psychopath Boyfriends

psychopath Boyfriends
Part 21



kok perasaan gw ga enak ya batin Nifa khawatir.


"Nif, lo ada nomor Farrel gak. Siapa tau tuh bocah sama Brave!" sahut Krystal menyadarkan lamunan Nifa.Ia tau bahwasanya sahabatnya ini masih saja memikirkan pacarnya.


"eh iya, gw ga punya nomornya. lo punya?" tanya Nifa kepada Krystal yang sedang memilih milih baju pinjamannya.


Sementara krystal hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Udah udah, jangan dipikirin positif thingking aja" sahut Krystal menepuk pundak sahabatnya.


Selang beberapa menit, akhirnya mereka tampil dengan gaya femimnya. Dan bergegas menuju ruang tamu.


"Mah, Nifa sama Krstal pergi dulu ya" ucap Nifa sambil menyalami punggung tangan ibunya dan diikuti dengan krystal.


"HATI HATI YA" Teriak Rina dan diangguki keduanya yang sudah memasuki mobil sport kesayangan Nifa.


"Gw yang nyetir ya" sahut Nifa dan dijawab anggukan oleh sahabatnya


Dari tadi Nifa masih saja memikirkan brave, Krystal yang melihatnya khwatir karna sejak tadi Nifa hanya menatap lurus kearah jalanan yang macet. Krystal khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak terduga.


"Nif, biar gw aja yang nyetir. Lo dari tadi ngelamun terus" Sahut Krystal yang menyadarkan lamunannya lagi.


"eh e-ngak kok, santai aja" Jawab Nifa.


"NIFA HATI HATI DIDEPAN LO" Teriak krystal. Nifa yang mendengarnya terlonjak kaget dan segera menginjak rem mobilnya.


Tak butuh beberapa menit datanglah sekerumunan orang menghampiri korban kecelakaan itu.


Nifa yang melihatnya tak tinggal diam, ia merasa bersalah. Akhirnya ia turun untuk melihat korban yang ia tabrak.


"Pak, tolong bantu bawakan nenek ini ke mobil saya"ucap Nifa tengah mengendong nenek yang sudah berlinang darah tersebut.


Para bapak bapak yang mendengar ucapan Nifa, langsung ikut mengotong nenek tersebut masuk melalui bangku pengemudi bagian belakang.


Sedangkan Krystal yang melihatnya juga ikut membantu menggotong nenek tersebut. Mau tak mau ia harus pindah di kursi belakang untuk menjaga nenek tersebut.


"Terima kasih bapak bapak, saya akan membawanya ke rumah sakit terdekat" ucap Nifa berlalu masuk ke mobil nya.


"Nif, kita bawa kerumah sakit Immanuel aja. kan dekat jaraknya dari sini" sahut Krystal dan dibalas anggukan oleh Nifa yang tengah fokus menyetir.


"SUS, TOLONG BAWAKAN BRANKAR" Teriak Nifa.


Datang lah dua suster membawa brankar, menghampiri Nifa dengan tergesa gesa.


Nifa langsung meletakan nenek tersebut ke brankar dan mengikuti arah jalan suster itu.


"Mohon tunggu sebentar" ucap suster tersebut sambil menutup pintu UGD.


"Tal, gw mau ke toilet sebentar" ucap Nifa berlalu pergi.


Sebelum ia menuju toilet, Nifa tak sengaja melihat farrel sedang menelpon seseorang.


itu farrel kan sahabatnya brave, gw tanya aja kali ya batin Nifa bertanya.


"Hai, lo sahabatnya Brave kan?" tanya Nifa dan sukses membuat Farrel kaget melihat kedatangannya.


"i-iya" jawab Farrel gugup.


"ehm, lo liat brave gak? ntah kenapa gw khawatir sama dia" ucap Nifa khawatir.


"eng- gak gua gak lia-t" Jawab Farrel gugup.


"lo kok gugup gitu sih, btw lo ngapain dirumah sakit?" tanya Nifa dengan raut curiga.


aduh mampus gue, tenang rel batin Farrel menenangkan dirinya sendiri.


"ehm itu g-w jenguk saudara gw" ucap farrel gugup dan membuat kecurigaan Nifa menambah.


kok gw curiga ya batin Nifa.


"Gw boleh jenguk saudara lo gak? tanya Nifa.


___________________________________________


**Apakah Nifa berhasil mengetahui keberadaan brave?


like + komen yaa**!!