psychopath Boyfriends

psychopath Boyfriends
Part 12



"ehmm gak kok bu, aku ke kamar dulu ya" ucap Nifa berlalu meninggalkan ibunya yg masih memikirkannya.


Dengan langkah lunglai Nifa menaiki satu persatu anak tangga. Dan tibalah disebuah ruangan yang tidak salah lagi adalah kamarnya.


Nifa langsung melempar tasnya kesembarang arah. Lalu menjatuhkan badannya ke kasur single nya. Sebelum ia sempat menutup matanya, suara dering ponsel pun terdengar.


Dengan malas Nifa meraih ponsel tersebut dinakas.


Brave


Gue jemput jam 7, siap siap****!


Setelah Nifa membaca isi pesan itu, terbitlah senyum diwajahnya yg cantik itu.


Nifa


Ok, mau kemana?


Setelah membalas pesan dari brave nifa kembali meletakkan ponsel di nakas sambil menunggu balasan dari brave.


Tak butuh berapa menit menunggu,


Brave


Suatu tempat, dandan yang cantik.


Nifa menyatukan alis ya bingung, tak biasanya brave bersikap seperti itu. Merasa lelah akhirnya Nifa ingin beristirahat setelah pikirannya tiba tiba muncul peristiwa yang telah terjadi beberapa jam yg lalu.


*


*


*


Nifa bangun setelah melempar alarm ya yang tidak bersalah itu. Ya.. Nifa bangun dikarenakan ia mendengar suara yg menganggu tidurnya.


Sambil mengucek matanya, Nifa meraih ponselnya dan terlihatlah jam yg menunjukan pukul 17.30


Ia bangun dari ranjang kesayangan dan langsung bergegas menuju kamar mandi.


Tak butuh lama, mungkin hanya 10 menit ia mandi. Nifa keluar dengan mengenakan kimono biru ya.


Langsung saja ia membuka lemarinya yg berisi baju bajunya. Ia bingung mencari baju yang cocok untuk dikenakan nanti.


Dengan bingung Nifa mengambil bajunya, melihat, merasa tidak cocok lalu ia lempar kesembarang arah. Begitulah yang ia lakukan sebelum ibunya masuk.


"ASTAGFIRULLAH NIFA, INI KAMAR ATAU KANDANG KAMBING SIH!!" teriak ibunya membuat Nifa kaget karna ibunya itu langsung masuk kekamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"ihhh.. Ibu ganggu aja" kesal Nifa


"kamu itu ngapain, sampai berantakin kamar?" tanya ibunya penasaran, biasanya anaknya ini tidak seperti ini.


"ehm.. A-ku mau pergi jalan sa-ma Bra-ve" ucap Nifa gugup.


"sini ibu aja yg cariin baju yang cocok untuk kamu" lanjut ibunya.


Nifa hanya mengaguk pasrah saja dengan ibunya yg bersemangat memilih bajunya.


"ini nih" ucap ibunya sambil menyodorkan bajunya.



Kira kira seperti itu ya.. 👆


"Ya udh deh, makasih ya bu" ucap Nifa meraih baju tersebut.


Setelah beberapa lama hingga, jam sudah menunjukan pukul 18.45. Akhirnya Nifa sudah selesai dengan urusannya dan ia akhirnya turun menemui ibunya.


Setibanya di ruang tamu...


"Hai!!" ucap lelaki dengan suaranya yang berat.


"lah!, kok udah disini?" tanya Nifa heran kepada lelaki tersebut.


"Gapapa" jawab pria tersebut singkat.


Tibalah ibunya menghampiri mereka berdua.


"Aduh, ada nak ganteng" goda ibu Nifa.


"ihh... Bu dia itu namanya brave" kesal Nifa.


"Terserah ibu lah mau panggil nak ganteng apa!" ucap ibunya membela diri.


Nifa yg mendengar ibunya mendengus kesal. Sedangkan brave ia sedang tertawa kecil melihat keduanya bertengkar, terlebih lagi ekspresi Nifa yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Udah udah, bu saya pinjam Nifa dulu yaa. Nanti saya kembalian utuh kok" ucap brave, melihat kearah Nifa yg sedang mengerucuti mulutnya.


Ibu Nifa hanya mengaguk sambil tertawa kecil.


Brave meraih tangan Nifa dan mengegamnya kuat menuju mobil silvernya yg terpakir dihalaman depan rumah kekasihnya.


"ihhh.. Sakit tau" ucap Nifa melepaskan gengamanya dan memegang tangannya yang perih itu.


"heheheh, maaf" ucap brave sambil membukakan pintu mobilnya.


*


*


*


"apa yang kita lakukan setelah ini" ucap pria dibalik pohon.


"ehm...liat saja nanti, kita akan menerornya" ucap wanita tersebut.