
Drtt drtt
Dering ponsel yang tidak mau berhenti membuat gadis cantik yang masih terlelap menggeram marah. Dengan mata tertutup ia mencari ponselnya berada di bawah bantal dan mengangkatnya tanpa melihat nama yang tertera.
"Hmm." gumamnya malas.
"bangun, udah siang!?." sahut seseorang di sebrang telepon.
"ngantuk."
"Mandi, sarapan dan kantor. Masalah kemarin sudah abang selesaikan." ucap nya santai.
Tidak ada sahutan dari angel, hanya suara dengkuran kecil yang terdengar membuat seseorang di sebrang terkekeh, ia membayangkan wajah angel yang pasti sangat imut.
"baiklah, lanjutkan saja tidur mu." katanya dengan menghela nafas lalu kemudian ia mematikan sambungan telepon tersebut.
......................
Matahari sudah terbit tinggi tetapi tidak membuat seseorang gadis itu terbangun dari mimpi indahnya, asik melekat berpelukan dengan guling kesayangannya itu.
Hingga seseorang yang melihat nya tersenyum jengah dengan membawa sesuatu di kedua tangannya. Dan...
Byurr
"BANJIR BANJIR TOLONG ANGEL OPAA." teriaknya melengking hingga membuat penghuni mansion tersebut terkejut sembari terlonjak hendak mencari pertolongan.
"HAHAHAHAHAA KOMUK BANGET MUKA LO ANJIR HAHAHAA." tawa nya menggelenggar hingga buat angel tersadar jika itu bukan banjir melainkan ulah dari pamannya.
Ya davin adalah pelakunya.
"PAMAN SIALAN!!."
DOR
Davin mematung mendengar suara tembakan yang diarahkan ke dirinya, hampir saja peluru itu bersarang di kepalanya jika ia tidak memiliki reflek yang bagus.
"Keluar!!!." ucapnya dingin.
Davin segera keluar dan bukan merasa bersalah tapi davin malah melanjutkan tawa nya yang masih di dengar oleh angel. Apa dia gk sayang nyawa?. Pikirnya pekerja di mansion tersebut yang melihat davin tertawa seperti orang gila.
Angel segera membersihkan dirinya dan turun dengan menggunakan casual kantoran serta tatapan datar dan dingin, seperti biasa namun raut wajah tersebut lebih dingin dari sebelum nya.
Dingin seperti sifat nya... - Author
Setelah duduk di meja makan, dan para maid segera menghidangkan makanan untuk sang nona muda mereka.
"Baby girls." panggil seseorang di belakangnya.
"Ya opa?." jawab angel.
"Mau pergi ke kantor hm?." tanya nya.
"iya opa."
"Baiklah, Hati-hati jika berkendara. Opa ada urusan sebentar di luar." ucapnya serasa berpamitan.
"hati-hati juga opa." Jack mengangguk tersenyum dengan mengecup pelipis angel.
Setelah jack berangkat, ia segera beranjak dan pergi ke kantor nya. Karena masih banyak yang harus di urus.
Beberapa menit perjalanan akhirnya angel sampai di depan gedung yang tinggi menjulang yang sangat mewah.
'PTL-A company perusahaan yang baru yang berdiri di bidang Makanan, aksesoris, permainan, tambang, dll. Meskipun perusahaan baru sekitar kurang lebih 3 tahun yang lalu di bangun oleh Angel sendiri tanpa bantuan opa dan pamannya, Tidak ada yang mengetahui jika perusahaan itu miliknya kecuali jack dan davin, angel sendiri membangun sebuah perusahaan untuk mengalihkan jati dirinya yang asli dan untuk memperkuat kekuasaannya, dengan uang tabungannya yang di berikan jack serta davin ia simpan, sedangkan uang untuk membangun perusahaan menggunakan uang hasil balapannya setiap malam dan uang hasil ia menjual informasi mengenai data perusahaan lain yang ia hack lalu menjualnya. Dalam dunia bisnis maupun dunia gelap angel di juluki dengan panggilan Queen Bee.
Queen Bee yang tak lain angel, memiliki ciri-ciri khusus di badannya yaitu, tato berukiran naga di belakang telinga namun tato itu tidak akan terlihat karena warna tersebut transparan sama dengan kulit putihnya, kecuali seseorang yang memiliki mata tajam, selain itu juga topeng setengah wajah yang berwarna Hitam-Merah memiliki ukiran naga dan lambang berbentuk Q di sisi kanannya. Topeng tersebut di pakai ketika ia sedang dalam mode Queen Bee. Topeng itu juga hanya ada 1 di dunia karena angel sendiri yang merancangnya dengan desain yang ia yakini tidak ada yang bisa menirunya.
Setelah memarkirkan mobil sportnya ia melangkah keluar tak lupa dengan topeng sebagai identitas miliknya.
"selamat siang Bu Queen." ucap security yang berjaga.
"Siang."
