
At 11.25
DKI Jakarta,
Disebuah gedung tinggi yang megah dan sangat terkenal di penjuru dunia, gedung yang menampung banyak nya para pekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Gedung, lebih tepatnya perusahaan ternama bernama 'PTL-A' company.
Seorang gadis cantik yang mempunyai rambut brown, mata indah bernetra coklat kehitaman, bulu mata letik, hidung mancung namun kecil, alis tebal alami, bibir tipis yang menggoda itu tengah fokus pada layar di depannya.
Terlihat sangat cantik, wibawa, ketegasan dari raut wajah gadis itu sangat terlihat namun berekspresi datar dan dingin.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." ucapnya tegas.
"Maaf Miss mengganggu waktu anda."
"ya?!."
"Tuan besar menelfon saya barusan, jika anda di minta untuk pulang lebih cepat." ujarnya sopan.
Seseorang yang dipanggil 'Miss' mengangguk mengerti.
"baiklah, terimakasih." balasnya.
"sama-sama Miss, saya pamit undur diri." pamitnya dengan menundukan pandangannya, dan dibalas anggukan.
Setelah sekertaris nya keluar, ia segera mengambil ponselnya lalu mengetikkan sesuatu disana.
"Hallo Opa?!."
"oyaa, baby girls. Why?."
"opa menyuruhku segera pulang?." tanya nya.
"Angel, ada yang ingin opa bicarakan denganmu jadi segeralah pulang ke kediaman opa di jl.crush kurang peka No 17!." balasnya tegas.
Gadis itu mengangguk mengerti meski tak terlihat.
"aku otw."
"Hati-hati baby!."
"baik opa."
Tutt...
Mendapat titah dari opa nya segera ia bereskan berkas-berkas yang sedikit berantakan di meja kerjanya, hingga tak lama selesai ia lalu melangkah menuju parkiran dan mulai mengemudikan mobil sportnya dengan kecepatan standar.
Ya gadis cantik penuh pesona itu adalah Angel.
Sekarang ini angel sudah berada di posisi yang sedari dulu ia inginkan, bahkan tahta opa nya sudah ia gantian beberapa bulan yang lalu. Semua ini karena hasil kerja keras angel yang hampir membuatnya tidur selamanya. Tidak sia-sia.
Sudah banyak hal yang ia lalui untuk mencapai di titik sekarang, mulai dari hal biasa hingga hal luar biasa, dan sudah banyak juga yang ia ungkap beberapa fakta tentang kekuarganya.
Karena gabut ia menyalakan musik di mobil nya berjudul (left and right).
Oh no (oh no)
*Oh no (oh no) *
You're going 'round in circles
Got you stuck up in my head, yeah
Memories follow me left and right
I can feel you over here, I can feel you over here
You take up every corner of my mind (what you gon' do now)
*Did you know you're the one that got away? *
And even now, baby, I'm still not okay
Did you know that my drems, they're all the same
Every time I close my eyes?
Memories follow me left and right
I can feel you over here, I can feel you over here
You take up every corner of my mind (what you gon' do now?)
Your love stays with me day and night
I can feel you over here, I can feel you over here
You take up every corner of my mind (what you gon' do now?)
*(whoa) *
I can feel you over here, I can feel you over here
You take up every corner of my mind (what you gon' do now?)
Suara merdu nya tak kalah bagus oleh pencipta asli nya, angel sangat menyukai lagu left and right milik carlie dan jungkook bts, salah satu idola nya.
Asik bernyanyi sepanjang perjalanan tak terasa ia sudah sampai di depan mansion yang megah bertingkat 4 sesuai dengan alamat yang opa nya berikan.
Tin
Tin
Setelah mendapati pagar yang sudah di buka segera ia memarkirkan di garansi. Lalu kemudian ia masuk kedalam dan disambut oleh kepala pelayan.
"selamat datang nona muda, perkenalkan saya mery nona, saya kepala pelayan disini. Mari saya antar ke tuan besar." ucapnya dengan senyum di bibir keriputnya.
Ia hanya menganggukan kepala tanda jika ia setuju.
"Tuan besar berada di ruang kerjanya nona, dilantai 4, disana juga ada tuan davin. Lewat sini nona, kita akan menaiki lift untuk mempersingkat waktu." jelas nya tanpa di minta.
Hingga beberapa saat akhirnya lift yang mereka naiki berhenti di lantai paling atas. Kemudian mery kembali menuntun nya ke arah lorong yang akan menuju di mana ruang opa nya.
Tak lama terlihat pintu bercorak hitam dengan ukiran tertera di pintu, 'J'.
"ini ruangan nya nona, kalau begitu saya pamit, nona bisa memanggil saya jika membutuhkan sesuatu." ucapnya masih dengan senyuman.
"terimakasih bi mery." jawabnya datar tapi terlihat jika ia tulus. Dan mery hanya mengangguk dengan senyuman semakin lebar.
"sama-sama nona, itu sudah menjadi tugas kami, saya permisi nona." pamitnya lalu melangkah pergi.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara dari dalam untuk menyuruhnya masuk segera ia masuk dan mendapati opa serta pamannya terlihat sedang mengobrol sesuatu.
"hai baby girls, Miss you." sapa opa nya.
"Miss you too opa." ucapnya sembari memeluk erat opa nya.
"lama tidak berjumpa baby." ujarnya.
"hanya 1 minggu opa." balasnya terkekeh yang terlihat sangat cantik.
"emm." dehem nya.
"hei bocah kau tidak menyapa ku?." sahut davin ngegas.
"tidak." jawanya santai.
