
Kringg
Suara alarm istirahat membuat kelas 11 IPA 2 bersorak senang dan pelajaran diakhiri seketika.
Angel hanya melihat anak-anak kelas yang berhamburan keluar bersamaan dipastikan mereka menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang lapar.
"H-hai." sapa siswi yang bangkunya berada di depan nya.
Angel menaikan alis nya sebelah menatap tanya pada gadis tersebut.
"K-kamu gk ke kantin? Atau mau bareng." tanya nya sedikit gugup karena melihat tatapan Angel yang tajam dan datar.
"gk." jawab nya singkat. Gadis itu hanya mengangguk pelan.
"Em, Yaudah aku duluan ya soalnya udah laper hehe." kata nya dengan cengiran kaku.
Angel mengangguk.
"Oh ya ngel, aku Adelia saputri. Kalo ada apa-apa bilang aja ya." Katanya lagi setelah itu berlalu pergi ketika sudah melihat jawaban dari Angel.
Angel menatap rumit gadis yang bernama Adelia tersebut.
Setelah beberapa menit di kelas, Angel beranjak keluar karena merasa sangat bosan di kelas dan menuju taman belakang tanpa kesasar sedikit pun.
Kok bisa? Bisa dong, soalnya sebelumnya Angel sudah mencari tahu tata letak sekolah barunya itu.
Di sepanjang jalan menuju ke taman belakang banyak sekali bisik-bisik tentang dirinya. Angel hanya cuek saja selagi itu tidak menyinggung nya.
Di taman belakang tersebut ternyata terdapat beberapa siswa yang berkumpul. Mata tajam Angel menelisik beberapa siswa hingga tatapannya jatuh pada salah satu siswa dengan kondisi babak belur namun lebih parahnya lagi terdapat sesuatu benda yang terselip antara jari manis dan tengah. Tahu kan benda apa?
Rokok.
Dengan segera Angel mengahampirinya dan merebut benda yang sangat ia benci itu dan membuangnya lalu ia injak.
Terlihat jika mereka tersentak kaget.
"*gila nih cewek!." batin Reno. *
"Buset banget nih cewek, nyari mati kali ya?." batin sandi.
"Gede juga nyali nya." batin mehan meringis membayangkan amarah sean.
"Arsy." batin El kaget.
Angel menatap tajam siswa di depannya ini. Sedangkan Sean yang melihat Angel mematung.
"Jangan sampai Gue liat Lo pegang benda ini lagi E.A.N!!." ucap nya dengan mata menyorot dingin.
Setelah mengatakan itu Angel melangkah pergi namun ia menyempatkan menatap tajam kearah teman-teman Sean.
DEG
Entah mengapa tatapan Angel sangat menakutkan, seperti berhadapan dengan malaikat maut. Tapi mereka juga bertanya-tanya siapa dia dan mengapa aura yang di keluarkan nya membuat mereka tercekik.
Berbeda dengan satu orang yang melihat Angel seperti melihat anak kucing yang imut?
Kini Angel berada di Roftoof sekolahnya ia merasa emosi melihat adek kembarnya yang merokok.
Ia merogoh saku celananya mencari benda pipih berwarna hitam.
"Halo."
"Cari tahu apa yang terjadi pada Sean, adek kembarku!."
"...."
"Hm."
Tutt.
Di posisi Sean
"Iya woyy! ini sih bener-bener udah gk waras tuh cewek." timpal Sandi.
"Bener, tapi wajahnya kayak gk asing." ucap mehan mengkerutkan alisnya.
"Hufft." helaan nafas El terdengar.
"Lo kenapa El." tanya Sandi melihat El seperti itu.
"Gapapa." jawabnya singkat.
"Aelah udah kek cewe aja Lo kalo di tanya kenapa jawabnya 'gapapa' cih." ejek Reno di hadiahi tatapan tajam milik El.
"Hehe peace." cengir Reno.
"Eh tapi kan ya tadi tuh cewe cantik banget tahu. " kata Reno dengan tatapan binar-binarnya.
"Diam!." sentak Sean pada temannya.
"Cewek tadi kembaran gue yang hilang. Gue yakin itu!." kata Sean dengan sendu.
"Maksudnya cewek yang buat Lo nangis-nangis kek orgil di taman kemarin itu." tanya Sandi.
"Ck! iya."
"Wihh berarti Lo lebih mudah baikan lagi sama dia dong." sahut Reno dan diangguki oleh Sean.
"Kembaran Lo kayaknya murid baru deh disini, dari sragam nya sama kek kita." kata mehan.
"Mungkin iya." jawab El, iya El bukan Sean karena Sean hanya diam tidak menjawab jadi inisiatif El yang menjawab.
"Kelas." cetus Xavier yang sedari tadi diam menyimak.
Setelah berbincang-bincang singkat tadi mereka lantas pergi menuju kelas.
......................
Kringg Kringg
Yang di tunggu-tunggu oleh para siswa-siswi akhirnya berbunyi juga.
Mereka berbondong pulang begitupun dengan Angel yang berjalan santay menuju parkiran.
Mata tajamnya menangkap sesuatu yang menarik matanya. Seringai di bibirnya membuat segerombolan siswa maupun siswi yang ingin pulang merindingtakut.
Hingga langkah nya berhenti di segerombolan remaja yang hendak pulang. Ia berhenti tepat di hadapan salah satu pemuda di sana.
"Arsy." cicit Sean menatap Angel dengan berkaca-kaca.
Angel menoleh menatap Sean dengan raut dingin dan datarnya. ia mengalihkan pandangan nya ke arah cowok di depannya.
"Pulang." kata Angel datar dengan memberikan kunci mobil nya. Tanpa basa-basi lagi ia memasuki mobil miliknya.
"Gue duluan!." pamit nya. Sedangkan yang lain cengo melihat mereka namun beda lagi dengan Sean yang mentap sedih mobil yang ditumpangi Arsy. Apa Arsy masih marah?. begitu pikirnya.
Mereka saling kenal?. pikir mereka
•
•
•
.
.
.