
Beberapa hari setelah menguji kemampuan angel, sekarang ia sedang fokus sekolah dan berlatih dengan giat.
Angel bersekolah di rumah lebih tepatnya ia homeschooling, sebenarnya angel di perbolehkan sekolah umum oleh jack tapi angel tidak mau dengan beralasan jika itu membosankan.
Selain ia mau homeschooling, ia bisa berlatih lagi dengan cepat. Ya angel membagi waktunya antara belajar dan berlatih, jack tidak mempermasalahkan karena ia tahu secerdas apa cucunya itu.
Bahkan di umurnya yang masih menginjak 7 thn, angel bisa menguasai materi kelas 5 Sd, dan 3 bahasa luar negri, inggris, amerika, dan LA. Angel memang sangat jenius hingga ia mengambil kelas akselerasi pendidikan untuk mempercepat sekolahnya dan fokus pada latihan ataupun misi yang akan ia kerjakan nanti ketika tepat berumur 8 thn sesuai janji opa nya.
Untuk sekarang angel terus belajar tapi jugaa berlatih, ia sedikit menekan pada pendidikannya karena mempunyai target jika dirinya akan menyelesaikan sekolah hingga perguruan tinggi di umur 15thn. Waktu menyelesaikan materi sekolah dasar hingga SMA akan ia tamatkan di usia 9 thn kurang lebih. Sedangkan untuk perkuliahan akan ia selesaikan sebelum dirinya berumur 17thn. Ia percaya sangat percaya bahwa dirinya pasti bisa.
Saat ini angel sedang mengerjakan tugas dari guru nya, tentu saja guru itu di bayar sangat tinggi karena itu ia sangat profesional.
"apa kamu mengerti angel!?." ucap guru perempuan itu diketahui bernama anita. Anita tidak memanggil angel dengan sebutan nona karena itu permintaan dari angel sendiri.
"Hmm." jawab nya berdeham. Anita tidak mempermasalahkan, justru ia sangat bangga sekaligus kagum terhadap angel.
"baiklah, segera kerjakan dan akan saya langsung mengganti materi menjadi kelas 6 jika jawaban mu memuaskan dan membuatku puas!." sahutnya memberi tantangan pada angel.
Angel tersenyum miring mendengar nya.
"Oke."
Anita sedikit dibuat merinding dengan tatapan yang angel tunjukan padanya, terlebih senyum aneh yang angel tunjukkan.
Anita terus mengawasi angel dalam menjawab semua soal-soal yang ia berikan, matematika.
Pelajaran yang author benxi.
Tapi tidak dengan angel yang merasa jika soal-soal itu mudah, dengan lincah jari-jari yang memegang bolpoin bergerak cepat seakan memang ia yang membuat soal dan ia juga yang menjawabnya. Padahal anita membuat soal itu ia campur dengan materi anak Smp kelas 10, tapi mengapa angel tidak merasa kesulitan?. Anita berdecak kagum, keturunan dari keluarga robitson memang semua jenius.
"kau sangat cepat menjawab nya angel, aku kagum padamu." gumamnya yang masih terdengar olehnya.
Hingga beberapa menit berlalu ia selesai menyelesaikan semua soal itu dengan santai. Lalu memberikan pada anita untuk di koreksi.
Anita terdiam sesaat setelah melihat semua jawaban arsy yang seluruhnya hampir benar, bukan hampir tetapi memang semuanya benar hanya saja masih ada sedikit kesalahan di bagian perhitungan perpecahan soal no 4.
"angel, semua jawabanmu sudah benar tapi no 4 mengapa bisa jawaban dan rumus yang kamu pakai bisa beda bahkan ini sangat asal-asalan." ujarnya mengeryitkan dahinya dengan mata yang masih meneliti jawaban milik angel.
"memang, aku sengaja memakai rumus asal-asalan agar cepat selesai bukan pakai rumus aljabar." sahutnya santai.
Mata anita membulat. "lalu, dari mana kamu mendapat jawabannya!?."
"hanya asal."
"kau curang, memberikan ku soal anak Smp kelas 1." lanjutnya dengan dengusan nya.
"bagaimana kau tahu?." jawab anita tak percaya jika anak didiknya satu ini mengetahuinya.
Angel tidak menjawab, ia hanya mengangkat bahunya acuh. Sedangkan nita berfikir keras.