Davin menggeram marah ketika ingin membalas ucapan ponakannya sudah di dahuli oleh ayah nya itu.
"sudah diam! Langsung saja kita bahas!!." ucap tegas penuh wibawa.
Angel serta davin mendengar suara tegas jack langsung bersikap serius dan benar-benar memperhatikan jack.
"Jadi................ Apa kalian mengerti?!!." ucap nya setelah selesai menjelaskan.
"davin ngikut." jawab nya santai sembari menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa.
"kamu bagaimana angel?." tanya jack.
"angel setuju tapi mungkin ada beberapa yang akan angel lakukan sendiri opa, dan itu sesuai rencana ku sedari dulu." balasnya dengan seringai cantik di sudut bibirnya.
"baiklah itu menjadi urusanmu, dan opa serta pamanmu akan melihat pertunjukan mu di belakang panggung." ujar nya.
"aku setuju." sahut davin menimpali ucapan jack.
"terimaksih dukungan kalian." gumamnya tersenyum.
"sama-sama baby girls, itu kewajiban opa." jawabnya memeluk cucu kesayangannya.
"itu semua tidak gratis bocah, kamu harus memberi paman mu ini sesuatu." ucap nya tersenyum aneh.
"ya ya ya." balasnya memutar bola matanya malas.
"yasudah angel pamit pulang terlebih dahulu opa, paman. Masih ada tikus yang harus di selesaikan." pamitnya.
"apa paman boleh ikut?." tanya davin.
"tidak." jawabnya singkat dan davin hanya mendengus malas.
"baiklah-baiklah, segeralah pulang dan jangan sampai ada yang lecet, mengerti princess?." pesanya.
"baik opa."
"Bye."
"hati-hati."
......................
Diperjalanan menuju ke suatu tempat yang akan ia tuju, di mana dirinya akan melampiasakan hasrat nya setelah beberapa hari tidak memegang mainannya.
Asik menikmati jalan raya ibu kota, jalan raya yang sedikit padat di siang hari menjelang sore. Banyak nya gedung-gedung tinggi yang menjulang indah. Dengan sedikit santai mengemudi dan mulut yang tersumpal permen rasa susu vanila-coklat.
Hingga mata nya membola melihat seseorang yang hendak menyebrang tanpa melihat kanan-kiri karena fokus dengan gatget di tangannya.
Citt..
Sontak ia menginjak rem dengan mendadak, nafas nya memburu karena hampir saja menabrak orang itu, sudah banyak orang yang mendekat mengerubungi seseorang itu, namun tidak ada yang menolongnya.
Sekilas angel mengenal seseorang yang hampir ia tabrak, langsung saja ia turun memastikan sesuatu dan benar saja dugaannya.
"Ean?!." panggilnya khawatir lalu dengan langkah cepat ia menghampiri nya yang terduduk di tanah dengan sesekali meringis karena telapak tangan nya sedikit berdarah.
Ya seseorang itu adalah sean.
"Kamu gpp kan ean?." tanya angel khawatir dan memeluk erat sean.
Sedangkan sean mematung melihat wajah gadis yang sangat mirip dengannya hanya saja ini versi perempuan, dan pelukan hangat yang ia rindukan.
"ayo kakak obati lukamu agar tidak infeksi." segera angel membawa sean ketaman yang gk jauh dari mereka dan mendudukan nya di kursi panjang. Sebelum ketaman angel sempat mengambil kotak p3k di mobil yang memang selalu ia bawa.
"kakak obati lukanya sebentar, tahan jika sakit." ucap nya sembari membersihkan luka tersebut.
"Maaf, kakak gk sengaja hampir menabrak mu. Tapi juga lain kali ean, jika mau menyebrang jalan lihat kanan-kiri terlebih dahulu. Yang kamu lakukan itu sangat berbahaya!!?." cerocosnya. Dan sean hanya menatap wajah angel dengan mata yang berkaca-kaca.
Merasa di perhatikan angel menoleh kearah sean dan melihat adek kembarnya hendak menangis. Ia tertegun untuk sesaat.
Ia meghela nafas, lalu memeluk nya dan dibalas tak kalah erat oleh sang empu.
"hiks." isak tangis yang sedari sean tahan akhirnya keluar.
"maaf, maafin kakak ean. Kakak pergi dan buat kalian semua menjadi panik dan khawatir." gumamnya lirih di telinga sean.
Sean terus menangis, ia tidak menjawab apapun.
Ketika teringat sesuatu yang harus ia kerjakan dan pertemuannya dengan sean seharusnya bukan sekarang, ya sekarang bukan waktu yang tepat. Ia melepaskan pelukan itu.
"syutt, udah jangan nangis lagi ya ean nya arsy." ucap nya menghapus air mata sean yang terus keluar.
"sekarang bukan waktu yang tepat ean, kakak harus pergi. Kita akan bertemu lagi ean." pamitnya tanpa memberi penjelasan yang jelas. Sebelum pergi ia menyempatkan mencium dahi sean, setelah itu berlalu pergi.
"Arsy." teriaknya. Angel menoleh kebelakang dan sedikit tersenyum lalu memasuki mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Dan sean yang terus berteriak.
"ENGGAK JANGAN LAGI!!."
"ARSYYY!!."
"Jangan tingalin ean arsy!!? Arsy arsy hiks hiks jangan pergi lagi hiks!!." hingga sebuah pelukan seseorang menahan sean yang terus ingin berlari mengejar nya.
"tenang ean." ujar seseorang yang menahan tubuh sean yang terus hendak mengejar mobil sport tersebut.
•
•
•
.
.
.