
Sebelum ia tidak Sadar kan diri ia dapat mencium aroma maskulin dari tubuh seseorang yang membawanya masuk ke dalam mobil
_________________
07.15 PM
Di sebuah gubuk kosong nan lama, Tampaklah seorang gadis tengah duduk di sebuah kursi tua dengan tangan dan kaki terikat dan tak lupa pula mulutnya disumpal oleh kain usang.
Perlahan lahan gadis itu membuka matanya dan mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
Brak....
Terdengarlah pintu yang terdobrak dari depan, munculah seorang memakai hodie hitam dengan topeng yang menutupi wajahnya.
"Bermain" Ucapnya dengan nada dingin.
Nifa mengeleng cepat, seolah mengatakan jangan.
Orang tersebut berjalan menuju lemari usang yang berada dibelakang Nifa, mengambil sesuatu barang yang berada di dalamnya.
"Dengan ini?" seseorang tersebut menunjukan Pisau kecil.
"Atau dengan ini" lanjutnya sambil menunjukan gergaji mesin ditangan sebelah kiri.
Orang itu mendekatinya dan mengambil kain yang tersumpal di mulutnya.
"SIAPA KAMU, SIALAN" Teriak Nifa.
"Manusia yang akan mengantarkanmu ke NERAKA" Ucapnya dingin sambil menekan kata neraka.
"Gue salah apa" ucap Nifa, mencoba membendung air matanya yang hampir jatuh.
"BOKAP LO BUNUH KAKAK GUE YANG GAK BERSALAH, PUAS LO HAH" Teriak orang itu
"Dan sekarang, gw balas dengan nyawa ganti nyawa" lanjutnya dengan senyum smriknya.
"Gw atas nama bokap gue minta maaf soal itu, gw sama sekali gak tau. Sekarang lo coba ikhlasin kakak lo biar tenang disana" ucap Nifa sedih.
"TELAT" Ucapnya penuh penekanan.
Orang tersebut mengambil siluet dan mengoreskan ke pipi sebelah kanan, dan muculah darah segar yang keluar.
"hiks... Sa-kit hikss, berhenti gw min-ta maaf hikss" ucap Nifa tersendak sendak.
Brak....
_____________
Brave Naufal Alfarras
Ia tengah mengelilingi koridor sekolah mencari keberadaan Nifa yang berstatus kekasihnya itu.
Banyak yang siswa yang melihatnya, terlebih lagi kaum hawa yang terpelongo. Melihat ketampananya ditambah lagi dengan rambut dan seragam sekolahnya yang berantakan.
Merasa ada yang mengamatinya, namun Brave tidak peduli. Yang terpenting ia harus menemukan kekasihnya itu.
Setelah menemukan keberadaannya yaitu di jalan ****, namun anehnya jalanan tersebut berada dekat hutan dan daerahnya lumayan sepi.
Dengan cepat ia menelepon bodyguard untuk menyusun strategi sebelum ia ketempat Nifa berada
"Tolong kumpulkan 10 anak buah mu dijalan **** SEKARANG!" ucap Brave dingin dan langsung mematikan telepon secara sepihak.
Langsung. Yaaa. Brave langsung ketempat dimana Nifa berada dan tak lupa pula ia membawa peralatan yang biasanya ia bawa untuk bermain dengan mainannya.
Semenjak ia bertemu dengan Nifa, ia sudah jarang bermain karena waktunya ia habiskan bersama kekasihnya. Lagian kekasihnya sendiri yang memintanya untuk tidak melakukan itu.
30 MENIT
Setelah setengah jam ia menempuh perjalanannya dan tibalah ia dengan bodyguard yang telah sampai.
Setelah menyusun strategi, yaitu dua bodyguard masuk kedalm gubuk Tua tersebut dan enam berada di samping kanan dan kiri, sisanya jaga jaga.
Brave masuk sendiri dengan membawa pisau kecil dan pistol ia sembunyikan di kantong dan di selipan sepatunya.
Dan dua orang bodyguard nya berpencar.
Ia memasuki pintu ke pintu dan mendobraknya. Dan tibalah ia di sebuah pintu paling ujung.
Brak....
Langsung saja ia mendobrak pintu tersebut. Ia bisa melihat Nifa tengah terduduk dikursi dengan tangan dan kaki terikat. Dan seseorang memakai topeng dengan hoodie hitam sedang menyayat pipi kekasihnya itu.
Orang itu mendongak kearah Brave dan tersenyum smirk.
"hmm, pacar lo datang tuh" ucapnya
Bukk...
Bugh......
Merasa geram dan marah brave langsung mendaratkan sebuah bogeman di pipi dan perut orang tersebut. Dan membuka topeng yang berada diwajahnya.
"Lo.., siapa yang nyuruh lo!" ucap Brave menarik kerah kemeja ya, dan sekaligus terkejut bertemu dengan sahabatnya.
Pria yang dikenal sahabat Brave yang bernama Rafi Fathala, Namun sekarang sepertinya sudah tidak. Mau dipandang sebagai ayah, ibu atau sampai sahabat itu sama saja bagi Brave.
Rafi pun menghempaskan tangan Brave dari kerah kemejanya dan menepuk tangan sebanyak tiga kali.
*Prok....
Prok...
Prok*...
Munculah 15 orang bawahan Rafi...
____________________________________________
- Akankah Brave menang? Atau Rafi?