Ketika ia memasuki loby mulai banyak pasang mata yang menyorot kearahnya. Tak banyak juga yang menyapa dirinya.
siang bu queen
siang juga bu queen
bos gue cantik amat sih gilak
insecure sama bos sendiri gua
bu queen cantiknya kelewatan buu
bu bos lope youu
Yahh... Kira-kira seperti itulah yang mereka bicarakan tentang angel, namun yang di bicarakan hanya diam dan sesekali mengangguk jika ada yang menyapanya.
Ia memasuki lift khusus Ceo dan menekan angka 17 di mana letak ruangannya berada.
Ting
"Pagi Dinda." gadis yang awalnya fokus terhadap layar di hadapannya sontak terkejut mendapati boss besar nya di hadapan dirinya.
"ah iya, Bu Queen pagi, Ada yang bisa di bantu?!." tanya di dinda dengan menetralkan jantungnya yang sedikit berdebar karena terkejut.
"tidak, tolong kasih jadwal beberapa hari kedepan dan berkas penting. Antar ke ruangan saya." ucap nya datar.
"Baik Bu. Akan saya antarkan." jawab dinda mengangguk.
"Hm." dehemnya lalu pergi ke ruangannya.
DINDA ASAHNA DILGAN. Dinda seorang sekertaris yang masih berumur 21 thn, ia lulusan mahasiswa di universitas terkenal di daerah jerman. Ia mengambil kejurusan Manajemen Bisnis dan sekarang ia sudah mendapatkan gelar S.Mb.
Dinda dengan segera menyiapkan apa yang di butuhkan oleh boss nya dengan sedikit tergesa-gesa karena ia tidak mau membuat boss nya menunggu.
Sedangkan Angel di ruangan nya ia menatap layar komputer di hadapannya dengan mata setajam silet.
"Cih! Mau cepat mati eh." decihnya.
"gpp, mainan baru!!." ujar nya tersenyum menyeringai.
Hingga suara ketukan pintu mengalihkan perhatian nya.
"Masuk!." titah nya sedikit berteriak agar seseorang di balik pintu mendengar nya.
Ceklek...
"Maaf bu, ini jadwal nya dan beberapa berkas yang ibu minta dan harus di tanda tangani kontrak yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita bu queen." jelas nya seraya memberikan beberapa tumpukan kertas putih yang bisa di bilang banyak.
"Sebanyak ini?." tanya nya mengangkat alis nya sebelah.
"Em i-iya bu." jawab dinda meringis.
Angel menghela nafas menatap tumpukan berkas tersebut.
"Hm, kamu bisa keluar." kata angel mengangguk kepala pelan dengan masih menggunakan wajah datar nya.
"Baik, saya permisi bu." pamit nya lalu keluar.
Angel mengambil ponsel nya dan mengetikan beberapa angka.
"Halo."
"..."
"Seret tikus kecil di club 'bunga indah', di jl Hts terdepan! dia laki-laki, foto nya akan saya kirim!. Dan saya tidak menerima kegagalan!!."
"..."
"Hm."
Tut..
Setelah menelfon salah satu anggota nya dan tak lupa mengirim foto seseorang yang ia maksud, lalu mulai mengambil jadwal yang akan ia lakukan di beberapa hari kedepan, ia menelitinya.
"Hm, cukup padat." gumam nya.
Lalu mengambil satu persatu berkas dan menelitinya tanpa terlewat satu inci pun yang akan dirinya tanda tangani untuk kerja sama.
Perusahaan lain tidak mudah untuk melakukan kerja sama ini dengan perusahaan angel, PTL-A company karena angel mengetahui banyak dari mereka jika hanya akan bermain-main saja dan itu tidak menguntungkan baginya, yang hanya akan memperbanyak masalah. Untuk itu angel akan mencari tahu latar bekakang mereka hingga ke akar-akar untuk mewanti-wanti saja, terdengar lancang memang namun bagaimana lagi? ini juga untuk kedamaian semua nya.
Hingga tak terasa kini sudah pukul 15.20. Angel langsung saja menyudahi kegiatan nya, kemudian ia membereskan berkas-berkas tersebut dan membawa nya ke sekertaris nya.
"Dinda." panggil angel.
"Anj crush gue ganteng buset." kaget nya sedikit berteriak, dan angel hanya menatap datar dinda yang tengah memegangi dada nya.
"Ekhem!."
"A-ah bu queen, maaf bu saya terkejut karena bu queen ngagetin." ucap nya meringis kikuk disertai cengiran di bibir nya.
"Hm maaf. Saya masih ada urusan, pekerjaan kamu akan di bantu oleh sekertaris baru." ujar nya lalu menaruh setumpuk berkas tersebut ke meja dinda setelah itu tanpa basa-basi ia langsung keluar menuju garansi.
Sedangkan dinda ia masing terbengong karena ia memikirkan perkataan boss nya.
Gue di pecat? tapi kenapa?. Batin nya masam
•
•
•
.
.
.