Queen Devil'S

Queen Devil'S
28. QD's



At. 19.20


Saat ini angel berada di mobil bersama seseorang pria yang sangat di sayangi nya. Lebih dari 1 jam sudah mereka diperjalanan menuju tempat di mana yang akan di tuju oleh angel, pria tersebut tidak mengetahui nya lantaran angel yang tidak memberi tahu nya.


"Dek, lokasinya lama-kelamaan seperti hutan. Kita mau kemana hm?!." tanya pria tersebut dengan dahi mengkerut bingung.


Hening


Tidak ada jawaban dari angel, pandangan angel menatap lurus kedepan dengan datar dan dingin. Entah apa yang ia pikirkan, pria itu hanya menghela nafas kasar.


Hingga beberapa menit kemudian, mobil mereka berhenti tepat di depan gubuk yang hampir reyot bahkan jika dilihat sangat tidak layak untuk dipakai.


"Lokasinya berhenti disini Queen, benar?!." tanya pria lagi dan di angguki oleh angel sekilas.


"turun!." Dengan perasaan ragu pria itu ikut turun dan mengikuti langkah angel dengan merinding.


Angel dengan pelan berjalan memasuki gubuk tua itu dengan perlahan.


"Queen?!." panggil pria tersebut dengan sedikit menyentak nya untuk meminta jawaban dari semuanya dan berhenti sejenak.


"Nanti abang juga bakal tahu." jawab nya singkat.


"Tapi Que- ."


"Diam!." sentak nya dengan menyorot tajam.


Pria tersebut mendengus kesal dan lantas kembali mengikuti langkah angel.


Hingga angel mendengar suara kecil dari balik gentong yang sedikit besar. Mata nya menajam untuk melihat sesuatu di balik gentong tersebut.


Pria yang sedari bersama angel kini sudah waspada dengan mata melihat sekitar berjaga-jaga.


"Hati-hati Queen!."


"Hm. "


Langkah angel mulai mendekati gentong di balik nya yang menimbulkan suara kecil hingga ia melihat bayangan hitam kecil.


"punggung?." gumam nya pelan, pria disamping nya mengangkat alis sebelah.


"Hei?." Panggil angel pada seseorang yang ternyata anak kecil laki-laki dengan pakaian usang. Berumur sekitar 5 tahunan.


"A-am-pun hiks ja-ngan bunuh a-aku." ucap anak tersebut dengan bahu bergetar hebat yang menandakan jika anak itu ketakutan.


Angel sekilas merasa dejavu dengan kejadian ini, seperti pernah ia alami begitupun juga dengan pria yang di samping nya. Ia menatap miris anak itu, kini ia mulai paham dengan langkah angel yang akan dilakukan selanjut nya.


Angel menatap sedih, khawatir, takut dan merasa bersalah ketika melihat anak tersebut menangis ditambah lagi dengan mata yang penuh ketakutan itu, hati nya merasa teriris.


"iya abang paham!." sahut nya dengan senyum menenangkan seraya mengelus surai angel sayang.


Angel perlahan memegang pundak anak itu dan menuntun nya untuk keluar dari belakang gentong tersebut.


"Jangan takut!." ucap nya seraya berjongkok menyamakan tinggi badan nya dengan bocah itu.


"Hiks hiks am-pun k-kak." kata anak itu.


"Kita gk jahat, tenang ya?!." sahut pria di samping angel yang ikut berjongkok dan menenangkan anak itu.


"cuma bunuh orang aja kok!." ucap angel di dalam hati dengan senyum iblis nya.


"b-b-enar??." tanya nya dengan menatap takut-takut kearah angel dan pria di samping nya.


Angel mengangguk pelan kemudian mengelus rambut anak itu yang kotor dengan banyak debu dan juga lembab.


"Ayo!." kata angel kemudian menggendong anak itu dan membawa nya ke mobil.


Setelah mobil melaju, anak tersebut dengan ragu-ragu bertanya.


"kita a-akan kemana y-ya kak?."


"pulang." jawab pria yang sedang mengemudi dengan melirik kearah kaca di dalam mobil yang memperlihatkan anak kecil tersebut.


"ke surga!." lanjut angel membuat anak itu mematung dan kembali bergetar ketakutan.


Pria disamping nya menggeleng kan kepala nya dan menatap kearah angel.


"becanda, kamu kakak angkat jadi adek kakak mulai sekarang!." ucap angel membuat kedua pria berbeda umur membulatkan matanya.


"gk bisa basa-basi dulu apa ya?." Batin Pria tersebut heran.


"Hah?." anak kecil tersebut berhah bingung dengan ucapan angel.


"Aku telah membunuh kakak mu karena dia hampir membunuh adek kembar ku dan juga dia telah beberapa kali korupsi di kantor ku, dan masih banyak lagi kejahatan nya, maka dari itu aku membunuh nya karena beban!! apa kau keberatan aku bunuh kakak mu?!." kata angel panjang lebar hingga membuat anak kecil itu menatap tak percaya kerarah angel.


Anak kecil tersebut diam dengan pandangan kosong, dan tak lama bocah itu jatuh tak sadarkan diri yang untung saja ia jatuh kesamping langsung dengan kursi penumpang bukan jatuh kedepan jika kedepan bocah itu maka akan nyungsep dan akan terasa sakit meskipun sedang taksadar kan diri.




"Tapi lebih sakit ketika Crush punya crush juga, yang tentu saja bukan kita. Dari pada nyungsep kan?" -Vi.