy sebentar." suara sedikit keras terdengar dibalik pintu. Arsy menurut, ia menunggu beberapa menit dan akhirnya pemilik kamar keluar rapi memakai seragam lengkap seperti Arsy.
"Maaf ya Arsy, lama." ucapnya menyengir. ARSEAN ANGELIO PUTRA ROBITSON. Beda 7 menit dengan Arsy. Tetapi lebih tua arsy.
Arsy mengangguk. "iya gpp."
"ayo, mom nungguin." dengan langkah pelan mereka menuju ruang makan.
Arsy dan Sean melihat jelas Mommy mereka yang menitihkan air matanya sembari melamum.
Twins merasa kasihan melihat Mommy nya selalu sedih dan diam-diam menangis setelah kepergian Ayah mereka serta putra sulungnya yang di bawa paksa oleh orang-orang itu.
Arsy yang melihat sang ibu menangis mengepalkan tangannya kuat-kuat, ia benci melihat air mata kesedihan sang ibu. Ia akan membalas semua itu, ia berjanji.
"Kak?." suara parau milik Sean menyadarkan lamunan Arsy.
"Hm?." dehemnya menoleh kearah sean yang nampak berkaca-kaca.
Arsy mengehela nafas panjang. Mencoba menenangkan adik kembarnya.
"Gk boleh nangis Ean, nanti Mommy tambah sedih. Kita harus kuat, harus bisa melindungi Mommy." ucap Arsy kecil memberi semangat pada sean.
"Kakak janji kan gk akan tinggalin Ean sama Mommy?."
"kakak janji Ean, kalopun kakak pergi nanti pasti kakak bakal terus mengawai kamu sama mommy. Ean dan Mommy itu kekuatannya kakak, semangatnya kakak!. kakak mau Ean jadi anak yang kuat dan gk cengeng, okee!?."
"iya Ean janji juga sama kakak bakal jadi anak yang kuat dan bisa jagain kakak sama Mommy." ucapnya menghapus air matanya. Dan tersenyum melihat Arsy.
"Nah gitu dong, itu baru adek kembarnya kakak." senyumnya pada sean.
Sean mengangguk semangat.
"ayo kasihan mommy."
"Mom?." panggil Sean pada ibunda.
"Eh iya sayang, ayo sarapan terus sekolah ya." Delia gelagapan melihat anaknya twins nya. Segera ia menghapus air matanya dan memasang ekspresi senyum selembut mungkin.
"iya mommy."
"Maafin Mommy ya twins, Mommy hari ini cuma masak sayur kangkung sama tempe." ujar delia menatap twins.
"gpp mom, kata bu guru kita harus banyak bersyukur." kata sean.
"Sayur kangkung itu juga udah enak Mom, apalagi Mom yang masak." ucap twins kompak membuat delia tersenyum, ia bangga pada anak-anaknya yang memiliki pemikiran yang dewasa terutama Arsy yang menurun dari sang Ayah.
"Mom Arsy udah selesai." ucapnya mendorong piring kotornya ke depan
" Arsy tungguin Ean ya." Arsy hanya mengangguk.
"minum susu dulu kak." kata delia menyodorkan susu coklat pada Arsy.
"Ean, manggil Arsy itu pakai kakak bukan cuma nama gk sopan sayang." tegur delia pada putra bungsunya.
Sean yang ditegur hanya menyengir lucu.
"hehehe iya Mom. Lagian kan Ean sama Ar- kakak cuma beda 7 menit doang mom, kenapa harus manggil Kakak."
"walaupun cuma 7 menit sama aja itu gk sopan kalo manggil nya cuma nama." terangnya.
"Yaudah mending Ean aja yang jadi kakaknya biar Arsy yang jadi adik kan Arsy cewek mommy kalo Ean kan cowok. Jadi nanti Ean bisa jagain Arsy, gimana Mom?." balasnya yang mendapat delikan dari Arsy sedangkan sang Ibu terkekeh mendengarnya.
"Ean!." cetus Arsy menatap tajam Sean.
"becanda kakak ih." cengirnya.
"udah-udah ayo berangkat sekolah keburu telat nanti." ucapnya mengakhiri perdebatan kecil itu.
"iya mom." jawab twins serempak.
SKIP
Setelah 15 menit di perjalanan akhirnya sampai di SD R'BINTANG.
"Sekolah yang rajin ya sayang." ucapnya sembari mengecup dahi twins bergantian.
"siap mom." jawab Sean sedangkan Arsy hanya mengangguk pelan.
Setelah itu twins segera turun dari motor metic yang dikendarai oleh ibunya.
"Arsy, ini cookies nya ya sayang."
"iya mom," Arsy mengangguk dan tersenyum tipis kearah ibunya sambil mengambil nampan berukuran sedang yang nantinya akan dititipkan di kantin sekolah.
"Ean, Arsy nanti mommy gk bisa jemput kalian maaf ya? Nanti kalian pulangnya bareng Mama airin dulu ya sayang. Tdi Mommy udah bilang sama Mamah airin." ucapnya sedikit menyesal karena tidak bisa menjeput twins.
"Iya mommy gpp/okee mommy." jawab twins.
"yaudah Mommy pulang dulu ya, gih sana masuk."
"Hati-hati Mom." kata Arsy.
Twins mengangguk. Lalu berjalan pelan menuju gerbang sekolah dan sesekali Ean melambaikan tangannya pada Ibunya dan di balas lambaikan oleh delia.
•
•
•