psychopath Boyfriends

psychopath Boyfriends
Part 14



"Gw pindah sekolah di Se. Ko. Lah. Lo. " lanjutnya dengan menekan setiap katanya tak lupa senyum smriknya.


Boom......


_________________


Kantin


10.15


Setelah memilih tempat duduk....


"Nif, lo pesan apa" krystal.


"emm, Samain kek lu aja" Nifa.


"Okey" krystal.


Setelah kepergian krysta, Nifa mulai bosan dan akhirnya memilih mengotak atik ponselnya. Ditengah asiknya.


"Nifa, gw boleh duduk disini, tempat lain dah penuh" tanya Aksa sambil membawa makananya dan hanya dijawab dengan dehaman.


Aduh, gw harus ngomong apa ni batin Aksa.


"MAKANAN DATANG" Teriak krystal


"eh, buset jangan teriak bisa ga sih" ucap Nifa kesal+marah.


"hehhe, maap. Eh ada Aksa" ucap krystal dengan cengiraannya.


Dengan cepat Nifa meraih makanan yang ada di nampan, namun sebelum itu


"Nif, boleh gak kita temenan" ucap Aksa yang membuat Nifa mengerikan dahinya.


"Bukan nya kita udah temenan ya" Nifa.


"ehm, tapi sikap lo sam gue seakan gw ini bukan siapa siapa lo" ucap Aksa dengan penuh arti.


"Gw usahain" ucap Nifa kembali memakan sosis bakarnya, namun ada soleh saos di ujung bibirnya.


Dengan cepat Aksa mengelapnya dengan tisu. Mata mereka saling menatap satu sama lain.


Tiba tiba...


Bughh..


Datanglah sebuah pukulan mengenai pipi kiri Aksa, Nifa yang kaget akhirnya melihat brave dengan wajah merah dan rambut berantakan.


Tanpa perlu basa basi brave mencekram tangan Nifa membawanya ke belakang sekolah


Dan brave berjalan mendekati ya hingga Nifa terpojok sehingga brave menguncinya dengan dua tangan disamping kepala Nifa.


"Oh gitu dibelakang gw" ucap brave dingin.


"En-engak ta-di itu g-ak se-" ucap Nifa terpotong--


Bugh...


Brave meninju dinding disebelah kepala Nifa.


Sontak membuat Nifa kaget.


"MAU KAMU ITU APA HAH" Bentak brave.


Melihat air mata mengalir dipipi pacarnya itu brave langsung menghapus air mata itu dan memeluknya.


"Maafin aku" ucap brave lembut, dan entah kenapa kata gw berubah menjadi aku.


Nifa melepas pelukannya


"Gak ini bukan salah kamu, ini salah aku ngebiarin Aksa gitu aja" ucap Nifa lembut.


"eh kok kita ngomong jadi aku-kamu" ucap Nifa nyengol bahu brave.


"heheheheh, gapapa itu aja NYAMAN"ucap brave dengan senyumnya.


"hayooo, tadi siapa yang cemburu" ucap Nifa nyindir.


Akhirnya mereka melepas tawa mereka, namun ada seseorang mengintipnya.


Gue akan buat lo menderita.


_________________


Brave pov


Setelah berpisah dengan Nifa dari taman belakang sekolah, brave senang akhirnya nifa tidak lagi mendapat terror. Ia lega tidak ada yang mengagunya lagi.


30 menit sesudah bel pulang.. sebuah pesan masuk dalam poselnya


0823xxxxxx


Datang ke jalan xxx pulang sekolah, klo gamau pacarlo bahaya.


-C


Melihat pesan tersebut sontak membuat brave tadinya senang berubah jadi marah.


Bodohlo brave pacar sendiri aja lo gabisa jagain batin brave merutuki dirinya


Ia langsung menghampiri kelas Nifa, namun nihil ia tidak menemukannya. Dengan tergesa gesa ia mencari disetiap koridor sekolah namun hasilnya tetap sama NIHIL.


____________


10 menit sesudah bel pulang


Huuh akhirnya selesai batin nifa


Merasa cape' Nifa memilih duduk disebuah taman didepan sekolah karna ia tadi harus berurusan dengan dance nya


"Kak, ini minum" ucap adek sekitar umur 7 menghampirinya dan memberi minum.


"Dari siapa dek? " tanya Nifa.


"tadi, ada kakak yang ngasih ini suruh kasih ke kakak" ucap adek itu polos.


"Makasih ya" ucap Nifa senyum.


"Kena lo" gumam seseorang berpakaian hitam.


Nifa langsung meminum air mineral, setelah 2 menit ia merasa pusing dikepalanya dan pandangannya mulai buram.


Bugh..


Sebelum ia tidak Sadar kan diri ia dapat mencium aroma maskulin dari tubuh seseorang yang membawanya masuk ke dalam mobil..