
At 08.15
Hari ini tepat 1 minggu lebih dua hari arsy di negara orang. Dan hari ini juga ia akan melakukan latihan bersama opa nya langsung.
Luka di lengan arsy juga sudah membaik dan kering Karena itu jack mempercepat latihan agar semua berjalan dengan lancar.
"habiskan sarapan mu baby, opa tunggu di ruang latihan." ujarnya setelah selesai sarapan.
Fyi, mereka di ruang makan ya guys.
"iya opa."
Tak lama setelah itu ia segera menghabiskan sarapannya agar tidak membuat opa nya menunggu.
"paman, tolong antar aku." pinta nya pada davin yang memang ia sibuk dengan laptop nya.
Davin mengangguk.
"ayo."
Setelah beberapa langkah hingga akhirnya ia sampai di mana tempat latihan yang di maksud opa nya.
"terimakasih." ucapnya dengan wajah datar tetapi terdengar tulus.
Davin mendengus sebal melihat raut wajah arsy yang datar. Tapi tak ayal davin memaklumi sifat nya.
"latihan yang serius, kalo latihanmu memuaskan akan paman beri sesuatu hadiah yang berkesan bagaimana?!." sahutnya dengan seringai tercetak di sudut bibirnya.
"deal."
Davin mengangguk puas mendengar itu.
"masuk, jangan buat opa nunggu."
"itu karena paman!." sahutnya sinis.
Davin kembali mendengus, lalu segera pergi dari sana.
"punya ponakan mulut kek cabe" batinnya.
Setelah memastikan jika pamannya sudah pergi segera ia masuk dan menemui opa nya yang kini sedang menyesap nikotin.
"opa."
"come here baby." ujar nya sembari mematikan nikotin yang ia sesap.
"maaf opa, lama." sesalnya.
"salahkan saja paman davin yang ngajak arsy ngobrol tadi opa." adunya dengan mendudukan bokongnya di pangkuan sang kakek atas suruhan nya.
Jack terkekeh mendengar aduan cucunya yang menyalahkan davin.
"baiklah princess nya opa. Paman davin biar opa hukum nanti." ucapnya dengan mengelus puncak kepala arsy.
"opa?." panggilnya.
"hmm."
"kapan kita akan latihan?." tanya nya.
"sudah siap?."
"tentu!." jawabnya semangat.
"baiklah ayo, kita mulai dengan beladiri mu arsy agar semakin terlatih." sahutnya serius dengan tatapan mengintimidasi.
Arsy mengangguk lalu mulai memposisikan badannya menjadi kuda-kuda begitupun dengan jack.
Hingga akhirnya 7 menit berlalu belum juga ada tanda-tanda akan kekalahan mereka. Dan arsy begitu fokus dengan gerakan serangan yang opa layangkan untuknya. Ia terus menghindar juga sesekali maju menyerang jika ia melihat celah di pergerakan opa nya.
"cucu satu ku ini memang duplikat diriku." ucapnya tersenyum bangga.
Arsy yang terus fokus dengan gerakan opa nya tak menyadari jika ia lengah.
Bugh
Satu pukulan mengenai wajah sebelah kirinya membuat ia jatuh meringis.
"kau lengah arsy." ujar jack membantu arsy berdiri.
"maaf opa."
"sekarang opa akan mengajarkan teknik jujutsu dan juga teknik kyokushin karate."
"Teknik jujutsu, ini sangat flesibel arsy, itu mudah, kita tidak perlu menggunakan kekuatan untuk menumbangkan lawan, tapi dengan cara 'menipunya' agar daya lawan mudah di kalahkan dengan serangan tersebut."
"sedangkan teknik kyokushin ini hanya menggunakan tangan kosong tapi jika kamu sudah menguasai dasar-dasarnya bisa membunuh seseorang hanya dengan tangan kosong jika menambahkan sedikit tenaga. Dan opa akan ajarkan dasar-dasar nya terlebih dahulu."
"baik opa."
"mari kita mulai~ "
Hingga beberapa jam kemudian tak terasa sekarang sudah menunjukkan pukul 17.35 tepat.
"cukup arsy." ucapnya menghentikan pergerakan arsy.
"latihan hari ini cukup sampai sini saja dan lanjut lagi besok. Istirahat lah, obati luka mu dan turun ketika waktu makan malam." lanjutnya.
