
Lalu brave pun memakaikan helm dikepala Nifa, seketika jarak mereka hanya tinggal beberapa senti lagi. Nifa pun dapat merasakan aroma kekasihnya itu.
Dan tanpa sadar pipi Nifa sudah seperti kepiting rebus. Setelah brave berhasil memasangkan helm itu.
"kok pipi lo merah" ucap brave, dihiasi senyum tipis diwajahnya.
Dengan cepat Nifa langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"dh naik" ucap brave membantu Nifa naik.
*
*
*
Sampainya ia disekolah, mereka disambut dengan tatapan sinis. Selama perjalanan Nifa hanya tertunduk karna banyak dari siswa disana mencemooh Nifa.
'***Dasar tidak tau diri'
'cantikan lagi gue, mau mau aja kali brave nya'
'jangan jangan dikasih pelet***'
Brave yg mendengar ITU geram, ia langsung berkata pada seluruh siswa yg ada disana.
"KALIAN SEMUA DENGER BAIK BAIK, KALAU SAMPAI PACAR GUE KENAPA NAPA. JANGAN HARAP KALIAN BISA BERNAFAS DI BUMI INI"
Teriak brave.
Para siswa yg ada disana pun diam, tak ada lagi yg menyahut. Dan seketika para siswa disana bubar.
"Gw gak suka liat lo nunduk" ucap brave lembut.
"Maaf tadi aku ma--" ucap Nifa terpotong
"Boleh gak lo ganti kata kata aku-kamu jadi Gue-lo" ucap brave memotong pembicaraan Nifa.
"Iya ak-- Gue usahain" ucap Nifa gugup.
"nah gitu dong, gw antarin sampai kekealas deh" ucap brave mengengam tangannya.
Brave memang beda, ia hanya dingin kepada seluruh siswa disekolahnya maupun orang yg tak ia kenal. Namun berbeda dengan Nifa pacarnya, brave ingin sekali merubah sifatnya hanya pada NIFA
"dah, nanti gw jemput lo" ucap brave, mengacak acak rambut Nifa. Brave sangat senang melihat Nifa kesel.
"ihhh, jangan dong" ucap Nifa memanyunkan bibirnya dan merapikan rambutnya.
Melihat pacarnya memanyunkan bibirnya membuat brave gemas, ia langsung mencubit pipi nifa
"lo, lucu kalau kesel" ucap brave meninggalkan Nifa.
Yaa.. Brave awalnya memang sekelas dengan Nifa tapi karna ia pintar, akhirnya brave dipindahkan kekelas ungulan.
Nifa pun tersenyum, ia merasa senang karna brave tidak lagi seperti dulu yg selalu bersikap dingin kepadanya.
Namun hanya ada satu hal yg ia akan tanya saat bertemu dengannya.
Dari seluruh wanita yg ada di sekolah ini, kenapa lo cmn suka sama gue?.
Itulah yg membuat Nifa tidak mengerti.
"Hei, lo napa bengong" ucap krystal menepuk pundak ya.
"eh-- gue gak kenapa napa kok" ucap Nifa kaget.
Melihat temannya mengucapkan kata yg tidak pernah ia dengar, krystal pun menjadi heran.
"ehh, sejak kapan lo ngomong gue" ucap krystal heran
"ehm.. Sejak tadi, diajarin brave" ucap Nifa polos.
*
Tringg...
Bel pun berbunyi, dan datang lah seorang guru matematika, pelajaran yg tidak disukai para siswa disana. Ditambah lagi guru yg terkenal killer di sekolahnya. Mengapa?. Karna ia selalu membawa rotan.
Selama pelajaran itu berlangsung Nifa hanya memikirkan pertanyaan nya. Ia takut menanyai hal itu kepada brave.
"Hei.. Kamu yg disana, gak dengerin bapak ngejelasin hah! " teriak pak budi *guru matematika mereka.
*"dengerin kok pak" ucap Nifa gugup.
Akhirnya pak budi kembali menjelaskan pelajaran ya.
Selang beberapa menit, bel pertanda istirahat pun berbunyi.
"nifa, lo mau kekantin bareng gue gak" ucap krystal.
Namun sebelum Nifa menjawab ada seorang laki2 yg menjawab.
"gak, Nifa bareng gue" ucap laki-laki tersebut.
"eh br-ave, oh Yadh" ucap krystal meninggalkan mereka berdua.
Nifa pun hanya terkejut, mengapa brave datang secara tiba-tiba. Padahal kelasnya lumayan jauh.
"ayok.." ucap brave mengandeng tangannya.
Nifa hanya menurutinya saja.
Sesampainya ia dikantin sudah banyak orang disana.
"lo pesen apa?" tanya brave.
"ehmm.. Milk shake aja deh" ucap Nifa.
"makanannya? " tanya brave
"gak gw dah kenyang" Nifa.
"gak, lo harus makan gw gak mau lo sakit!" tegas brave, khawatir.
Nifa pun pasrah.
"mie ayam aja deh" ucap Nifa, lalu diangguki oleh brave.
"tunngu ya jangan kemana mana" ucap brave pergi.
Nifa pun mengumpulkan keberanian ya untuk bertanya. Ia masih saja takut untuk bertanya kepada brave.
Tak butuh waktu lama pun. Akhirnya brave datang dengan membawa nampan berisi pesanannya. Brave pun memberi makanannya.
"makan" ucap brave.
"brave gue mau nanya" ucap Nifa gugup.
"nanya aja" ucap brave.
"Dari seluruh siswa yg ada disini, kenapa lo cuman suka sama gue" ucap Nifa gugup.
Brave pun langsung memberhentikan makannya. Ia pun menarik nafas panjang.
"cinta gak perlu pake alasan Nifa, gw gak punya alasan buat suka sama lo. Kalau seandainya ada maka gw gak tulus cinta sma lo karna jika alasan itu hilang berarti cinta itu akan hilang" ucap brave dengan lembut.
*
*
*