
Senin adalah hari dimana para siswa siswi sekolah dapat merasakan panas yang luar biasa, seperti yang dialami oleh sekolah high school. Kini mereka telah mengikuti upacara yang telah sampai pada acara amanat. Acara yang paling panjang. Namun apalah daya mereka sebagai siswa yang hanya berdoa agar cepat selesai.
*gila tuh kepsek, lama bat dah kek baca pidato!!
cepetan elah, udah panas banget nih!!
njirr, gw gerah body
sinilah biar gw yang amanat aja, biar lebih cepat*!!
Berbeda dengan Nifa, ia sekarang sibuk mencari kekasihnya sambil menegok kesana kemari, berharap Brave ada disana melemparkan senyum manis untuknya. Namun hasilnya tidak membuahkan hasil, ia teringat apa yang diucapkan Brave kemarin. Tapi masa iya sih seorang pacar tidak mencari kekasihnya?!
oh ya, gue nanya sama farrel aja kali ya siapa tau dia tau batinnya semangat
"eh, loh ngapain sih ngelamun dari tadi?!" ucap Krystal dengan nada kesal.
"ah-eh enggak kok!" jawab Nifa gugup.
"lo cariin brave yaa?" tanya Krystal dengan menaik turunkan alisnya.
"hehe, i-ya" jaeab Nifa gugup sambil menggaruk kepalannya yang tidak gatal.
keciduk kan gw!!!
"lo tanya aja ma farrel kan dia sahabatnya"
"iye iye, gw udah kepikiran kek gitu kok"
_______________
Akhirnya upacara selesai, siswa siswi disana bernafas lega dan segera masuk kekelasnya masing masing menikmati udara dari AC yang menyala tiap kelas.
"tal, temenin gw ketemu farrel kuy!!" ucap Nifa semangat sambil menarik pergelangan tangan sahabatnya itu, sedangkan yang ditarik hanya pasrah.
Sampailah mereka di kelasnya Brave and Farrel, mereka berdua bingung untuk masuk kekelas itu mana pada famous semua.
"mau cari brave ya?" tanya salah satu siswa yang hendak membuang sampahnya.
"i-iya"
"oh bravenya izin ada urusan katanya" jawab siswa tadi yang dikenal sebagai sekretaris.
"kalau begitu, farrelnya ada?" tanya Nifa sambil meremas ujung roknya pertanda bahwa ia sangat gugup.
"oh ada kok, sebentarnya gw panggilin"
Tak lama kemudia munculah Farrel dengan wajah kusutnya. Namun saat ia melihat gadis disamping Nifa ia langsung mengantikannya dengan wajah ceria.
"ada apa gerangan kesini?"
"lo tau ga bravenya kemana, soalnya dia gaada kabar?!" tanya nifa dengan nada ngegas.
"eh selo selo, bravenya izin katanya ada urusan"
"urusan apa?" tanya Nifa lagi, ia bingung dan penasaran urusan apa yang ia tidak ketahui tentang kekasihnya itu.
"gatau gw"
"masa lo sahabatnya ga dikasih tau sihh!!" kesal Nifa dengan melemparkan tatapan tajam ke farrel.
"gw gatau, serius" jawabnya santai dengan mengancungkan jarinya berbentuk v.
maafin gw nif!!
Mereka berdua pun pergi meninggalkan Farrel yang dilanda kegelisahan.
Tiba tiba ponsel Farrel pun berbunyi pertanda ada panggilan masuk, ia pun segera meraih ponselnya.
*rav ada apa?
lo jangan kasih tau nifa kalau gw kemoterapi!!
hah? lo kemoterapi sejak kapan? kok lo gak ngasih tau gw
*itu ga penting, yang penting lo jangan kasih tau nifa!! awas lu**!!
tut.....
Teleponpun putus secara sepihak, Farrel berdecak kesal, ini sahabatnya atau bukan sihh!!
Dibalik dinding pembatas kelas unggulan dan kelas biasa, ada seseorang yang mendengar ucapan farrel tadi.
"lo jahat brave, kenapa lo sembunyiin ini dari gw!! hiks hiks...."