"iya opa, terimakasih." balasnya tersenyum. Dan di angguki oleh jack.
......................
Sekarang arsy sudah berada di kamarnya, ia duduk di tepi ranjang lalu meregangkan tubuh nya yang terasa pegal.
"hari pertama saja sudah sangat keras, bagaimana dengan kedepannya lagi?!!." ucapnya mengehela nafas lelah.
"tapi semua juga demi yang lain." gumamnya pelan.
Dengan badan yang lelah ia mulai melangkah ke kamar mandi. Tapi sebelum itu ia melihat di pantulan cermin, wajahnya terlihat banyak lembam.
"hufft.. Semangat arsy." gumamnya dengan senyuman di bibirnya. Lalu segera ia mulai ritual mandinya.
15 menit kemudian arsy mandi, tak lama bukan?.
Ia menggunakan baju tidur bermotif dora dan ia mulai mengambil kotak p3k di meja dekat nakas.
Dengan pelan ia mulai memberikan perawatan untuk wajahnya agar tidak infeksi.
Bagaimana pun juga wajah adalah salah satu harta untuk perempuan. Jika wajahnya burik penuh dengan jerawat, bruntusan dan noda hitam bisa saja ia tidak mendapatkan laki-laki, karena kan banyak dari mereka memandang dari fisik saja. Walaupun itu hanya sebagian.
Setelah selesai mengobati lukanya, ia merebahkan tubuhnya lalu memejamkan mata untuk tidur. Tapi entah mengapa ia selalu kepikiran dengan keluarga angkatnya terutama dengan sean, adek kembarnya. Mengingat jika sean tidak bisa jauh dari arsy.
"semoga kalian baik-baik saja di sana, aku akan kembali ketika aku sudah mendapat apa yang aku inginkan. Maaf jika egois." lirinya.
Ia menghela nafas gusar. Lalu mencoba untuk tidur karena badannya sangat terasa lelah.
......................
Tok
Tok
Tok
"Nona muda, sudah waktunya makan malam nona." ucap seorang perempuan yang bekerja di masion ini. Mansion tersembunyi milik tuan besar robitson, jack daniels.
Tok
Tok
"Nona, apa anda sudah bangun?." tanya nya dengan sesekali mengetuk pintu.
Karena tak kunjung mendapat jawaban ia berinisiatif masuk.
Sedangkan arsy yang masih terbungkus selimut mulai mengerjabkan mata nya kala ada seseorang yang menguncang badannya pelan.
"Nona, waktunya makan malam. Anda sudah di tunggu oleh tuan jack dan tuan davin." katanya.
"hmm, iya terimakasih."
"sama-sama nona, kalo begitu saya undur diri." pamitnya lalu segera keluar dari kamar bercat hitam-abu.
Dengan wajah bantal nya ia mencuci muka dan bergegas turun.
"malam opa. Maaf lama." ucapnya mengalihkan atensi mereka.
"malam juga baby, kemarilah duduk samping opa." arsy menuruti nya.
"heyy, apa kau tidak melihat paman mu bocah?." dengus davin merasa diabaikan.
"tidak." jawabnya singkat, membuat davin mendelik tak terima.
"apa mata mu rabun? Badan Paman mu sebesar ini tapi kau tidak melihatnya? Omong kosong." sinisnya.
"kau mengakui badan mu besar? Bagus lah." ucapnya santay.
"heyy sialan kau- "
"davin! Jaga tutur kata mu didepan cucuku." peringatnya menatap davin tajam.
"tapi opa, paman tadi pagi juga berkata kasar padaku, dia bilang jika aku anak sialan." adunya dengan melebih lebihkan seraya menatap davin sinis.
Perkataan arsy membuat davin sontak melotot kan matanya. Ketika ia akan menjawab ucapan arsy tatapan tajam yang diberi ayahnya membuat ia mengurungkan niatnya.
"Davin! Kau ayah hukum." keputusan jack membuat davin mematung dan arsy tersenyum kemenangan kearah davin tanpa disadari oleh jack.
"cih." davin memberikan tatapan ke arsy seolah mengatakan bahwa ia akan membalaskan permainan yang keponakannya buat.
"Licik juga nih bocah" batinnya.
"sudah-sudah, mari kita makan keburu dingin makanannya." titah jack dan di angguki oleh arsy juga davin.
•
•
•
.
.
.
.