psychopath Boyfriends

psychopath Boyfriends
Part 25



"yaudah iya iya, apa?" tanya nifa malas.


"cium"


deg..


Seketika tubuh Nifa menegang akibat reaksi dari perkataan Brave. ia langsung memalingkan wajahnya dari hadapan kekasihnya.


Sedangkan brave ia sudah memajukan bibirnya sambil menutup mata.


aduh mampus gw, gimana ini!!! batin Nifa kesal.


Merasakan Nifa tak menciumnya akhirnya Brave perlahan membuka matanya. Sebenarnya ia tau bahwa gadis disampingnya ini sedang menahan malunya dan sebenarnya ia hanya mengerjainya saja.


"kok diem?" tanya Brave dengan tatapan jahil.


"anu itu.."


Lantas Brave langsung menempelkan ibu jarinya kebibirnya sendiri, setelah beberapa lama ia segera menempelkannya kebibir Nifa.


****, jantung gw kaga bisa diem.. batin nifa


"udah kan, gitu aja ribet" ucap Brave polos, Nifa kembali memalingkan wajahnya yang seperti kepiting rebus.


"gausah ditutupin wajahnya, sekarang kita ke cafe disana yuk" ucap Brave sambil menarik pergelangan Nifa lembut, sedangkan sang empu hanya diam ia masih mencoba menetralisirkan jantungnya


________________


Salah satu cafe jakarta yang menjadi tempat keberadaan Nifa dan Brave sekarang. Setelah memilih tempat akhirnya mereka duduk dibagian pojok. Mau bagaimana lagi! tempatnya hanya tersisa satu, maklumlah malam minggu.


"kamu mau pesan apa?" tanya Brave kepada seorang gadis dihadapannya yang sedang melamun.


"..."


"i-iya" ucap Nifa gugup.


"kamu mau pesan apa?" tanya Brave sekali lagi.


"samain aja kayak kamu"


B**rave POV**


Sekarang gw sama pacar kesayangan gw lagi berada di salah satu cafe dijakarta. dan entah dari tadi atau gw yang gasadar pacar gw tu ngelamun terus.


"eh ngapain ngelamun" ucap gw sambil mengayun ayunkan tangan gw.


"i-iya" ucap dia gugup.


Setelah 3 menit gw bolak balik tu buku menu, entah kenapa kepala gw itu sakit banget dan gw baru inget kalau gw belum makan obat yang disarankan dokter yang dirumah sakit itu.


"nif, gw mau ketoilet ya.." ucap gw dan gw ngeliat muka nifa itu kaget sekaligus khawati sama gue.


"eh, kamu kenapa kok mukanya pucet" ucap dia sambil megang kening gw.


"gapapa kok, gw ketoilet yah kebelet nih" ucap gw tanpa menghiraukan jawabannya. asli kepala gw sakit banget.


setelah sampai gw makan tu obat, perlahan lahan sakit dikepala gw mulai mereda.


njirr, muka gue pucet banget!! ucap gw dalam hati.


yaudahlah ya gw cuci muka tuh sampai beberapa kali biar pucet gw tuh hilang.


akhirnya hilang juga tu pucet dari muka gue, sejenak gw natap cermin dihadapan gw.


gue gabisa kaya gini, gw harus sembuh masih ada nifa yang butuh gue, tuhan sembukan gue....