"apa sudah selesai?!." ucapnya membuyarkan lamunan nita.
"ah ya angel, materi hari ini selesai. Dan esok hari kita menganti materi kelas 6 sesuai dengan ucapanku tadi." ucap nya tegas.
"tidak." bantahnya.
"aku mau materi kelas Smp!." ucap nya tak mau dibantah.
"t-tapi angel~ "
"Apa!." tatapan tajam angel membuat nyali anita menciut, ia mengangguk pasrah dan mulai membereskan peralatan buku-bukunya.
"kalo begitu saya pulang dulu nona angel." pamitnya kembali formal.
"ya."
Dirasa haus ia beranjak mengambil minum di dapur, selesai minum segera ia ke kamar dan menganti baju latihan nya. Ia akan melanjutkan agenda nya yaitu, berlatih.
Malam hari, langit yang dipenuhi taburan bintang membuat langit terlihat sangat indah. Angel memandang lekat pada dua bintang yang menurutnya lebih bercahaya dibanding dengan bintang yang lainnya.
Apa itu Daddy and Mommy?. Batinnya berharap.
Angel sangat menyukai malam hari, menurutnya malam hari adalah keadaan yang menenangkan apalagi jika sembari melihat bintang-bintang ditemani satu bulan yang bersinar menerangi cahaya malam.
Tak lupa dengan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah nya juga membuat rambut panjangnya tertiup angin. Jika seperti ini angel benar-benar terlihat seperti malaikat kecil yang begitu cantik namun terlihat malang. Dengan menggunakan gaun tidur warna putih selutut dengan surai yang di gerai indah.
Ia memejamkan matanya, ketenangan seperti ini akan ia rindukan untuk beberapa tahun yang akan datang.
Entah lah... Hanya tuhan yang tahu, oh tidak, lebih tepatnya author.
Sekelibat bayangan wajah adek kembar nya sedang tertawa melintas di kepalanya. Ia tersenyum mengingat kenangan kebersamaan mereka berdua.
Angel teringat dengan keluarga angkat nya, keluarga adiwijaya. Apakah mereka baik-baik saja?, apa mereka mengkhawatirkan dirinya?, apa mereka merindukan ku?, apa sean akan bertambah marah dengan nya karena ia menghilang?, lalu bagaimana dengan el?.
Merasa otak nya akan pecah segera ia meneguk minuman kesukaannya, greentea hangat. Minuman favorite dari semua yang terfavorit.
"Ah panas." ringisnya merasa lidah nya terbakar.
"hati-hati bocah." sahut seseorang di belakang membuat angel sedikit terkejut.
"udah tahu panas, masih diminum dengan 3x tegukan." sinisnya.
"akwu juwga sstt~ " ucapnya terhenti karena merasa lidah nya perih.
"minum air dingin." ucap davin pelan dengan memberikan air dingin ditangannya yang ia bawa dari bawah.
Tanpa basa-basi angel segera meminumnya hingga tandas tak tersisa.
"huuft... Lebih baik." gumamnya lega.
"sini." titahnya menyuruh angel duduk disampingnya.
Mereka saling diam dan memandang kearah langit yang indah, seperti tidak ada niatan di antara mereka untuk mulai membuka pembicaraan.
Davin menghela nafas. "apa kamu merindukan orangtua mu angel?." tanya nya dengan masih memandang bintang-bintang di langit.
"langkah apa yang akan kamu lakukan terlebih dahulu?." tanyanya lagi karena tidak mendapat balasan.
"angel, sebenarnya paman ak-- " ucapnya terpotong kala ia melihat angel memejamkan matanya serta dengkuran kecil yang terdengar.
Entahlah, sejak kapan gadis kecil itu menutup matanya dan terlelap.
Davin terkekeh pelan, "kau sudah besar arsy, paman bangga padamu. Maaf kan paman jika sifat ku membuatmu sebal, tapi percayalah paman sangat menyayangimu seperti anak ku sendiri." gumamnya dengan mengelus surai panjang angel yang berubah menjadi merah karena ia mewarnainya.
Cup
Satu kecupan mendarat di dahi angel dengan lembut.
"Good night." lalu segera davin menggendong dan menaruhnya di ranjang tak lupa menyelimuti nya hingga sebatas leher.
•
•
•
.
.
.