psychopath Boyfriends

psychopath Boyfriends
Part 2



*


*


*


Lelaki Itu melanjutkan tugasnya, yah memang dia seorang psikopat. Ia masih blm puas dengan mayat Gadis tersebut, lalu Ia menusuk perut tersebut dan memutar mutar hingga isi dari perut tersebut keluar.


Lalu, lelaki tersebut memotong tubuh ya hingga terpisah.Setelahnya ia mengambil karung Dari Saku hoodienya tersebut dan memasukan mayat seorang Gadis yg tidak bernyawa itu.


Sekarang pria itu sudah berada di rumah yang kosong atau rumah yg sdh tidak berpenghuninya lgi


"guk... Guk..."


"hey aku membawa makanan untuk kalian" ucap pria tersebut lalu melemparkan karung tersebut dihadapan anjing2 tersebut.


Lalu pria tersebut meninggalkan rumah Tua itu..


Nifa POV


Nifa berlari sekenceng mungkin, Ia takut kalau pria tersebut akan mengikutinya. Ia pun menegok ke belakang dan ternyata tidak Ada. Akhirnya Nifa pun bergegas pulng.


"Nifa pulang!" ucap nifa dengan Suara tergopoh gopoh.


"Napa lu dek?" ucap Qila heran.


Nifa pun langsung menaruh belanjaan diatas meja. Dan pergi yg meninggalkan kakak ya yg mematung heran dengan sikap ya itu.


Setelah Ia sampai di kamar Nifa pun merebahkan badan ya di kasur queen bignya itu. Ia masih kepikiran dengan pristiwa yg membuat dia syok.


*


*


*


Tak terasa jam menujukkan angka 09.00. Nifa tau Ia harus sekolah bsk dengan sigap nifa memasukan buku kedalam tasnya. Dan ia langsung menuju kekasur kesayangannya. Ta terasa nifa sudah masuk kealam mimpi nya.


Kringggg......


(alarm nifa)


Nifa pun langsung mengambil ponselnya dan Ia mengecek jam ternyata jam 06.45


"oh" gumam nifa.


1


2


3


"WHATTTT......" Nifa tersadar dan langsung beranjak masuk ke kamar mandi. Bahkan ia pun yg biasanya mandi hampir setengah jam dan sekarang Ia bahkan mandi dengan waktu 5 menit. Gk kebayang.


Setelah itu nifa bergegas menuju halaman rumahnya dan langsung masuk ke dlm mobinya. Sang si sopir melakukan Mobil ya dengan ke cepatan rata2.


Vbrummm.....


Brum....


Setelah Ia sampai di kelas, matanya pun tertuju oleh pria yg berada dipojok dan mengeluarkan senyum smirk 😏 ke arahnya.


Tubuh nifa pun merindring yaa.. Ia sekarang ketakutan. Bahkan Ia berfikir bahwa pria itu lah yg Ia lihat di gang tadi malam.


"Nifa..." teriak Krystal.


Nifapun tersadar


"Dari tadi kamu melihat apa serius sekali!" seru Krystal curiga.


"tidak apa apa, oh ya pria yg duduk paling pojok itu kalau blh tau namanya siapa?" ucap nifa Bertanya


.


"ohhh, itu namanya Brave. Emng knp?" ucap Krystal tambah mencurigai Teman sebangku ya itu.


"tidk apa apa" ucap nifa datar


"jangan jangan.." ucap Krystal gantung.


"jangan berfikir yg tidak deh!!" kesal nifa.


"jangan2 kau Suka Lagi dengan dia, ya... Memg sih parasnya Tampan tapi dia orangnya dingin dan jenius lo" ucap Krystal dengan menaik Turun Kan alis ya.


Nifa hanya mendegus kesal dengan sikap Teman sebangkunya itu.


Kringg.....


(bel istirahat)


"Nifa, kantin kuyy!" ucap Krystal sambil memegangi perut ya yg berbunyi Dari tdi.


"kau duluan saja!" tukas nifa, sebenarnya Ia masih kesal dengan Krystal tadi.


"oh Ydh deh, gue duluan!" ucap Krystal sambil melambaikan tangan ya dan berlaku pergi.


Setelah Krystal pergi, nifa pun memasukan earphone ke dalam telinganya dan memutarkan musik kesukaan ya. Tapi tiba tiba Ada seseorang yg menarik pergelangan nifa dan membawanya ke Taman belakang sekolah yg sepi.


Dan pria tersebut....


*


*


*


Yaa pria tersebut....


BRAVE....


Dengan mengeluarkan senyum khasnya.


Perlahan lahan brave berjalan mendekati Nifa, dan mau tidak mau Nifa harus melangkah mundur.


BRAK


sial


umpat nifa.


Tamat lah ia, kini nifa sudah tidak bisa lagi mundur. Dengan cepat Brave menguncinya dengan salah satu tangannya


"Dibunuh" lelaki Itu menyeringai.


Tubuh Nifa bergetar ketakutan, ia takut dengan masa depannya nanti akan menjadi suram.


"Atau dijadikan pacarku?" lanjut lelaki itu tajam dan menunjukan senyum smriknya itu.


Mata nifa membuat sempurna, ia berusaha mencoba menelaah isi dari kata kata yang lelaki itu keluarkan.


Ia perlahan lahan menarik dan menghembuskan nafasnya pelan


"ok, gue-----