psychopath Boyfriends

psychopath Boyfriends
Part 22



"Gw boleh jenguk saudara lo, gak? tanya Nifa.


aduh mampus gw, musti jawab apa nih batin Farrel bingung


"ehm, bukannya gak boleh tapi saudara gw, trauma sama orang yang baru dikenalnya. Jadi maaf Nif" ucap Farrel gugup, bahkan keringatnya sudah mengalir sejak kedatangan Nifa.


Nifa menatap farrel dengan pandangan curiga


"btw, na----"ucap Nifa terpotong akibat seseorang yang menepuk bahunya.


"eh,ternyata lo disini gw cariin juga, katanya mau ketoilet. Buruan nenek itu dah sadar" ucap seseorang yang menepuk bahunya, siapa lagi kalau bukan sahabatnya Krystal.


selamat gw, untung ada calon pacar. eh!


batin Farrel lega.


------------------------


Setelah mengantarkan korban selamat sampai tujuan, ia segera melajukan mobilnya menuju cafe terdekat.Sebenarnya ia sudah tidak nafsu makan lagi dikarenakan kejadian tadi yang membuatnya pusing. Tapi mau bagaimana lagi, sahabatnya yang satu ini terus saja membujuknya.


Tibalah ia disebuah cafe ternama diJakarta.


Datanglah seorang pelayan menghampiri meja mereka, dengan membaya buku kecil dan pena untuk menyayat pesanan pesanan.


"Permisi, kakak-kakak mau pesen apa?" tanya pelayan itu ramah.


"Nif, lo mau pesen apa?"tanya krystal yang sibuk membolak balik daftar menu.


"ehm, saya pesen milk shake sama burger chese" sahut Krystal menatap pelayan tersebut


"Saya samain aja" sahut Nifa malas.


Pelayan itu mengaguk, dan berlalu meninggalkan mereka berdua.


Semenjak pelayan itu pergi, nifa masih saja asik dengan lamunannya. ia masih saja khawatir, terlebih lagi ia sempat curiga dengan sifat Farrel yang gugup.


"Tal, lo ngerasa aneh gak sih sama sikap Farrel tadi?" tanya Nifa.


Krystal yang merasakan percakapan mulai serius, ia langsung mematikan ponselnya dan menatap Nifa tajam.


"ehm, gw tadi cuman liat mukanya sekilas doang"ucapnya memberi jeda.


"tapi setelah gw liat liat, tadi mukanya pucet kayak ada yang disembunyikan gitu" lanjut krystal.


"betul juga, apa ini berhubungan sama Brave?"tanya Nifa masih dengan raut curiga nya.


Dan tibalah seorang pelayan, dengan membawa pesanan pesanan mereka. langsung saja mereka menyantapnya dengan lahap, tak tertinggal candaan kecil yang dibuat Krystal untuk menghibur sahabatnya.


----------------------


Terlihatlah seorang gadis berjalan melalui gerbang sekolah menuju kelasnya, ia sangat bersemangat sekali. Tanpa memperdulikan tatapan sinis yang selalu ia dapati setiap ia memasuki sekolahnya.


*B*rak...


Ia baru saja melempar tasnya yang berwarna hijau toska kesembarng arah, dan berlalu pergi menuju kelas IPA-1.


Akhirnya ia telah sampai.Namun, suasana tampak sepi dan hening, belum ada tanda tanda makhluk hidup disana.


ia menunduk lesu dan berjalan kembali menuju kelasnya.


"NIFA!!" teriak seseorang dibelakangnya.


Gadis yang bernama nifa berbalik menatap orang itu dengan tatapan datar + lesu.


"hm"


"lo ngapain pagi pagi dah dateng?" tanya Farrel bingung.


"gapapa, mana brave, kan biasanya kalian berangkat bareng"ucap nifa dengan tatapan khawatir.


"bentar lagi dateng, tuh" ucap farrel menunjuk sahabatnya.


Nifa segera belari kearah brave dan memeluknya.


"kamu kemana aja sih, aku chat gak dibales, telpon gak diangkat. kamu kemana aja, aku khawatir tau!!" ujar nifa sambil melepaskan pelukannya.


"hehhee, maaf deh ponsel aku lowbat" ucap brave dengan cengiran kudanya.


"eh tunggu, kamu khawatir sama aku" goda brave sambil menoel noel pipi brave.


"ih apaan sih, mana ada"elak nifa sambil memalingkan wajahnya yang merah, seperti kepiting rebus.


"kamu pake make up yaa"bisik brave lembut ke telinga Nifa.


Nifa mengeryit bingung


"gak, aku gak pake" ucap nifa.


"buktinya pipi kamu merah tuh" goda brave dan dibales dengan pukulan di lengan nya.


"HAHAHAHAHAHA"ketawa brave keluar dengan sekeras kerasnya, membuat nifa tambah malu.


"jomblo mah bisa apa" ucap Farrel lesu dengan nada dramatis.


"makanya nyari pacar" sahut Brave dan Nifa bersama sama.


"lagi otw"


Mereka berdua pun ketawa bersama sama, kecuali farrel ia memasang senyum licik nya.


maaf nif, gw gabisa selamanya jagain lo